- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Presiden Korsel Bantah Isu Bocor Data Nuklir Korut, Sebut Tuduhan Itu Absurd
1/1
TS
taritali
Presiden Korsel Bantah Isu Bocor Data Nuklir Korut, Sebut Tuduhan Itu Absurd
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung lagi-lagi harus buka suara soal isu sensitif yang nyeret hubungan Seoul dan Washington. Kali ini, dia dengan tegas bantah tuduhan bahwa salah satu menterinya membocorkan lokasi fasilitas nuklir Korea Utara berdasarkan intelijen dari Amerika Serikat.
Lee bahkan nyebut tuduhan itu “absurd” alias nggak masuk akal. Menurut dia, lokasi fasilitas pengayaan uranium Korut di Kusong sebenarnya bukan informasi baru atau rahasia banget, karena sudah lama beredar di makalah akademik dan berbagai laporan media.
Masalah ini muncul setelah media Korsel melaporkan bahwa AS mulai membatasi sebagian pembagian intelijen soal Korut ke Seoul. Dugaan awalnya, langkah itu dipicu oleh pernyataan Menteri Unifikasi Chung Dong-young yang sempat menyebut fasilitas Kusong secara terbuka bulan lalu.
Tapi baik Lee maupun Chung sama-sama menolak keras tuduhan itu. Chung bilang klaim soal kebocoran intelijen sama sekali nggak berdasar, bahkan dia mengaku belum pernah menerima laporan resmi soal fasilitas nuklir Korut sejak kembali menjabat. Dia juga menuding oposisi membesar-besarkan situasi seolah hubungan Korsel-AS sedang retak besar.
Dari pihak Amerika sendiri, responsnya masih diplomatis. Pejabat Pasukan AS di Korea cuma bilang mereka tahu soal laporan media itu dan tetap bekerja sama dengan Korsel untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea.
Yang bikin isu ini makin sensitif, situasinya muncul saat Korut terus ngebut mengembangkan program nuklir dan misilnya, sementara perhatian AS lagi terbagi ke konflik Timur Tengah. Jadi sedikit saja ada isu soal intelijen, langsung bisa bikin banyak pihak curiga.
Intinya, Seoul lagi berusaha meredam kesan bahwa ada keretakan besar dengan AS. Tapi kalau isu kayak gini terus muncul, wajar kalau publik mulai bertanya-tanya: ini cuma drama politik dalam negeri, atau memang ada gesekan serius di balik layar?
Sumber: Bloomberg
Lee bahkan nyebut tuduhan itu “absurd” alias nggak masuk akal. Menurut dia, lokasi fasilitas pengayaan uranium Korut di Kusong sebenarnya bukan informasi baru atau rahasia banget, karena sudah lama beredar di makalah akademik dan berbagai laporan media.
Masalah ini muncul setelah media Korsel melaporkan bahwa AS mulai membatasi sebagian pembagian intelijen soal Korut ke Seoul. Dugaan awalnya, langkah itu dipicu oleh pernyataan Menteri Unifikasi Chung Dong-young yang sempat menyebut fasilitas Kusong secara terbuka bulan lalu.
Tapi baik Lee maupun Chung sama-sama menolak keras tuduhan itu. Chung bilang klaim soal kebocoran intelijen sama sekali nggak berdasar, bahkan dia mengaku belum pernah menerima laporan resmi soal fasilitas nuklir Korut sejak kembali menjabat. Dia juga menuding oposisi membesar-besarkan situasi seolah hubungan Korsel-AS sedang retak besar.
Dari pihak Amerika sendiri, responsnya masih diplomatis. Pejabat Pasukan AS di Korea cuma bilang mereka tahu soal laporan media itu dan tetap bekerja sama dengan Korsel untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea.
Yang bikin isu ini makin sensitif, situasinya muncul saat Korut terus ngebut mengembangkan program nuklir dan misilnya, sementara perhatian AS lagi terbagi ke konflik Timur Tengah. Jadi sedikit saja ada isu soal intelijen, langsung bisa bikin banyak pihak curiga.
Intinya, Seoul lagi berusaha meredam kesan bahwa ada keretakan besar dengan AS. Tapi kalau isu kayak gini terus muncul, wajar kalau publik mulai bertanya-tanya: ini cuma drama politik dalam negeri, atau memang ada gesekan serius di balik layar?
Sumber: Bloomberg
jpnnberita memberi reputasi
1
66
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
