- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Tembus Rp17.323/US$, Analis Soroti Kebijakan Pemerintah
TS
jaguarxj220
Rupiah Tembus Rp17.323/US$, Analis Soroti Kebijakan Pemerintah
Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis berpandangan sejumlah kebijakan pemerintah turut menjadi sentimen pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini. Rupiah kembali melemah dan tergerus 0,6% ke posisi Rp17.325/US$.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menilai, pelemahan rupiah sejatinya tidak sepenuhnya bisa dijelaskan oleh penguatan dolar secara global. Indeks Dolar AS (DXY) relatif bergerak stabil sehingga tekanan terhadap rupiah tampak lebih mencerminkan faktor domestik.
“Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi terhadap bauran kebijakan pemerintah dan otoritas moneter,” kata Liza saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, tren kenaikan harga minyak global yang tembus lebih dari US$100/barel juga akan menambah tekanan terhadap fiskal. Kemudian persoalan harga dan waktu tiba impor minyak dari Rusia dapat mengamankan suplai bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air juga belum jelas kabarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas anggaran, khususnya terkait program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberlanjutan subsidi energi, mengingat hingga saat ini harga BBM subsidi masih belum disesuaikan.
Liza menerangkan, dari sisi moneter keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan juga belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilisasi rupiah.
“Ini mengindikasikan perlunya peran yang lebih agresif dan intensif, khususnya dalam penyediaan likuiditas dolar di pasar,” tuturnya.
Sementara dari sisi fiskal, kebutuhan pendanaan untuk program-program strategis seperti MBG dan subsidi energi tetap tinggi. Menurutnya, menjadi hal krusial untuk meninjau kembali prioritas belanja negara agar ketahanan fiskal tetap terjaga.
Selain itu, optimalisasi pengelolaan dana melalui entitas seperti Danantara juga turut menjadi perhatian. Efektivitas alokasi dan kualitas investasi perlu dijaga agar dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian, bukan sekadar akumulasi dana tanpa arah yang jelas.
“Kondisi semakin kompleks dengan adanya tekanan eksternal dan persepsi risiko, termasuk isu MSCI [Morgan Stanley Capital International], sovereign downgrade, serta konfirmasi outlook negatif sektor perbankan baru-baru ini oleh Fitch Ratings,” tutur dia.
“Hal ini tentu berdampak pada daya tarik pasar obligasi negara di tengah kebutuhan pembiayaan yang meningkat.”
Pergerakan rupiah siang ini kembali melemah dan tergerus 0,6% ke posisi Rp17.325/US$ seiring dengan aksi jual yang terjadi di pasar surat utang domestik dan tekanan eksternal yang belum mereda.
Kenaikan harga minyak masih menjadi sentimen yang menekan rupiah bersama mata uang kawasan, lantaran adanya rencana blokade jangka panjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Rupiah terdepresiasi bersama peso Filipina, won Korea Selatan, rupee India, baht Thailand, dolar Taiwan dan Hong Kong, serta yen Jepang yang lebih terbatas. Sebaliknya ringgit Malaysia, yuan offshore dan dolar Singapura masih bergerak di zona hijau.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...an-pemerintah/
Memang paling cuan pegang Ringgit atau SGD.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menilai, pelemahan rupiah sejatinya tidak sepenuhnya bisa dijelaskan oleh penguatan dolar secara global. Indeks Dolar AS (DXY) relatif bergerak stabil sehingga tekanan terhadap rupiah tampak lebih mencerminkan faktor domestik.
“Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi terhadap bauran kebijakan pemerintah dan otoritas moneter,” kata Liza saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, tren kenaikan harga minyak global yang tembus lebih dari US$100/barel juga akan menambah tekanan terhadap fiskal. Kemudian persoalan harga dan waktu tiba impor minyak dari Rusia dapat mengamankan suplai bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air juga belum jelas kabarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas anggaran, khususnya terkait program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberlanjutan subsidi energi, mengingat hingga saat ini harga BBM subsidi masih belum disesuaikan.
Liza menerangkan, dari sisi moneter keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan juga belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilisasi rupiah.
“Ini mengindikasikan perlunya peran yang lebih agresif dan intensif, khususnya dalam penyediaan likuiditas dolar di pasar,” tuturnya.
Sementara dari sisi fiskal, kebutuhan pendanaan untuk program-program strategis seperti MBG dan subsidi energi tetap tinggi. Menurutnya, menjadi hal krusial untuk meninjau kembali prioritas belanja negara agar ketahanan fiskal tetap terjaga.
Selain itu, optimalisasi pengelolaan dana melalui entitas seperti Danantara juga turut menjadi perhatian. Efektivitas alokasi dan kualitas investasi perlu dijaga agar dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian, bukan sekadar akumulasi dana tanpa arah yang jelas.
“Kondisi semakin kompleks dengan adanya tekanan eksternal dan persepsi risiko, termasuk isu MSCI [Morgan Stanley Capital International], sovereign downgrade, serta konfirmasi outlook negatif sektor perbankan baru-baru ini oleh Fitch Ratings,” tutur dia.
“Hal ini tentu berdampak pada daya tarik pasar obligasi negara di tengah kebutuhan pembiayaan yang meningkat.”
Pergerakan rupiah siang ini kembali melemah dan tergerus 0,6% ke posisi Rp17.325/US$ seiring dengan aksi jual yang terjadi di pasar surat utang domestik dan tekanan eksternal yang belum mereda.
Kenaikan harga minyak masih menjadi sentimen yang menekan rupiah bersama mata uang kawasan, lantaran adanya rencana blokade jangka panjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Rupiah terdepresiasi bersama peso Filipina, won Korea Selatan, rupee India, baht Thailand, dolar Taiwan dan Hong Kong, serta yen Jepang yang lebih terbatas. Sebaliknya ringgit Malaysia, yuan offshore dan dolar Singapura masih bergerak di zona hijau.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...an-pemerintah/
Memang paling cuan pegang Ringgit atau SGD.
teguhjepang9932 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
924
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan