Kaskus

Entertainment

ormarr16747Avatar border
TS
ormarr16747
Problematika Fenomena FOMO Dalam Masyarakat Modern dan Solusinya (Bagian Satu)
Seiring perkembangan zaman teknologi berkembang sangat cepat dari waktu ke waktu. Teknologi bagian dari kebutuhan masyarakat modern yang dapat mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Terlebih lagi dengan bantuan sosial media berupa Instagram, Tik Tok, Twitter dan semacamnya yang dapat mempengaruhi keterampilan interpersonal setiap individu. Perkembangan media sosial yang tidak seimbang dengan kesehatan mental setiap individu dapat menimbulkan rasa cemas berlebihan karena takut ketinggalan informasi dengan apa yang sedang ngetren di sosial media. Pada akhirnya mereka tidak fokus saat berinteraksi dan lebih menggunakan ponsel. Fenomena tersebut dinamakan dengan Fear of Missing Out (FOMO).
Awalnya, media sosial berguna sebagai alat komunikasi dan konektivitas yang memungkinkan seseorang tetap terhubung dengan teman atau kerabat tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Namun, seiring berjalannya waktu berbagi platfrom media sosial facebook dan yang semacamnya mulai menyediakan ruang bagi penggunanya untuk berbagi momen penting san saling bertukar pesan. Tidak hanya itu, kini meida sosial juga telah menjadi salah satu sarana paling populer untuk memperileh berita terkini dan juga mengakses segala jenis hiburan. Akan tetapi, bagi sebagian besar remaja, media sosial tidak lagi sekedar menjadi alat komunikasi tapi kini telah menjadi wadah untuk berbagi momen berharga bahkan untuk mendapatkan pengakuan dan membangun identitas diri.
Membangun identitas diri berdasarkan komunitas dan circel atau lingkungan pergaulan yang tidak berkualitas tanpa di dasari pengetahuan dan pengalaman yang mapan dapat mempengaruhi tujuan hidup manusia menjadi tidak jelas karena arah yang tidak jelas.
Pengakuan yang dipengaruhi oleh komunitas di media sosial tidak menjamin manusia dapat membangun identitas diri yang ideal sebagaimana dalam ajaran agama Islam. Pengakuan yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit batin berupa sombong, iri dengki karena tidak di akui, riya, keinginan untuk dipuji secara berlebihan. Di era yang serba modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang semakin maju dan meluas, fenomena ketakutan akan kehilangan kesempatan mengikuti tren yang sedang terjadi di media sosial yang menjadi bagian dari fenomena FOMO sangat nyata, terutama di antara generasi muda. Fenomena ini merupakan keinginan dari budaya konsumtif yang dipicu oleh perkembangan pesat teknologi digital dan media sosial.
Di dalam masyarakat sendiri biasanya didorong oleh pencapaian material, validasi sosial dan citra diri yang sempurna. Individu, seringkali merasa tertekan untuk mengejar pengalaman-pengalaman baru, barang-barang mewah dan pengakuan publik demi menghindari perasaan tertinggal dan tidak berharga.
Daftar Pustaka Sementara

Tica, Chyquitita. 2024. "Mengurangi Fenomena FoMo dikalangan Remaja", Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 6, No. 4.
Khairunnisa, Karuna Fathi, Leni Dwi Ambarwati dan Sheila Hariry. 2025. "Kesehatan Mental dan FOMO (Fear of Missing Out) : Solusi Psikologi Agama (Islam) pada Era DIgital", JPIM : Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner  2, No. 2.
junirullahAvatar border
yukhijrahAvatar border
skinnyhooperAvatar border
skinnyhooper dan 4 lainnya memberi reputasi
5
2.3K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan