Kaskus

News

mbiaAvatar border
TS
mbia
Gak Nyangka! Hanya Dalam Dua Tahun, Indonesia Bisa Stop Impor Gula—Ini Rahasia
Gak Nyangka! Hanya Dalam Dua Tahun, Indonesia Bisa Stop Impor Gula—Ini Rahasia


Gak Nyangka! Hanya Dalam Dua Tahun, Indonesia Bisa Stop Impor Gula—Ini Rahasia di Baliknya

Selama bertahun-tahun, gula jadi komoditas yang bikin Indonesia “schizo”. Di satu sisi, tanah kita subur dan luas. Tapi anehnya, setiap tahun kita justru impor gula 5–6 juta ton. Sementara produksi dalam negeri? Cuma 2,3–2,6 juta ton. Padahal kebutuhan kita cuma sekitar 2,8 juta ton buat konsumsi rumah tangga. Ironis, kan?

Nah, tapi dua tahun terakhir, angin berubah. Perlahan tapi pasti, Indonesia mulai lepas dari jeratan impor. Dan yang paling mencengangkan: pada 2026 ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah tidak mengimpor sama sekali gula konsumsi. Ya, betul. Nol impor.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ternyata, kuncinya ada tiga: produksi naik drastis, stok melimpah, dan kebijakan yang berani. Presiden Prabowo Subianto sejak awal menegaskan: kedaulatan pangan bukan sekadar slogan. Maka, menteri pertanian pun tancap gas. Program bongkar ratoon—alias ganti tanaman tebu tua dengan bibit unggul—digencarkan. Tahun 2025, hampir 100 ribu hektare diremajakan. 2026 ini, serupa. Hasilnya? Produktivitas yang tadinya 60 ton per hektare, kini loncat ke 70–90 ton. Bahkan rendemen gula ikut membaik.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan ekspansi lahan ke luar Jawa. Areal tebu diperluas ratusan ribu hektare. Dan yang membuat strategi ini beda dari masa lalu: ada hilirisasi. Tebu tak lagi hanya buat gula, tapi juga bioetanol. Ini bikin petani sejahtera, permintaan stabil, dan Indonesia tak gampang goyang harga global.

Dengan stok awal 2026 yang mencapai 1,3 juta ton lebih, plus produksi baru sekitar 2,67 juta ton, total pasokan gula konsumsi lebih dari cukup. Maka, langkah berani pun diambil: tutup keran impor untuk kebutuhan rumah tangga. Inilah yang disebut sebagai swasembada gula konsumsi.

Tapi jangan senang dulu. Masih ada PR besar: gula untuk industri yang selama ini juga impor. Targetnya, 2028 nanti Indonesia bisa swasembada total. Itu artinya produksi harus tembus di atas 3 juta ton per tahun. Target yang sesungguhnya sudah mulai dikejar.

Agar mimpi itu tak buyar, ada empat hal yang harus dijaga mati-matian: pertama, impor harus dikendalikan dengan disiplin. Kedua, pengawasan gula rafinasi—yang sering “bocor” ke pasar konsumsi—diperketat. Ketiga, pabrik-pabrik gula tua direvitalisasi biar efisien. Keempat, petani dibiayai lewat KUR tebu.

Jadi, apakah 2026 benar-benar jadi tonggak kebangkitan? Tampaknya iya. Untuk pertama kalinya, produksi, kebijakan, dan tata kelola bergerak seirama. Bukan kebetulan. Ini hasil kerja keras yang terukur.

Sekarang, tinggal konsistensi. Karena swasembada bukanlah sekali jadi, melainkan proses. Tapi setidaknya, kita sudah mulai melihat garis finish. Dan itu, patut disyukuri.

https://minangkabaunews.com/gak-nyan...-di-baliknya/?

Kalau ada niat pasti berhasil
MemoryExpressAvatar border
ikurniawan75Avatar border
nikmatulsiti319Avatar border
nikmatulsiti319 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
208
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan