Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang salah satu bahaya kurang olahraga, yaitu kanker kolorektal

.
Kalau mendengar kata kanker kolorektal (kanker usus besar), banyak orang langsung mengaitkannya dengan pola makan, terutama konsumsi daging merah atau daging olahan yang berlebihan. Memang benar, faktor pola makan memainkan peran penting. Namun, ada satu faktor lain yang sering diremehkan padahal dampaknya tidak kalah besar, yaitu gaya hidup malas gerak (kurang aktivitas fisik).
Thread ini akan membahas secara ilmiah tentang bagaimana kurang olahraga bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal, serta bagaimana mekanisme biologis yang terlibat.
Selamat menyimak

.
Quote:
Apa Itu Kanker Kolorektal?
Kanker kolorektal adalah kanker yang berkembang di usus besar (kolon) atau rektum. Penyakit ini termasuk salah satu jenis kanker paling umum di dunia. Menurut
World Health Organization, kanker kolorektal merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker secara global.
Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dari polip (benjolan kecil) di dinding usus besar yang lama-kelamaan bisa berubah menjadi ganas.
Quote:
Faktor Risiko yang Sudah Dikenal
Secara umum, faktor risiko kanker usus besar meliputi:
1) Konsumsi daging merah dan daging olahan secara berlebihan dalam waktu lama
2) Pola makan rendah serat
3) Obesitas
4) Merokok
5) Konsumsi alkohol
6) Riwayat keluarga
Namun, ada satu faktor penting yang sering tidak disadari, yaitu kurangnya aktivitas fisik.
Quote:
Apa Itu Malas Gerak?
Malas gerak adalah gaya hidup dengan aktivitas fisik yang sangat minim, contohnya:
1) Duduk terlalu lama (bekerja di depan komputer berjam-jam)
2) Jarang olahraga
3) Lebih banyak rebahan atau bermain ponsel
4) Minim aktivitas bergerak sehari-hari
Menurut
World Health Organization, seseorang dikategorikan kurang aktif jika tidak memenuhi rekomendasi minimal aktivitas fisik, yaitu sekitar 150 sampai 300 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Quote:
Hubungan Kurang Olahraga dengan Kanker Kolorektal
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang aktivitas fisik berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Salah satu laporan dari
World Cancer Research Fund menyatakan bahwa aktivitas fisik yang cukup dapat menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan.
Sebaliknya, gaya hidup malas gerak dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Quote:
Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Nah, ini bagian yang menarik

.
Mengapa kurang olahraga bisa memicu kanker usus besar? Berikut adalah beberapa penjelasan ilmiahnya.
1. Gangguan Metabolisme dan Resistensi Insulin
Kurang olahraga dapat menyebabkan tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin.
Akibatnya, kadar insulin meningkat dan faktor pertumbuhan seperti IGF-1 meningkat, sehingga sel lebih mudah mengalami proliferasi (pertumbuhan berlebihan).
Hal ini menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sel kanker.
2. Peradangan Kronis
Gaya hidup kurang bergerak sering dikaitkan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh karena masalah aliran darah.
Peradangan kronis ini bisa merusak DNA sel, memicu mutasi, dan meningkatkan risiko kanker (termasuk kanker kolorektal).
3. Perubahan Gerakan Usus
Kurang aktivitas fisik menyebabkan pergerakan usus menjadi lebih lambat.
Dampaknya, waktu transit feses menjadi lebih lama dan zat karsinogenik dalam makanan lebih lama berkontak dengan dinding usus besar, sehingga risiko mutasi sel meningkat.
4. Obesitas sebagai Faktor Perantara
Orang yang kurang olahraga sering berujung pada obesitas.
Padahal, obesitas sendiri meningkatkan kadar hormon tertentu dan menyebabkan inflamasi, sehingga berhubungan erat dengan kanker usus besar.
5. Perubahan Mikrobiota Usus
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kurang aktivitas fisik juga memengaruhi keseimbangan bakteri usus. Menurut hipotesis, hal itu terjadi karena gangguan aliran darah pada jaringan usus.
Padahal, mikrobiota usus yang sehat berperan penting dalam menjaga sistem imun, mengurangi inflamasi, dan melindungi dari kanker.
Quote:
Bukti Penelitian
Beberapa penelitian besar mendukung hubungan antara risiko kanker usus besar dan pola olahraga. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa orang yang aktif secara fisik memiliki risiko kanker usus besar lebih rendah sekitar 20 sampai 30 persen dibandingkan orang yang tidak aktif. Selain itu, meta-analisis dari berbagai penelitian menemukan bahwa aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolorektal secara konsisten.
Institusi seperti
National Cancer Institute juga menegaskan bahwa aktivitas fisik adalah faktor pelindung terhadap risiko kanker usus besar.
Quote:
Biasakan Gaya Hidup Sehat
Tenang GanSist, mencegah kanker bukan berarti harus langsung jadi atlet profesional.
Aktivitas sederhana sudah cukup membantu, seperti jalan kaki 30 menit sehari, naik tangga (alih-alih lift), senam irama, bersepeda santai, atau pekerjaan rumah tangga (seperti mencangkul).
Yang penting adalah konsistensi dan mengurangi waktu duduk terlalu lama.
Perlu diingat, kanker kolorektal bukan disebabkan oleh satu faktor saja.
Risiko kanker usus besar meningkat jika terjadi kombinasi antara konsumsi daging berlebihan, kurang serat, dan malas gerak
Artinya, meskipun seseorang sudah makan makanan sehat, tetapi malas berolahraga, risiko terjadinya kanker tetap ada.
Quote:
KESIMPULAN
Kanker kolorektal bukan hanya masalah pola makan, melainkan juga masalah gaya hidup secara keseluruhan.
Gaya hidup malas gerak terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal melalui berbagai mekanisme biologis, mulai dari resistensi insulin, peradangan, hingga gangguan mikrobiota usus.
Jadi, selain menjaga pola makan, penting juga untuk rutin bergerak, mengurangi kebiasaan diam terlalu lama, dan menjaga berat badan yang ideal.
Langkah sederhana ini bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Quote:
PENUTUP
Semoga thread ini bisa membuka wawasan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dari apa yang kita makan, tetapi juga dari seberapa aktif kita bergerak.
Mulai dari sekarang, ayo GanSist biasakan hidup lebih aktif secara fisik. Tidak perlu ekstrem, yang penting konsisten.
Stay healthy, GanSist!

Quote:
SUMBER
World Cancer Research Fund/American Institute for Cancer Research. (2018).
Diet, nutrition, physical activity and colorectal cancer. Continuous Update Project Expert Report.
World Health Organization. (2020).
WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO.
National Cancer Institute. (2022).
Physical Activity and Cancer. Diperoleh dari:
https://www.cancer.gov
Schmid, D., & Leitzmann, M. F. (2014). Sedentary behaviour and the risk of cancer: a systematic review and meta-analysis.
European Journal of Epidemiology,
29(12), 789–804.
Kushi, L. H., Doyle, C., McCullough, M., et al. (2012). American Cancer Society guidelines on nutrition and physical activity for cancer prevention.
CA: A Cancer Journal for Clinicians,
62(1), 30–67.
Patel, A. V., et al. (2010). Leisure time spent sitting in relation to total mortality in a prospective cohort of US adults.
American Journal of Epidemiology,
172(4), 419–429.
@aldo12 @itkgid @kakekane.cell