- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- Film Indonesia
Bukan Sekadar Horor, ‘Songko’ Angkat Martabat Cerita Daerah ke Level Baru
TS
ghaliez
Bukan Sekadar Horor, ‘Songko’ Angkat Martabat Cerita Daerah ke Level Baru

Industri film horor Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran “Songko”, namun film ini datang dengan pendekatan yang berbeda. Bukan sekadar menghadirkan teror dan jumpscare, Songko justru membawa sesuatu yang lebih dalam mengangkat cerita daerah ke level yang lebih serius, autentik, dan berkelas.
Diangkat dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, Songko menjadi salah satu contoh bagaimana kisah lokal yang selama ini hidup dari mulut ke mulut bisa diterjemahkan ke dalam medium sinema dengan pendekatan yang matang. Mulai dari riset budaya, pemilihan lokasi, hingga keterlibatan talenta lokal, semuanya dilakukan untuk menjaga keaslian cerita.
Langkah ini pun menjadi sinyal bahwa horor Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih kuat secara naratif, tidak hanya mengandalkan elemen menakutkan, tetapi juga kedalaman cerita.
Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, menegaskan bahwa sejak awal, Songko memang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar film horor. “Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa. Lewat Songko, kami ingin menunjukkan bahwa horor bisa menjadi medium untuk mengangkat identitas budaya, bukan hanya sekadar hiburan,” ujar Whisnu.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam film ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan cerita yang autentik. “Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan bahwa cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat. Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut,” lanjutnya.
Respon publik pun mulai terlihat sejak materi promosi hingga trailer film ini dirilis. Di media sosial, banyak netizen yang mengapresiasi pendekatan berbeda yang diambil oleh Songko. Salah satu netizen menulis, “jarang jarang nih horror daerah tapi sinematografinya cukup meyakinkan.”@athalla _kukuuuu.
Komentar lain juga menyoroti kekuatan atmosfer yang terasa lebih “lokal” dan autentik, “aku sedikit takage dengar logat campur2. Mar aku bangga.”@gladystumimbang
Tak sedikit pula yang berharap film ini bisa membuka jalan bagi cerita-cerita daerah lain untuk ikut diangkat ke layar lebar.” Bagus sih Depe Bahasa khas sulut, drg translate ke Bahasa baku Indonesia”@ofcmahesa
Fenomena ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia mulai mencari sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan instan. Ada kebutuhan untuk melihat cerita yang dekat dengan budaya sendiri, namun dikemas dengan kualitas sinematik yang tinggi.
Dengan pendekatan yang menggabungkan horor, budaya, dan kedalaman cerita, Songko berpotensi menjadi salah satu tonggak baru dalam perkembangan film horor Indonesia.
Bukan hanya menghadirkan rasa takut tetapi juga membawa cerita daerah ke panggung yang lebih luas. Dan jika langkah ini berhasil, Songko mungkin bukan sekadar film. Melainkan awal dari gelombang baru dalam industri perfilman Indonesia.
Dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, film Songko tayang diseluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 23 April 2026.
0
18
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan