- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Ancam Serang Wapres Gibran Jika Kunjungi Dekai
TS
mabdulkarim
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Ancam Serang Wapres Gibran Jika Kunjungi Dekai

21 April, 2026 15:15 NABIRENET
Share
Yahukimo, 21 April 2026 – Kelompok bersenjata yang mengatasnamakan TPNPB-OPM melalui Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan siaran pers pada Selasa, 21 April 2026, terkait rencana kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Yahukimo.
Dalam siaran pers tersebut, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo dilaporkan menyatakan bahwa pasukan mereka telah menerima informasi mengenai kemungkinan kunjungan Wakil Presiden ke Kota Dekai. Kelompok tersebut menyampaikan ancaman akan melakukan serangan apabila kunjungan tersebut benar terjadi.
Selain itu, mereka juga mengklaim telah meningkatkan aktivitas pasukan di sejumlah titik strategis, termasuk area sekitar bandara dan jalur transportasi umum di wilayah tersebut.
Desakan Penyelesaian Konflik Papua
Dalam pernyataan yang sama, pihak TPNPB mendesak pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menyelesaikan akar persoalan konflik bersenjata di Papua.
Mereka menilai bahwa kunjungan pejabat negara ke Papua tidak serta-merta menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama. Kelompok tersebut juga menuntut akses bagi lembaga internasional dan jurnalis asing untuk memasuki wilayah konflik guna memantau situasi secara langsung.
Tuntutan Terkait Pengungsi dan Korban Konflik
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB turut menyebut jumlah warga sipil yang diklaim mengungsi akibat konflik di berbagai wilayah Papua. Mereka meminta pertanggungjawaban pemerintah Indonesia atas kondisi warga sipil yang terdampak konflik bersenjata.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga disebut dalam tuntutan tersebut, khususnya terkait penanganan konflik dan dampak sosial yang terjadi di wilayah Papua.
Konflik bersenjata di Papua sendiri telah berlangsung selama beberapa dekade dan melibatkan berbagai pihak, dengan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial dan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
[Nabire.Net]
https://www.nabire.net/tpnpb-kodap-x...unjungi-dekai/
Wapres Gibran ke Yahukimo usai Insiden Penembakan, Cek MBG Hingga RS

Halimatus Sa, CNBC Indonesia
Selasa, 21/04/2026 14:52 WIB
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja di Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Yahukimo, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Papua dengan mengunjungi Kabupaten Yahukimo pada Selasa (21/4/2026). Yahukimo, yang dikelilingi pegunungan hijau Papua, dikenal sebagai daerah rawan kontak senjata, dengan keberadaan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kunjungan ini penuh risiko, apalagi baru saja terjadi insiden penembakan hanya selang beberapa hari sebelum kedatangan Wapres Gibran. Jurnalis CNBC Indonesia ikut dalam rombongan Wapres Gibran yang terbang dari Timika menuju Yahukimo. Kesan menegangkan sudah terasa sejak seluruh penumpang pesawat diminta mengenakan jaket anti-peluru.
Mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai pada pukul 12.30 WIT, Wapres dan rombongan dikawal ketat pasukan pengamanan militer. Regu penembak juga terlihat ditempatkan di sejumlah titik, mengawasi dari jauh jika ada ancaman keamanan.
Bukan tanpa alasan, pada Januari lalu Wapres terpaksa membatalkan jadwal kunjungannya ke Yahukimo saat detik-detik terakhir sebelum pesawat lepas landas karena alasan keamanan. Pada waktu itu, OPM menembaki pesawat militer dan sipil, hanya beberapa jam sebelum kedatangan Wapres.
Karena itu, kedatangan Wapres Gibran di Yahukimo kali ini dinilai masih sangat berisiko. Meski begitu, agenda kunjungannya tetap normal: mengunjungi sekolah, mengecek Makan Bergizi Gratis (MBG), dan meninjau fasilitas di rumah sakit daerah.

Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja di Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Di Sekolah Kristen Yahukimo, kedatangan Wapres Gibran membuat pihak sekolah kaget. Sebab, tak ada persiapan selayaknya menyambut pejabat.
"Saya tidak tahu Pak Wapres akan ke sini, karena dikabari hanya Pak Felix (red: Felix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua)," ujar Holiek Kobak, Ketua Yayasan Fasilitator Pelayanan Pengharapan.
"Kalau enggak mendadak, enggak ke sini," sahut Wapres Gibran, yang mengenakan mahkota cendrawasih.
"Kita harus ke sini biar program-program pemerintah masuk," sambungnya.
[b[Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, yang menyertai Wapres Gibran, membenarkan ada insiden baku tembak di Yahukimo baru-baru ini. Dia juga menyebut Satgas Cartenz berhasil menangkap pelaku.[/b]
"Kontak tembak itu tidak terlalu besar. Semuanya dalam rangka mengamankan warga negara Indonesia di sini," kata dia.
Meski ada kontak senjata, Djamari memastikan situasi keamanan di Yahukimo masih terkendali. "Upaya (memastikan keamanan) itu sudah dilakukan, sedang dilakukan, dan akan terus dilakukan," tegasnya.
Wapres Gibran Tak Kapok ke Yahukimo

Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyapa para tentara di Koramil 1715/06 Dekai di Yahukimo, Papua, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Menutup kunjungannya, Wapres Gibran menyambangi markas tentara di Komando Rayon Militer (Koramil) 1715/06 Dekai (yang juga sebagai markas Yonif 5 Marinir dan Taipur/Timsus 303 untuk pengamanan wilayah Yahukimo). Dia menyampaikan apresiasi kepada para tentara atas kerja keras mereka melindungi rakyat di daerah yang rawan gangguan keamanan.
"Kalau Yahukimo dan sekitarnya dipastikan aman, otomatis kita bisa bawa program-program ke sini. Terima kasih atas kerja kerasnya."
Wapres Gibran juga berbagi soal pengalamannya kunjungan kerja selama tiga hari di Papua, mulai dari Nabire, Timika, Yahukimo, dan akan dilanjutkan ke Sorong. Dia tak menampik bahwa faktor keamanan membuat kunjungan ke Yahukimo menghadirkan tantangan tersendiri.
"Memang yang paling menantang Yahukimo, tapi saya enggak merasa kapok," ujarnya, sambil berjanji akan kembali ke Yahukimo untuk memastikan pemerataan pembangunan di Papua.
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...-hingga-rs/amp
sayang nggak ke Sinak, Puncak Jaya, tempat terjadinya pelanggaran HAM
MemoryExpress dan itkgid memberi reputasi
2
74
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan