- Beranda
- Komunitas
- News
- SINDOnews.com
Zero HALINAR, Langkah Nyata Rutan Majene Jaga Marwah Pemasyarakatan
TS
rutanemajene
Zero HALINAR, Langkah Nyata Rutan Majene Jaga Marwah Pemasyarakatan

Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene menggelar Apel Deklarasi Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR) di Lapangan Rutan Kelas IIB Majene, Selasa (21/4). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh jajaran dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran, khususnya peredaran handphone ilegal, praktik pungutan liar, serta penyalahgunaan dan peredaran narkoba di dalam rutan.
Apel deklarasi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif seluruh elemen di lingkungan rutan terhadap bahaya dan dampak negatif dari praktik HALINAR. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural, seluruh pegawai, peserta magang, serta warga binaan sebagai bentuk keterlibatan aktif seluruh unsur dalam mendukung terciptanya lingkungan rutan yang aman dan kondusif.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, dalam amanatnya menegaskan bahwa petugas pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga sikap disiplin, integritas, dan profesionalisme harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga menekankan bahwa HALINAR merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak tatanan pembinaan serta mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial atau kegiatan formalitas semata, tetapi merupakan komitmen nyata yang harus kita implementasikan dalam setiap aspek pelaksanaan tugas sehari-hari. Kita semua memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk memastikan tidak ada lagi ruang bagi peredaran handphone ilegal, praktik pungutan liar, maupun penyalahgunaan narkoba di dalam rutan. Integritas adalah fondasi utama, dan tanpa itu, sistem pemasyarakatan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan bebas HALINAR sangat bergantung pada sinergi, konsistensi, serta komitmen bersama dari seluruh jajaran. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan internal yang berkelanjutan serta keberanian untuk saling mengingatkan apabila ditemukan potensi pelanggaran.
“Kunci keberhasilan kita terletak pada konsistensi dalam menjalankan aturan serta pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus. Jangan pernah ada kompromi terhadap pelanggaran sekecil apa pun. Saya berharap seluruh jajaran dapat menjadi contoh yang baik, saling mengingatkan, dan menjaga komitmen ini secara bersama-sama, sehingga Rutan Majene dapat menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) percontohan yang benar-benar bersih dari HALINAR,” tambahnya.
Sementara itu, Jabatan Fungsional (JF) Pembina Keamanan Pemasyarakatan (PKP), Ichsanulhaqq, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya pelanggaran di dalam rutan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan terukur melalui berbagai strategi yang telah dirancang.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas pengawasan, baik melalui pelaksanaan razia rutin maupun insidental, serta optimalisasi fungsi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, kami juga akan memperkuat koordinasi antarpetugas serta memanfaatkan berbagai metode pengawasan yang efektif guna memastikan lingkungan rutan tetap kondusif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan upaya pemberantasan HALINAR tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari warga binaan. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam menjaga ketertiban menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat.
“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Hindari segala bentuk pelanggaran dan mari bersama-sama menciptakan suasana yang mendukung proses pembinaan. Dengan adanya kesadaran bersama, maka tujuan pemasyarakatan untuk membentuk pribadi yang lebih baik dapat tercapai secara optimal,” jelasnya.
Di sisi lain, salah seorang warga binaan, Safri, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan deklarasi tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga binaan.
“Kami sebagai warga binaan sangat mendukung adanya deklarasi ini karena memberikan harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih baik, bersih, dan tertib. Dengan tidak adanya narkoba maupun pelanggaran lainnya, kami dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih fokus dan tenang. Kami juga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan agar suasana rutan tetap kondusif dan mendukung perubahan ke arah yang lebih positif,” ujarnya.
Melalui kegiatan Apel Deklarasi Zero HALINAR ini, Rutan Majene menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari segala bentuk pelanggaran, guna mendukung tercapainya tujuan pembinaan yang optimal.
IMIPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)
0
10
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan