TS
tolakyono085
Memulihkan Marwah Pendidikan di Mata Masyarakat

Moh. Hatta-Ketua Umum FORUM KOMUNIKASI SANTRI GILI IYANG TERATE
Ada sebuah paradigma yang cukup mengkhawatirkan di tengah masyarakat kita saat ini, di mana urgensi pendidikan tinggi mulai dipertanyakan. Anggapan bahwa gelar akademik tidak lagi penting sering kali lahir dari kekecewaan sosial melihat oknum-oknum berpendidikan yang perilakunya justru jauh dari nilai-nilai intelektualitas.
Ketika seseorang yang menyandang gelar tinggi namun tidak mampu menunjukkan adab, integritas, atau kemanfaatan nyata, di situlah masyarakat mulai skeptis dan merasa bahwa sekolah tinggi hanyalah buang-buang waktu.
Fenomena ini menciptakan lubang besar dalam standar sosial kita; seolah-olah pendidikan hanya menjadi tumpukan kertas ijazah tanpa adanya transformasi karakter.
Sebagai pemuda, khususnya kita yang dibesarkan dalam nilai-nilai kesantrian, kita memiliki beban moral untuk meruntuhkan stigma negatif tersebut.
Sebagai pemuda, khususnya kita yang dibesarkan dalam nilai-nilai kesantrian, kita memiliki beban moral untuk meruntuhkan stigma negatif tersebut.
Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat atas pandangan mereka, namun kita bisa mengubah persepsi itu melalui pembuktian diri. Mengubah pandangan kolektif tidak bisa dimulai dengan perdebatan lisan, melainkan harus diawali dengan memantaskan diri sendiri.
Kita harus menunjukkan bahwa pendidikan baik formal maupun di pesantren seharusnya selaras dengan kualitas perilaku. Jika kita berpendidikan, maka tutur kata, cara berpikir dalam menyelesaikan masalah, hingga empati kita kepada sesama harus menunjukkan kelas yang berbeda.
Pada akhirnya, tujuan dari pendidikan tinggi bukan sekadar mencetak sarjana yang mahir secara teori, tetapi melahirkan manusia yang beradab dan tahu cara menempatkan diri.
Kita harus menjadi bukti hidup bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tunduk pula egonya dan semakin luas manfaatnya bagi lingkungan.
Dengan memperbaiki kualitas personal dan menunjukkan bahwa orang berpendidikan adalah mereka yang paling depan dalam membawa perubahan positif, perlahan masyarakat akan kembali percaya bahwa pendidikan tetaplah instrumen paling vital dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Bionarasi Penulis :
Moh. Hatta seorang santri Ponpes Aqidah Usymuni yang menaruh minat pada isu pendidikan dan pemerhati lingkungan masyarakat
vath memberi reputasi
1
6
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan