- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bobibos Dapat Restu Produksi Massal dari ESDM, Diminta Fokus untuk Kategori RON 98
TS
aleksandronesta
Bobibos Dapat Restu Produksi Massal dari ESDM, Diminta Fokus untuk Kategori RON 98
Quote:
Bobibos Dapat Restu Produksi Massal dari ESDM, Diminta Fokus untuk Kategori RON 98
Tayang : 30 April 2026, 07:25 WIB
Penulis
icky WahyudiEditor: M Bayu Pratama
SHARE:

Ditjen Migas Panggil Produsen Bobibos, Uji Laboratorium Dipercepat untuk Tentukan Status BBM atau BBN
PIKIRAN RAKYAT - Kehadiran bahan bakar nabati berbasis jerami, Bobibos, mulai mendapatkan angin segar. Kabarnya bahan bakar asal Jonggol, Kabupaten Bogor ini telah mendapat ‘restu' dari Kementerian ESDM.
Pembina Bobibos, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulyadi mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah menginstruksikan Bobibos untuk fokus dalam pengembangan bensin karena berdasarkan hasil lab Lemigas memiliki RON 98.
Ia menyebut, hasil ini sangat menggembirakan karena bahan bakar alternatif karya anak bangsa ini berpeluang untuk diproduksi dan dipasarkan di dalam negeri. Apalagi, saat ini Bobibos tengah memasuki proses produksi di Timor Leste.
Anggota Komisi XI DPR RI ini juga menjelaskan, apabila Bobibos memiliki biaya produksi yang sangat murah. Untuk satu liter, bahan bakar jerami ini hanya menelan Rp5 ribu per liter. “Biaya ini lebih murah apabila dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil,” kata dia kepada “PR”, Rabu (29/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa Bobibos telah memiliki adiktif yang dalam formulasinya berbahan baku murah dan mesin khusus. “Kementerian ESDM telah menginstruksikan kepada Bobibos untuk fokus di bensin lantaran memiliki RON 98,” terang dia.
Namun, ia kembali menekankan bahwa kehadiran Bobibos bukan untuk menggantikan BBM fosil. Selain itu, legistor asal dapil Kabupaten Bogor ini menyebut Bobibos juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat, seperti ramah lingkungan hingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab, limbah petani berupa jerami memiliki nilai ekonomi dan membantu meringankan keuangan negara dalam hal impor BBM.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerkan ESDM dalam keterangan resmi yang dikutip “PR” telah meminta PT Inti Sinergi Formula selaku pengembang Bobibos untuk melakukan uji teknis sebelum produk tersebut dapat dipergunakan secara luas atau diproduksi massal.
Ditjen Migas ESDM juga telah memanggil kembali Bobibos dan meminta agar dilakukan pematangan tentang rencana pengujian laboratorium, sekaligus memastikan klasifikasi produknya sebelum dapat digunakan secara luas.
“Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas.Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel,” terang Direktur Teknik dan Lingkungan Migas ESDM, Noor Arifin Muhammad.
Menurut dia, proses pengujian sepenuhnya akan dilakukan Lemigas dan difokuskan untuk menentukan apakah produk tersebut masuk kategori bahan bakar nabati atau bahan bakar minyak (BBM).
“Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel,” ucapnya.
Pengujian awal dilakukan melalui pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 pada tangki penyimpanan. Tahapan ini menjadi pintu awal sebelum masuk ke rangkaian uji lanjutan.
Berdasarkan hasil identifikasi internal sebelumnya, Bobibos belum memenuhi sejumlah parameter standar baik untuk kategori bahan bakar nabati maupun bahan bakar minyak. Kondisi ini membuat produk tersebut dalam posisi belum layak beredar.
Tetapi, pemerintah tetap membuka ruang bagi inovasi energi alternatif sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.***
Buruan perketat keamanan teknologi Bobibos deh
Yang ditakutkan kode sumber Bobibos dicuri negara asing
0
203
Kutip
7
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan