Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang bahaya gigitan anjing

.
Gigitan anjing sering kali dianggap sebagai kejadian sepele, terutama jika luka tampak kecil atau tidak terlalu dalam. Padahal, dari sudut pandang medis, gigitan anjing merupakan kondisi darurat yang tidak boleh diremehkan. Risiko yang ditimbulkan tidak hanya sebatas luka jaringan, tetapi juga mencakup infeksi serius hingga penyakit mematikan seperti rabies. Selain itu, pada kasus tertentu, gigitan anjing dapat menyebabkan perdarahan hebat yang berujung pada kehabisan darah dan kematian jika tidak segera ditangani.
Thread ini membahas secara ilmiah mengapa setiap gigitan anjing harus ditangani di fasilitas kesehatan, khususnya UGD rumah sakit, serta langkah-langkah medis yang diperlukan untuk mencegah komplikasi fatal.
Quote:
Rabies, Penyakit Nyata yang Hampir Selalu Berujung Kematian
Rabies adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan. Virus rabies masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, kemudian menyebar melalui saraf perifer menuju otak.
Hal yang perlu ditekankan adalah rabies hampir 100% berakhir dengan kematian setelah gejala klinis muncul. Pada tahap ini, pengobatan hampir tidak efektif lagi. Oleh karena itu, pencegahan setelah pajanan (
post-exposure prophylaxis) menjadi satu-satunya cara menyelamatkan nyawa.
Gejala awal infeksi rabies sering tidak spesifik, seperti demam, nyeri di lokasi gigitan, dan kelelahan.
Namun, saat memasuki fase neurologis, pasien dapat mengalami hidrofobia (takut air), aerofobia (takut udara), kejang, halusinasi, dan kelumpuhan.
Kondisi ini hampir selalu berakhir dengan kematian dalam beberapa hari.
Quote:
Pentingnya Imunisasi dan Imunoglobulin Rabies
Ketika seseorang digigit anjing dan belum pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya, maka penanganan medis yang direkomendasikan meliputi:
a) Vaksin Rabies
Vaksin rabies diberikan untuk merangsang sistem imun tubuh agar menghasilkan antibodi terhadap virus. Pemberian vaksin dilakukan dalam beberapa dosis sesuai jadwal tertentu.
b) Imunoglobulin Rabies
Pada individu yang belum pernah divaksin, pemberian
rabies immunoglobulin (RIG) sangat penting. Zat ini mengandung antibodi siap pakai yang langsung menetralisir virus di lokasi luka sebelum tubuh sempat membentuk antibodi sendiri.
Imunoglobulin ini biasanya disuntikkan di sekitar luka gigitan (infiltrasi lokal), lalu sisanya disuntikkan ke otot lengan.
Tanpa imunoglobulin, risiko kegagalan pencegahan meningkat, terutama pada luka gigitan yang dalam atau dekat dengan sistem saraf pusat.
Quote:
Kapan Sebaiknya Vaksin Rabies Diberikan?
Vaksin rabies sebenarnya dapat diberikan sebagai pencegahan sebelum terjadi paparan (
pre-exposure prophylaxis). Idealnya, vaksinasi dilakukan pada kelompok berisiko tinggi, termasuk:
1) Anak-anak (terutama di daerah endemis)
2) Petugas kesehatan hewan
3) Pecinta hewan atau pemilik hewan peliharaan
Dalam beberapa rekomendasi, vaksinasi sejak usia anak (bahkan sebelum 13 tahun) sangat dianjurkan di daerah dengan kasus rabies tinggi. Namun, penting dipahami bahwa:
Tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi rabies. Orang dewasa yang belum pernah divaksin tetap dapat dan sebaiknya mendapatkan vaksin, terutama jika berisiko terpapar rabies.
Quote:
Selain Rabies, Perdarahan Hebat Juga Mematikan
Selain rabies, gigitan anjing juga berpotensi menyebabkan cedera serius pada pembuluh darah besar. Dua pembuluh yang sering menjadi perhatian adalah arteri tibialis (di betis) dan arteri brakialis (di lengan atas).
Jika gigitan mengenai pembuluh ini, dapat terjadi perdarahan hebat yang cepat.
Apa yang terjadi jika arteri terkoyak?
Arteri membawa darah bertekanan tinggi dari jantung. Jika robek, darah dapat keluar dengan sangat deras, kehilangan darah terjadi dalam waktu singkat, dan tubuh tidak mampu mempertahankan tekanan darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan syok hipovolemik, yaitu keadaan di mana tubuh kekurangan volume darah yang cukup untuk mempertahankan fungsi organ vital.
Quote:
Syok Hipovolemik, Kondisi Gawat Darurat yang Mematikan
Syok hipovolemik adalah kondisi medis darurat karena kehilangan darah lebih dari 700 cc yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, kebiruan pada bibir dan ujung kuku, peningkatan denyut jantung, kulit pucat dan dingin, dan penurunan kesadaran.
Jika tidak segera ditangani, organ-organ vital seperti otak dan ginjal akan mengalami kegagalan fungsi.
Penanganan medis syok hipovolemik:
Di rumah sakit, pasien dengan syok hipovolemik akan mendapatkan cairan infus dengan debit aliran tinggi (misalnya NaCl atau Ringer Laktat), transfusi eritrosit jika ada penurunan hemoglobin, dan tindakan bedah jika diperlukan untuk menghentikan perdarahan.
Tanpa penanganan cepat, kondisi syok hipovolemik dapat berujung pada kematian.
Quote:
Mengapa Harus ke UGD, Alih-alih Ditangani Sendiri?
Banyak orang hanya mencuci luka dan mengoleskan antiseptik setelah digigit anjing. Meskipun mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit merupakan langkah awal yang benar, hal tersebut tidak cukup.
Alasan utama harus ke UGD:
1) Evaluasi Risiko Rabies: Dokter akan menilai apakah anjing tersebut berisiko rabies.
2) Pemberian Vaksin dan Imunoglobulin: Tidak bisa dilakukan secara mandiri.
3) Penanganan Luka yang Tepat: Termasuk pembersihan mendalam, dan jika perlu, tindakan bedah.
4) Pencegahan Infeksi Bakteri: Gigitan anjing juga mengandung bakteri seperti
Pasteurella.
5) Penanganan Perdarahan dan Cedera Pembuluh Darah: Ini tidak dapat ditangani di rumah.
Quote:
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi di masyarakat:
1) Menganggap luka kecil tidak berbahaya
2) Tidak mencari bantuan medis
3) Menunggu gejala muncul
4) Mengandalkan pengobatan tradisional tanpa intervensi medis
Perlu ditegaskan kembali, bahwa jika gejala rabies sudah muncul, peluang hidup hampir tidak ada.
Quote:
KESIMPULAN
Gigitan anjing bukan sekadar luka biasa. Risiko yang menyertainya sangat serius, mulai dari infeksi bakteri, cedera pembuluh darah, hingga penyakit mematikan seperti rabies. Penanganan yang tepat dan cepat di UGD dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Langkah yang harus dilakukan jika digigit anjing:
1) Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir
2) Jangan menunda pergi ke rumah sakit
3) Dapatkan vaksin rabies dan immunosera jika diperlukan
4) Ikuti seluruh anjuran tenaga medis
Jangan mengambil risiko yang tidak perlu. Lebih baik bertindak cepat daripada menyesal di kemudian hari.
Quote:
SUMBER
Centers for Disease Control and Prevention. (2020).
Rabies.
https://www.cdc.gov/rabies/
World Health Organization. (2018).
WHO expert consultation on rabies: Third report. World Health Organization.
Rupprecht, C. E. et al & Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2010). Use of a reduced (4-dose) vaccine schedule for postexposure prophylaxis to prevent human rabies.
Morbidity and Mortality Weekly Report,
59(RR-2), 1–9.
Tintinalli, J. E., Stapczynski, J. S., Ma, O. J., Yealy, D. M., Meckler, G. D., & Cline, D. M. (2020).
Tintinalli’s Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (9th ed.). McGraw-Hill Education.
Hall, J. E. (2021).
Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
American College of Surgeons. (2018).
ATLS: Advanced Trauma Life Support Student Course Manual (10th ed.). American College of Surgeons.
@aldo12 @itkgid @kakekane.cell