TS
KASKUS.HQ
Season 0 Dorong UII Bangun Kultur Student-Athlete
Campus League Futsal Season 0 yang digelar pada Oktober 2025 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bukan sekadar ajang pembuka. Lebih dari itu, event tersebut menjadi stimulus yang menggerakkan UII untuk lebih serius dalam membina student-athlete.

Arif Fajar Wibisono dari Direktorat Kemahasiswaan UII mengungkapkan, kesan dari penyelenggaraan Campus League Season 0 masih terasa hingga kini. Bukan hanya soal aura kompetisi dan pertandingan, tetapi juga standar event yang dinilai sudah berada di level tinggi.
“Waktu itu kami melihat langsung bagaimana event ini dikemas. Menurut kami, levelnya sudah internasional. Bukan cuma game, tapi juga atmosfer dan manajemennya,” ujar Arif.
Pengalaman tersebut memberi perspektif baru bagi UII. Mahasiswa yang sebelumnya menjalani olahraga sebagai aktivitas pendamping, mulai melihatnya sebagai ruang untuk mengembangkan kompetensi.
Campus League menunjukkan bagaimana ekosistem olahraga kampus bisa dibangun secara lebih profesional. Hal ini mendorong UII untuk mulai memikirkan langkah-langkah strategis ke depan.
“Dari situ kami mulai menjajaki bagaimana membangun stadion olahraga dengan pendekatan yang lebih modern,” lanjutnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya UII untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet mahasiswa. Infrastruktur yang memadai dinilai penting agar potensi student-athlete bisa mengembangkan kemampuan.
Salah satu pengembangan GOR mereka untuk dipakai menjadi home Basketball Regional Yogyakarta Season 1 pada 30 April hingga 7 Mei 2026 mendatang adalah perubahan kamar ganti yang kini lebih modern.

Lebih jauh, Arif menegaskan bahwa keberhasilan menjadi tuan rumah pada Campus League Season 0 memberi dorongan kuat bagi kampusnya untuk memperkuat pembinaan.
“Ini jadi motivasi besar bagi kami. Kami melihat langsung dampaknya, mahasiswa jadi lebih semangat untuk mengambil kompetensi di bidang atlet,” katanya. Campus League sudah mulai dipandang sebagai bagian dari proses membangun kultur olahraga di lingkungan kampus, tanpa meninggalkan sisi akademik.
Bagi UII, cerita dari Season 0 menunjukkan bahwa kompetisi yang dikemas dengan serius mampu memberi dampak luas. Bukan hanya menghasilkan pertandingan berkualitas, tetapi juga membentuk mindset baru bagi mahasiswa.

Arif Fajar Wibisono dari Direktorat Kemahasiswaan UII mengungkapkan, kesan dari penyelenggaraan Campus League Season 0 masih terasa hingga kini. Bukan hanya soal aura kompetisi dan pertandingan, tetapi juga standar event yang dinilai sudah berada di level tinggi.
“Waktu itu kami melihat langsung bagaimana event ini dikemas. Menurut kami, levelnya sudah internasional. Bukan cuma game, tapi juga atmosfer dan manajemennya,” ujar Arif.
Pengalaman tersebut memberi perspektif baru bagi UII. Mahasiswa yang sebelumnya menjalani olahraga sebagai aktivitas pendamping, mulai melihatnya sebagai ruang untuk mengembangkan kompetensi.
Campus League menunjukkan bagaimana ekosistem olahraga kampus bisa dibangun secara lebih profesional. Hal ini mendorong UII untuk mulai memikirkan langkah-langkah strategis ke depan.
“Dari situ kami mulai menjajaki bagaimana membangun stadion olahraga dengan pendekatan yang lebih modern,” lanjutnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya UII untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet mahasiswa. Infrastruktur yang memadai dinilai penting agar potensi student-athlete bisa mengembangkan kemampuan.
Salah satu pengembangan GOR mereka untuk dipakai menjadi home Basketball Regional Yogyakarta Season 1 pada 30 April hingga 7 Mei 2026 mendatang adalah perubahan kamar ganti yang kini lebih modern.

Lebih jauh, Arif menegaskan bahwa keberhasilan menjadi tuan rumah pada Campus League Season 0 memberi dorongan kuat bagi kampusnya untuk memperkuat pembinaan.
“Ini jadi motivasi besar bagi kami. Kami melihat langsung dampaknya, mahasiswa jadi lebih semangat untuk mengambil kompetensi di bidang atlet,” katanya. Campus League sudah mulai dipandang sebagai bagian dari proses membangun kultur olahraga di lingkungan kampus, tanpa meninggalkan sisi akademik.
Bagi UII, cerita dari Season 0 menunjukkan bahwa kompetisi yang dikemas dengan serius mampu memberi dampak luas. Bukan hanya menghasilkan pertandingan berkualitas, tetapi juga membentuk mindset baru bagi mahasiswa.
dhewana dan azhuramasda memberi reputasi
2
138
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan