- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ditembak KKB di Depan Rumah Saat Mencari Sinyal, Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo
TS
mabdulkarim
Ditembak KKB di Depan Rumah Saat Mencari Sinyal, Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo
Ditembak KKB di Depan Rumah Saat Mencari Sinyal, Ini Sosok Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo
]
marwah 24 April 2026, 12:39 Yemis Yohame Ikuti Channel Herald ID untuk mengikuti perkembangan berita terbaru
HERALD.ID, YAHUKIMO – Malam di Distrik Dekai seharusnya berjalan seperti biasa—lampu rumah menyala redup, suara kendaraan sesekali melintas di jalanan sepi. Namun Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIT, sunyi itu pecah oleh letusan yang tak diundang. Seorang aparatur sipil negara, Yemis Yohame, roboh di depan rumahnya sendiri, tepat saat ia berdiri di pinggir jalan untuk mengakses jaringan Wi-Fi.
Yemis bukan nama asing di lingkar pelayanan publik Kabupaten Yahukimo. Ia menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan, seorang putra daerah yang sehari-hari berkutat dengan urusan teknis pembangunan dan pelayanan administratif. Malam itu, rutinitas sederhana berubah menjadi garis akhir hidupnya.
Satu tembakan menghantam bagian dada kanan. Warga sekitar yang mendengar suara itu bergegas, sementara tubuh Yemis mulai kehilangan tenaga. Ia sempat dilarikan ke RSUD Dekai, tetapi nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 22.00 WIT, ia dinyatakan meninggal dunia.
Pemerintah daerah bergerak cepat merespons. Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan bahwa korban adalah ASN aktif da[g]n membantah spekulasi yang menyebut Yemis sebagai sekretaris pribadi wakil bupati. Ia mengakui adanya kedekatan secara kekeluargaan, tetapi menolak narasi yang berpotensi mengaburkan fakta. [/b]
“Ini murni tindakan kriminal,” tegasnya.
Dugaan sementara mengarah pada kelompok bersenjata yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut. Aparat menyebut pelaku diduga berasal dari jaringan Organisasi Papua Merdeka Kodap XVI Yahukimo, meski identitas pasti masih dalam penyelidikan. Hutan-hutan lebat di sekitar Dekai kembali menjadi arah pelarian yang sulit ditembus.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, memastikan koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran. Operasi penyisiran disiapkan, menembus jalur-jalur sunyi yang kerap menjadi ruang gerak kelompok bersenjata. Tragedi ini bukan berdiri sendiri.
Sepekan sebelumnya, kontak tembak terjadi di jalur Trans-Papua, saat aparat gabungan disergap dari dua arah. Selama 30 menit, peluru berbalas di tengah jalan yang seharusnya menghubungkan wilayah, bukan memisahkannya dengan rasa takut. Namun di tengah riuh spekulasi, satu hal ditegaskan pemerintah: peristiwa ini tidak terkait dengan kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Papua yang berlangsung dalam rentang waktu yang sama. Pemerintah meminta publik menahan diri dari asumsi liar yang beredar di media sosial.
Di Dekai, duka kini berdiam di halaman rumah yang sama—tempat Yemis terakhir berdiri. Jalan kecil di depan rumah itu masih sama, tetapi maknanya telah berubah. Ia menjadi saksi bisu bahwa di wilayah ini, bahkan aktivitas paling sederhana pun bisa berujung pada risiko yang tak terduga. Penyelidikan terus berjalan. Aparat memburu pelaku, sementara masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi. (bs)
Artikel ini telah tayang di Herald ID dengan judul 'Ditembak KKB di Depan Rumah Saat Mencari Sinyal, Ini Sosok Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo' selengkapnya https://herald.id/2026/04/24/ditemba...ahan-yahukimo/
TPNPB Kodap XVI Nyatakan Tidak Tembak Yemis Yohame di Dekai

Penulis Suara Papua -23 Apr 2026, 11:34 WP108 0
Tuduhan sebagai pelaku penembakan salah satu ASN atas nama Jems Yohame di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, diklarifikasi dan dibantah langsung Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, Kamis (23/4/2/2026) malam. (Screenshot)
Tuduhan sebagai pelaku penembakan salah satu ASN atas nama Jems Yohame di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, diklarifikasi dan dibantah langsung Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, Kamis (23/4/2/2026) malam. (Screenshot)
loading...
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pelaku penembakan terhadap Yemis Yohame, ST di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, ternyata bukan dari anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Baat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo.
Komandan operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopi Tua Heluka menyatakan, pihaknya telah memastikan ke semua anggotanya terkait dengan tudingan keterlibatan dalam pembunuhan salah satu aparatur sipil negara (ASN) atas nama Yemis Yohame.
“Kami sudah koordinasi ke semua pos dan batalyon TPNPB, kejadian penembakan itu bukan kami yang lakukan. Berarti pelakunya adalah TNI dan Polri,” ujar Heluka dalam rekaman video berdurasi 2:52 detik yang disebarkan juru bicara TPNPB Sebby Sambom, Kamis (23/4/2026) malam.
