- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bobibos Diserbu Penipu Berkedok Kemitraan di Tengah Proses Uji Jalan ESDM
TS
aleksandronesta
Bobibos Diserbu Penipu Berkedok Kemitraan di Tengah Proses Uji Jalan ESDM
Quote:
Bobibos Diserbu Penipu Berkedok Kemitraan di Tengah Proses Uji Jalan ESDM
Oleh: Katarina ErlitaJumat 17 Apr 2026, 21:12 WIB

Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
AYOJAKARTA.COM - Pengembangan bahan bakar nabati Bobibos tengah memasuki fase krusial setelah mendapat perhatian dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Namun di tengah proses tersebut, muncul persoalan serius mengenai maraknya oknum penipu yang mencatut nama Bobibos untuk menawarkan kemitraan hingga penjualan bahan bakar palsu.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) ESDM sebelumnya menegaskan bahwa Bobibos wajib menjalani uji jalan sebelum bisa dipasarkan secara luas.
Pengujian ini akan difokuskan pada kendaraan roda dua dan roda empat guna memastikan performa, efisiensi, serta keamanan bahan bakar berbasis jerami tersebut.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Dirjen Migas, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa setiap inovasi energi harus melewati proses verifikasi ketat.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa klaim produsen tidak hanya bersifat internal, tetapi juga terbukti secara ilmiah di lapangan.
“Uji jalan akan dilakukan pada mobil dan motor. Ini menjadi fokus utama sebelum masuk tahap komersial,” ujar Laode.
Untuk mempercepat proses, pemerintah telah membentuk tim teknis yang dipimpin Noor Arifin Muhammad.
Tim ini bertugas menyusun parameter pengujian, mulai dari efisiensi bahan bakar, emisi, hingga stabilitas penggunaan dalam berbagai kondisi.
Namun, di saat proses teknis masih berjalan, Bobibos justru menghadapi tantangan lain.
Melalui akun resminya, pihak Bobibos mengungkap adanya penipuan yang beredar melalui media sosial dan pesan WhatsApp.
Modusnya berupa penawaran pembelian BBM hingga pembukaan kemitraan palsu dengan harga tertentu.
Dalam pesan yang beredar, pelaku bahkan mencantumkan format pemesanan lengkap beserta tautan aplikasi.
Padahal, pihak Bobibos menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum melakukan penjualan maupun membuka kemitraan di Indonesia.
Founder Bobibos, Iklas Thamrin, sebelumnya menyatakan bahwa produk mereka masih dalam tahap pengujian resmi pemerintah. Artinya, seluruh klaim penjualan yang beredar dipastikan tidak valid.
“Awas hoaks, kami belum melakukan jual beli apapun, apalagi open kemitraan,” tulis pernyataan resmi Bobibos melalui postingan di media sosial Instagram pada Jumat, 17 April 2026.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengunduh aplikasi atau mengklik tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Bobibos karena berpotensi menjadi pintu masuk penipuan digital.
Di sisi lain, pengembangan Bobibos tetap menyimpan potensi besar. Dengan bahan baku jerami, inovasi ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru di sektor pertanian sekaligus menekan ketergantungan impor BBM.
Meski demikian, proses uji jalan dan kelengkapan regulasi tetap menjadi kunci utama.
Tanpa hasil uji yang valid dan izin resmi, Bobibos belum dapat dipasarkan secara luas.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa di tengah inovasi energi yang menjanjikan, literasi publik dan kewaspadaan terhadap penipuan digital menjadi hal yang tak kalah penting.***
Nah kan justru Bobibos sekarang dirugikan
Bukan Bobibos yang merugikan
Buat yang tukang nyinyirin Bobibos nih
Sebutkan satu nama orang Indonesia yang dirugikan akibat Bobibos ini?
ikurniawan75 memberi reputasi
1
155
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan