Author avatar - Image
Muhammad Ridwan
Rabu, 29 April 2026 | 20.15 WIB
MBG Telah Sasar 60 Juta Penerima Manfaat, Prabowo Pastikan Diteruskan Sampai Selesai

Presiden Prabowo Subianto. (Setpres) - Image
Presiden Prabowo Subianto. (Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dan kini mulai mendapat perhatian dunia. Bahkan, sejumlah negara disebut mulai mempelajari implementasi program tersebut di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4).
“Saudara-saudara, kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Banyak negara sekarang belajar MBG dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu,” ujar Prabowo.
Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 61.239.037 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.
Prabowo menegaskan, cakupan program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok rentan, seperti ibu hamil dan lansia. Bahkan, distribusi makanan dilakukan langsung ke rumah bagi mereka yang membutuhkan.
“Ibu-ibu hamil diantar makanan, begitu juga orang tua atau lansia yang tidak berdaya. Coba tunjukkan, di negara mana ada seperti ini?” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan program MBG juga memberikan dampak nyata terhadap sektor riil, terutama bagi petani dan nelayan. Program ini dinilai mampu menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi mereka.
“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli misalnya saat panen mangga hingga rusak di kebun kini mulai terserap. Tengkulak tidak lagi bisa dengan mudah menjatuhkan harga. Dengan kondisi seperti ini, kesejahteraan rakyat bisa meningkat,” tuturnya.
Selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di desa-desa turut berperan dalam distribusi makanan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Menurut Prabowo, satu dapur MBG dapat menciptakan sekitar 50 lapangan kerja. Jika target 30.000 dapur tercapai, program ini berpotensi menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin optimal.
“Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan, kita tindak. Secara garis besar, program ini membangkitkan ekonomi,” pungkasnya.