Heluka menyinggung kasus penembakan pada tahun 2025. Korbannya Naro Dapla dan Thobias Silak, kata dia, sama persis dengan kejadian yang menimpa Yemis Yohame pada 21 April 2026 di kota Dekai.
Thobias Silak adalah pegawai kontrak di sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Yahukimo. Jems Yohame tercatat sebagai ASN dengan jabatan kepala sub bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan kabupaten Yahukimo.
“Penembakan pada tanggal 21 April 2026 malam yang mengakibatkan seorang ASN atas nama Yemis Yohame itu benar-benar dilakukan oleh aparat militer Indonesia. Dan secara resmi kami klarifikasi kejadian tersebut untuk diketahui oleh semua pihak. Kami juga membantah media-media nasional serta aparat militer termasuk BIN, BAIS, intel yang bilang dengan tuduhan tidak benar kepada pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo sebagai pelaku penembakan. Semua tuduhan itu dengan tegas kami bantah karena tidak ada bukti dan fakta. Jangan menuduh kami, sedangkan pelakunya kamu sendiri,” tegasnya.
Di poin berikut, Kopi Tua Heluka atas nama TPNPB menyampaikan imbauan kepada pihak keluarga korban Yemis Yohame, pihak Gereja dan semua orang untuk tidak boleh percaya dengan pemberitaan dari TNI/Polri melalui kaki tangannya.
“Tuduhan terhadap kami TPNPB itu tidak benar. Yang benar-benar lakukan adalah aparat militer kolonial Indonesia.”
Lanjut Heluka, “Kami juga menegaskan kepada orang Papua yang sebagai Banpol agar hentikan aktivitasnya, jika kedapatan siap menerima konsekuensi.”
Ditegaskan, dari kejadian ini, ada upaya adu domba diantara orang Papua dengan pemberitaan tidak benar dan isu hoaks melalui media sosial.
“Negara Indonesia melalui aparat militernya sedang mengadu domba orang Papua untuk saling membunuh dan saling tidak percaya antara sesama orang Papua sendiri dengan pasukan TPNPB, sehingga negara Indonesia sedang menciptakan konflik horizontal sesama orang Papua di Yahukimo. Dengan tujuan itu negara mengeksekusi Yemis Yohame, lalu menuduh pasukan TPNPB sebagai pelakunya. Tuduhan itu kami nyatakan sangat tidak benar.” []
https://suarapapua.com/2026/04/23/tp...hame-di-dekai/
KKB menuduh yang membunuh ASN adalah TNI
]marwah 24 April 2026, 12:39 Yemis Yohame Ikuti Channel Herald ID untuk mengikuti perkembangan berita terbaru
HERALD.ID, YAHUKIMO – Malam di Distrik Dekai seharusnya berjalan seperti biasa—lampu rumah menyala redup, suara kendaraan sesekali melintas di jalanan sepi. Namun Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIT, sunyi itu pecah oleh letusan yang tak diundang. Seorang aparatur sipil negara, Yemis Yohame, roboh di depan rumahnya sendiri, tepat saat ia berdiri di pinggir jalan untuk mengakses jaringan Wi-Fi.
Yemis bukan nama asing di lingkar pelayanan publik Kabupaten Yahukimo. Ia menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan, seorang putra daerah yang sehari-hari berkutat dengan urusan teknis pembangunan dan pelayanan administratif. Malam itu, rutinitas sederhana berubah menjadi garis akhir hidupnya.
Satu tembakan menghantam bagian dada kanan. Warga sekitar yang mendengar suara itu bergegas, sementara tubuh Yemis mulai kehilangan tenaga. Ia sempat dilarikan ke RSUD Dekai, tetapi nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 22.00 WIT, ia dinyatakan meninggal dunia.
Pemerintah daerah bergerak cepat merespons. Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan bahwa korban adalah ASN aktif da[g]n membantah spekulasi yang menyebut Yemis sebagai sekretaris pribadi wakil bupati. Ia mengakui adanya kedekatan secara kekeluargaan, tetapi menolak narasi yang berpotensi mengaburkan fakta. [/b]
“Ini murni tindakan kriminal,” tegasnya.
Dugaan sementara mengarah pada kelompok bersenjata yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut. Aparat menyebut pelaku diduga berasal dari jaringan Organisasi Papua Merdeka Kodap XVI Yahukimo, meski identitas pasti masih dalam penyelidikan. Hutan-hutan lebat di sekitar Dekai kembali menjadi arah pelarian yang sulit ditembus.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, memastikan koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran. Operasi penyisiran disiapkan, menembus jalur-jalur sunyi yang kerap menjadi ruang gerak kelompok bersenjata. Tragedi ini bukan berdiri sendiri.
Sepekan sebelumnya, kontak tembak terjadi di jalur Trans-Papua, saat aparat gabungan disergap dari dua arah. Selama 30 menit, peluru berbalas di tengah jalan yang seharusnya menghubungkan wilayah, bukan memisahkannya dengan rasa takut. Namun di tengah riuh spekulasi, satu hal ditegaskan pemerintah: peristiwa ini tidak terkait dengan kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Papua yang berlangsung dalam rentang waktu yang sama. Pemerintah meminta publik menahan diri dari asumsi liar yang beredar di media sosial.
Di Dekai, duka kini berdiam di halaman rumah yang sama—tempat Yemis terakhir berdiri. Jalan kecil di depan rumah itu masih sama, tetapi maknanya telah berubah. Ia menjadi saksi bisu bahwa di wilayah ini, bahkan aktivitas paling sederhana pun bisa berujung pada risiko yang tak terduga. Penyelidikan terus berjalan. Aparat memburu pelaku, sementara masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi. (bs)
Artikel ini telah tayang di Herald ID dengan judul 'Ditembak KKB di Depan Rumah Saat Mencari Sinyal, Ini Sosok Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo' selengkapnya https://herald.id/2026/04/24/ditemba...ahan-yahukimo/
TPNPB Kodap XVI Nyatakan Tidak Tembak Yemis Yohame di Dekai

Penulis Suara Papua -23 Apr 2026, 11:34 WP108 0
Tuduhan sebagai pelaku penembakan salah satu ASN atas nama Jems Yohame di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, diklarifikasi dan dibantah langsung Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, Kamis (23/4/2/2026) malam. (Screenshot)
Tuduhan sebagai pelaku penembakan salah satu ASN atas nama Jems Yohame di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, diklarifikasi dan dibantah langsung Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, Kamis (23/4/2/2026) malam. (Screenshot)
loading...
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pelaku penembakan terhadap Yemis Yohame, ST di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam, ternyata bukan dari anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Baat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo.
Komandan operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopi Tua Heluka menyatakan, pihaknya telah memastikan ke semua anggotanya terkait dengan tudingan keterlibatan dalam pembunuhan salah satu aparatur sipil negara (ASN) atas nama Yemis Yohame.
“Kami sudah koordinasi ke semua pos dan batalyon TPNPB, kejadian penembakan itu bukan kami yang lakukan. Berarti pelakunya adalah TNI dan Polri,” ujar Heluka dalam rekaman video berdurasi 2:52 detik yang disebarkan juru bicara TPNPB Sebby Sambom, Kamis (23/4/2026) malam.
Heluka menyinggung kasus penembakan pada tahun 2025. Korbannya Naro Dapla dan Thobias Silak, kata dia, sama persis dengan kejadian yang menimpa Yemis Yohame pada 21 April 2026 di kota Dekai.
Thobias Silak adalah pegawai kontrak di sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Yahukimo. Jems Yohame tercatat sebagai ASN dengan jabatan kepala sub bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan kabupaten Yahukimo.
“Penembakan pada tanggal 21 April 2026 malam yang mengakibatkan seorang ASN atas nama Yemis Yohame itu benar-benar dilakukan oleh aparat militer Indonesia. Dan secara resmi kami klarifikasi kejadian tersebut untuk diketahui oleh semua pihak. Kami juga membantah media-media nasional serta aparat militer termasuk BIN, BAIS, intel yang bilang dengan tuduhan tidak benar kepada pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo sebagai pelaku penembakan. Semua tuduhan itu dengan tegas kami bantah karena tidak ada bukti dan fakta. Jangan menuduh kami, sedangkan pelakunya kamu sendiri,” tegasnya.
Di poin berikut, Kopi Tua Heluka atas nama TPNPB menyampaikan imbauan kepada pihak keluarga korban Yemis Yohame, pihak Gereja dan semua orang untuk tidak boleh percaya dengan pemberitaan dari TNI/Polri melalui kaki tangannya.
“Tuduhan terhadap kami TPNPB itu tidak benar. Yang benar-benar lakukan adalah aparat militer kolonial Indonesia.”
Lanjut Heluka, “Kami juga menegaskan kepada orang Papua yang sebagai Banpol agar hentikan aktivitasnya, jika kedapatan siap menerima konsekuensi.”
Ditegaskan, dari kejadian ini, ada upaya adu domba diantara orang Papua dengan pemberitaan tidak benar dan isu hoaks melalui media sosial.
“Negara Indonesia melalui aparat militernya sedang mengadu domba orang Papua untuk saling membunuh dan saling tidak percaya antara sesama orang Papua sendiri dengan pasukan TPNPB, sehingga negara Indonesia sedang menciptakan konflik horizontal sesama orang Papua di Yahukimo. Dengan tujuan itu negara mengeksekusi Yemis Yohame, lalu menuduh pasukan TPNPB sebagai pelakunya. Tuduhan itu kami nyatakan sangat tidak benar.” []
https://suarapapua.com/2026/04/23/tp...hame-di-dekai/
KKB menuduh yang membunuh ASN adalah TNI
teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
94
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan