- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Whoosh Dongkrak Pariwisata, Dusun Bambu Catat 108 Ribu Kunjungan hingga April 2026
TS
aleksandronesta
Whoosh Dongkrak Pariwisata, Dusun Bambu Catat 108 Ribu Kunjungan hingga April 2026
Quote:
Whoosh Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi, Dusun Bambu Catat 108 Ribu Kunjungan hingga April 2026
Dicky Mawardi
Rabu, 29 April 2026 10:20 WIB

Whoosh telah melayani lebih dari 800 ribu wisatawan asing.(Dok.KCIC).**
SATUMEDIA.ID – Kehadiran kereta cepat Whoosh terbukti memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi di koridor Jakarta–Bandung. Salah satu destinasi yang merasakan langsung efek tersebut adalah kawasan wisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
General Manager Dusun Bambu, Ari Hermanto, mengungkapkan bahwa integrasi akses dengan Whoosh mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperluas jangkauan pasar wisata.
“Sejak awal kami melihat potensi besar dari Whoosh dalam mendorong kunjungan wisata. Karena itu, kolaborasi dengan KCIC sudah dirancang sejak awal,” ujar Ari pada ajang China–Indonesia Friendship Stories Exchange Event yang diselenggarakan di Whoosh Experience Lounge, Stasiun Halim pada Selasa (28/4/2026).
Melalui kemudahan akses dari Stasiun Padalarang, pengelola menghadirkan layanan shuttle gratis serta akses masuk tanpa biaya bagi penumpang Whoosh. Hingga April 2026, tercatat lebih dari 108 ribu penumpang kereta cepat tersebut telah berkunjung ke Dusun Bambu.
Angka ini menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap kemudahan akses yang terintegrasi antara transportasi cepat dan destinasi wisata.
Dampak luas kehadiran Whoosh juga dibahas dalam ajang China–Indonesia Friendship Stories Exchange Event tersebut.
Dalam forum tersebut, para peneliti, pengembang kawasan, dan pelaku usaha memaparkan berbagai manfaat nyata Whoosh, mulai dari efisiensi transportasi hingga pertumbuhan ekonomi wilayah.
Peneliti Universitas Indonesia, Andyka Kusuma, menyebut operasional Whoosh berkontribusi besar terhadap efisiensi sistem transportasi nasional. Kereta cepat ini diperkirakan mampu menekan emisi hingga 210 ribu ton CO2 per tahun, setara dengan emisi sekitar 45 ribu mobil pribadi.
Selain itu, Whoosh juga berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar hingga 81,8 juta liter per tahun serta mengurangi potensi kerugian akibat kemacetan yang bisa mencapai Rp 940 miliar per tahun di jalur Jakarta–Bandung.
Dari sisi pengembangan kawasan, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, menilai kehadiran Whoosh telah mengangkat kawasan yang sebelumnya kurang dikenal, seperti Tegalluar, menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis transit.
Menurut dia, perubahan ini mendorong mobilitas masyarakat menjadi lebih dinamis, termasuk meningkatnya perjalanan harian antara Jakarta dan Bandung. Aktivitas ekonomi pun ikut terdongkrak, terlihat dari lonjakan kunjungan ke kawasan Summarecon Bandung yang mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung per bulan pada 2026, dengan lebih dari 25 persen berasal dari luar kota.
Tak hanya itu, Whoosh juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program alih pengetahuan dan teknologi. Hingga kini, sebanyak 652 tenaga kerja Indonesia telah mendapatkan sertifikasi terkait operasional dan perawatan kereta cepat.
Rinciannya, 350 orang bertugas di unit prasarana, 80 di unit sarana, serta 222 di bidang operasional, termasuk 67 masinis yang kini mengoperasikan seluruh perjalanan Whoosh.
Proses pengembangan SDM masih terus berjalan. Saat ini, 102 tenaga kerja lainnya tengah menjalani pendidikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) untuk memperkuat pengelolaan sarana dan prasarana kereta cepat.
Sementara itu, General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan sejak mulai beroperasi pada 17 Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta penumpang.
“Sekitar 800 ribu di antaranya merupakan wisatawan mancanegara dari 189 negara,” kata Eva.
Ia menegaskan, Whoosh tidak hanya mempercepat waktu tempuh perjalanan, tetapi juga membawa dampak luas terhadap efisiensi transportasi, pengembangan kawasan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Whoosh telah memberikan dampak nyata dari berbagai perspektif,” ujar Eva.*
Lumayan lah gini pembangunan yang cepat berdampak
PT KAI harusnya bisa buat sendiri KC untuk tambahannya sampai Surabaya
Tinggal yang kayak mesin dll beli di luar

https://www.google.com/url?sa=t&sour...Ik0LVDRHBIz2ZR
lulastevany memberi reputasi
1
93
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan