Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang virus penyembuh kanker otak dari Jepang

.
Dalam rangka memperingati
Bulan Kesadaran Kanker Otak pada
Mei 2026, thread ini ditulis untuk membahas salah satu inovasi medis paling menarik dalam dunia kedokteran kanker modern, yaitu
Teserpaturev, virus obat kanker yang dikembangkan di Jepang untuk melawan kanker otak.
Kanker otak, khususnya glioblastoma, dikenal sebagai salah satu kanker paling agresif dengan tingkat harapan hidup yang rendah. Selama beberapa dekade, pengobatan kanker otak masih didominasi oleh operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Namun, kemajuan bioteknologi membuka pendekatan baru yang lebih canggih, salah satunya melalui pemanfaatan virus yang direkayasa secara genetik.
Thread ini akan mengulas secara ilmiah mengenai apa itu Teserpaturev, bagaimana cara kerjanya, serta potensi dan tantangannya dalam dunia medis.
Quote:
Apa Itu Teserpaturev?
Teserpaturev (G47Δ atau dikenal juga sebagai Delytact) adalah virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) yang telah dimodifikasi secara genetik sehingga dapat digunakan sebagai terapi kanker otak.
Berbeda dengan virus herpes asli yang menyebabkan penyakit, Teserpaturev adalah virus herpes yang telah direkayasa agar tidak berbahaya bagi sel normal, sehingga secara selektif bisa menyerang sel kanker dan meningkatkan respons imun terhadap tumor.
Virus ini merupakan bagian dari pendekatan yang disebut viroterapi onkolitik, yaitu terapi menggunakan virus untuk menghancurkan sel kanker.
Teserpaturev bekerja melalui dua mekanisme utama, yaitu:
1. Menghancurkan Sel Kanker Secara Langsung
Setelah disuntikkan ke dalam tumor, virus ini akan masuk ke dalam sel kanker dan berkembang biak di dalamnya.
Karena sel kanker memiliki sistem pertahanan yang lemah terhadap virus, maka virus dapat bereplikasi dengan cepat, sehingga sel kanker akan pecah (lisis) dan virus baru akan menyebar ke sel kanker lainnya.
2. Mengaktifkan Sistem Imun
Saat sel kanker hancur, fragmen tumor akan dilepaskan ke lingkungan sekitar. Hal ini memicu sistem imun manusia untuk mengenali sel kanker sebagai ancaman.
Akibatnya, sel imun seperti sel T menjadi aktif dan tubuh mulai menyerang sel kanker lainnya.
Pendekatan ini membuat Teserpaturev tidak hanya bekerja sebagai “pembunuh langsung”, tetapi juga sebagai “pemicu sistem imun”.
Quote:
Rekayasa Genetik adalah Kunci Keamanan
Teserpaturev mengalami beberapa modifikasi genetik penting, antara lain:
1) Penghapusan gen γ34.5 yang mencegah kerusakan pada sel normal
2) Penghapusan gen α47 yang meningkatkan pengenalan oleh sistem imun manusia
3) Inaktivasi gen ICP6 yang membatasi replikasi virus hanya pada sel kanker
Dengan modifikasi ini, virus ini menjadi jauh lebih aman dibandingkan virus herpes asli.
Quote:
Terobosan dari Jepang
Teserpaturev dikembangkan oleh ilmuwan Jepang dan diproduksi oleh perusahaan farmasi Daiichi Sankyo.
Pada tahun 2021, Jepang memberikan persetujuan bersyarat untuk penggunaan Teserpaturev dalam pengobatan tumor otak ganas. Ini menjadikan virus ini sebagai terapi virus onkolitik pertama untuk kanker otak yang disetujui sebagai salah satu terapi kanker berbasis virus paling maju di dunia saat ini.
Quote:
Hasil Uji Klinis
Uji klinis menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, di antaranya peningkatan tingkat kelangsungan hidup pasien,
median survival sekitar 20 bulan, dan
survival rate 1 tahun meningkat signifikan dibanding terapi standar.
Walaupun belum bisa disebut sebagai “obat penyembuh total”, hasil ini memberikan harapan baru bagi pasien kanker otak.
Quote:
Cara Pemberian Terapi
Teserpaturev diberikan dengan cara disuntikkan langsung ke dalam jaringan tumor otak dan dilakukan oleh tenaga medis dalam prosedur khusus.
Metode ini memastikan virus bekerja secara langsung di lokasi target tumor otak.
Quote:
Kelebihan Teserpaturev
Beberapa keunggulan terapi ini, antara lain:
1) Lebih selektif terhadap sel kanker
2) Efek samping lebih minimal dibanding kemoterapi
3) Menggabungkan efek langsung terhadap sel kanker dan efek imunologis
4) Berpotensi untuk dikombinasikan dengan terapi kanker jenis lainnya
Quote:
Keterbatasan dan Tantangan
Meskipun terapi ini menjanjikan, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1) Masih dalam tahap pengembangan lanjutan
2) Data jangka panjang masih terbatas
3) Akses terapi masih terbatas di Jepang
4) Tidak semua pasien cocok
Quote:
Masa Depan Terapi Kanker dengan Virus
Keberhasilan Teserpaturev membuka peluang besar bagi terapi berbasis virus lainnya, seperti pengobatan kanker jenis lainnya, kombinasi antara terapi virus dengan imunoterapi kanker modern, dan pengembangan virus untuk terapi kanker generasi berikutnya.
Pendekatan ini menjadi bukti bahwa virus tidak selalu menjadi musuh kesehatan, tetapi juga bisa menjadi alat terapi yang sangat canggih.
Quote:
PENUTUP
GanSist semuanya, Teserpaturev adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan terus berkembang dan menghadirkan harapan baru, bahkan untuk penyakit yang selama ini dianggap sangat sulit diobati seperti kanker otak.
Dalam momentum Bulan Kesadaran Kanker Otak bulan Mei 2026, penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit ini serta mendukung perkembangan riset medis yang berbasis bukti ilmiah.
Semoga thread ini bisa menambah wawasan dan membuka perspektif baru untuk GanSist semuanya, bahwa masa depan pengobatan kanker semakin mengarah pada terapi yang lebih presisi dan spesifik.
Terima kasih sudah membaca sampai selesai

.
Jangan malu-malu untuk berdiskusi secara sopan di komen ya

.
Quote:
SUMBER
Frampton, J. E. (2022). Teserpaturev/G47Δ: First approval.
BioDrugs,
36(6), 713–718.
Jiang, S., Zhang, Y., & Liu, Y. (2023). Clinical advances in oncolytic virus therapy for malignant glioma.
Frontiers in Oncology,
13, 1192452.
Maruyama, Y., Todo, T., & Nakao, S. (2023). Review of Sakigake designation products: Oncolytic virus teserpaturev.
Oncology Reports,
49(5), 1–10.
Todo, T., Ito, H., Ino, Y., Ohtsu, H., Ota, Y., Shibahara, J., & Tanaka, M. (2022). Intratumoral oncolytic herpes virus G47Δ for residual or recurrent glioblastoma: A phase 2 trial.
Nature Medicine,
28, 1630–1639.
Nizamutdinov, D., Stock, E. M., Dandashi, J. A., et al. (2025). The emerging role of oncolytic virotherapy in cancer treatment.
Cancers,
17(21), 3465.
National Foundation for Cancer Research. (2021).
The world’s first oncolytic virus drug launched to treat malignant brain tumor GBM. Diperoleh dari:
https://www.nfcr.org
@aldo12 @pabuaranwetan @kakekane.cell