- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Modus Kiai Cabuli 50-an Santriwati di Ponpes Pati, Versi Advokat
TS
aleksandronesta
Modus Kiai Cabuli 50-an Santriwati di Ponpes Pati, Versi Advokat
Quote:
Modus Kiai Cabuli 50-an Santriwati di Ponpes Pati, Versi Advokat
Umar Hanafi
Rabu, 29 April 2026 15:54
Kuasa hukum korban dugaan kasus pencabulan di salah satu pondok pesantren alias ponpes di Kabupaten Pati, Ali Yusron. (Murianews/Umar Hanafi)
Murianews, Pati – Advokat korban, Ali Yusron mengungkapkan modus seorang oknum kiai hingga tega mencabuli puluhan santriwati di salah satu pondok pesantren alias ponpes di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Ia memaparkan, terduga kiai cabul yang berinisial A alias S tersebut awalnya mengirimkan pesan singkat tengah malam kepada korban.
Kiai cabul tersebut meminta korban untuk ditemani tidur di kamar. Korban pun sontak menolak. Pelaku pun mengancam korban bila tak menuruti kemauannya akan dikeluarkan dari ponpes yang gratis tersebut. Setelah bujuk rayu dan ancaman, akhirnya korban terpaksa menuruti pelaku.
”Kronologi awalnya si S ini WA ke santriwati pada jam 12 malam untuk menemani tidur. Korban menolak. Tapi diancam. Kalau tidak mau akan diganti dan saya keluarkan (dari pondok),” ujar dia kepada Murianews.com, Rabu (29/4/2026).
Cara ampuh ini pun dilakukan berkali-kali dan tidak hanya kepada satu santriwati. Menurut Ali Yusron, setidaknya korban sampai 30 hingga 50-an santriwati. Aktivis bejat ini dilakukan bertahun-tahun.
Pada suatu malam, tidak hanya satu santriwati yang menjadi korban. Pelaku langsung meniduri dua santriwati sekaligus.
”Caranya bergantian. Dari keterangan korban ada sekali menemani dua santriwati,” kata dia.
BAP...
Menurut Ali Yusron, salah satu korban bahkan sampai hamil. Untuk menutupi kebejatannya, pelaku menikahkan korban dengan santrinya laki-laki.
”Korban tidak berani karena kebanyakan anak yatim, tidak punya orang tua, dititipkan di sana agar sekolah gratis. Kebanyakan anak yatim,” tegas dia.
Aksi bejat ini dilakukan terduga pelaku di beberapa lokasi. Mulai salah satu ruangan ponpes hingga salah satu kamar yang terletak tak tauh di kamar istrinya.
”Dalam BAP, itu ada dua tempat. Tempat pertama di bedeng seperti kantor karyawan. Yang kedua itu di kamar sebelahan kamar istrinya. Maka perlu diungkap penyidik. Menurut informasi yang saya dapat itu ada yang hamil satu. Tapi dinikahkan oleh santri laki-laki binaannya,” tandas dia.
Ia mengungkapkan pelaku bisa memberikan beasiswa oleh para santrinya lantaran mendapatkan sumbangan dari beberapa orang yang dermawan.
”Di sana banyak yang donasi. Kebanyakan bos-bos,” kata dia.
Saat ini, kasus ini masih ditangani pihak kepolisian. Ketika dikonfirmasi, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi enggan memberikan keterangan.
”Itu, nanti dulu, ya,” tandas dia.
Editor: Supriyadi
Tindakan-tindakan kayak gini nih yang mencemarkan nama baik ponpes

sabarajamu dan 3 lainnya memberi reputasi
2
1.3K
Kutip
17
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan