PM Albanese Hubungi Prabowo, Apresiasi Ekspor Pupuk Urea Indonesia ke Australia
Kompas.com, 21 April 2026, 20:29 WIB
Rahel Narda Chaterine, Jessi Carina

Lihat Foto
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese pada Selasa (21/4/2026) sore. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap pembahasan dua pemimpin negara itu membahas soal ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia.
"PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama," kata Teddy dalam unggahan di Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (21/6/2026).
Di unggahan yang sama, Teddy menambahkan, Indonesia ke depannya juga akan melakukan ekspor pupuk urea ke negara selain Australia.
"Ke depan, sebagian pupuk urea juga akan diekspor ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil, dengan total komitmen ekspor mencapai kurang lebih 1 juta ton," ucapnya.
Teddy juga mengutip data Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut total produksi urea nasional adalah sebesar 7,8 juta ton.
Dari data yang sama mencatat kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. "Langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," imbuh Teddy.