Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Pendalaman Pasar Modal Dua Dekade, Purbaya: Tidak Dalam-dalam
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritisi pendalaman pasar modal yang menurutnya masih kurang optimal, meski berbagai program telah dijalankan selama lebih dari dua dekade. Hal ini ia sampaikan melalui pidatonya dalam kegiatan Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.

"Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang tidak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah, maka sekarang dibuat program PINTAR," tutur Purbaya, Senin (27/4/2026).

Purbaya berharap, program kali ini akan jauh lebih efektif. Terlebih, pemerintah juga telah sudah menyiapkan sejumlah kebijakan yang bisa menjadi fondasi ekonomi yang lebih baik, yang terangkum dalam program Asta Cita.


"Tidak tahu [Program PINTAR] ini bisa bagus atau tidak. Tapi yang jelas dari pemerintah, kami siapkan fondasi ekonomi yang baik, membaik terus dari waktu ke waktu. Kita sedang mendesain pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan lebih cepat lagi."

Purbaya menambahkan, pihaknya bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tidak main-main dalam menjalankan program pemerintah. Jika periode-periode sebelumnya banyak pembangunan yang lambat, lanjut Purbaya, sekarang Menko Perekonomian diberi kekuasaan oleh presiden untuk menangani semuanya. Nanti kalau lambat kita salahin Pak Airlangga," kelakar Purbaya.

Yang pasti, pemerintah saat ini memiliki kekuatan sekarang diserahkan ke satu kelompok, ke satgas yang bisa menyelesaikan semua keterlambatan yang ada di sistem perekonomian.

"Jadi, kalau sebelumnya pertumbuhan ekonominya 5%, 5,5%, sedikit. Ke depan, kami akan tumbuh lebih cepat lagi. Triwulan kemarin kita tumbuh berapa? 5,39%. Triwulan berikutnya mungkin akan tumbuh 5,5% ke atas."

https://www.bloombergtechnoz.com/det...k-dalam-dalam/


Gimana orang mau Investasi kalo gaji aja ngepas.
Baru mau belanja hedon dikit, udah disamperin pajak.

Mulai dulu dari memperkuat daya beli.

Kalau mau menyasar kelas menengah atas, mereka rata2 sudah paham investasi, dan saking pahamnya, nggak mau investasi ke Indonesia.

Kecuali sekedar tabungan, atau trading (scalping) saham.

saya.palsuAvatar border
saya.palsu memberi reputasi
1
880
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan