Pengamat Militer Sarankan Prabowo Bikin Kabinet Perang
Dzikry Subhanie Senin, 20 April 2026 - 17:16 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Foto/Aldhi Chandra Setiawan A A A
JAKARTA - Pengamat militer Selamat Ginting menyarankan Presiden Prabowo Subianto membentuk 'kabinet perang'. Kondisi perang di Timur Tengah yang berdampak ke seluruh dunia menuntut dibentuknya kabinet perang tersebut.
Isu reshuffle kabinet timbul tenggelam belakangan ini. Pada 7 April 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bicara terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih. "(Soal reshuffle) tunggu aja,” ucap Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ketika ditanya apakah reshuffle tersebut akan dilakukan bulan ini, Teddy menyebutkan, Presiden Prabowo yang akan memberikan penjelasan. “Nanti Bapak Presiden yang ceritakan,” ujarnya.
Namun, dua pekan berlalu, isu reshuffle kabinet belum juga terjadi. Di tengah isu reshuffle tersebut dan kondisi perang Timur Tengah, Selamat Ginting memberikan saran kepada Prabowo untuk membentuk kabinet perang.
"Kondisi kita sekarang adalah kondisi perang. Jangan dibilang tidak kondisi perang. Karena itu, Presiden menurut saya kalau perlu membuat semacam kabinet (seperti) dulu era Soekarno, Kabinet Dwikora, kan perang itu, karena ada tujuan, 'Ganyang Malaysia'," ujar Selamat Ginting saat syuting podcast atau siniar To The Point Aja, dikutip Senin (20/4/2026).
Ginting menambahkan, "Reshuffle kabinet, bikin kabinetnya seperti kabinet perang. Sudah harus begitu. Makanya TNI turun untuk nangani pangan, nangani bencana segala macam. Sekarang kita harus berpikir, jangan membuat dikotomi lagi."
Seperti apa kabinet perang yang dimaksud Selamat Ginting? Siapa saja menteri yang seharusnya kena reshuffle? Saksikan To The Point Aja di YouTube SindoNews, Senin (20/4/2026) pukul 19.00 WIB. (zik)