- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Review Iklan Terseram Yang Pernah Tayang Di Indonesia
TS
aurora..
Review Iklan Terseram Yang Pernah Tayang Di Indonesia

Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam GanSist semuanya!

Di thread ini, Miss Rora mau me-review salah satu iklan layanan masyarakat yang menurut gue pribadi termasuk iklan paling gore yang pernah tayang di TV Indonesia, khususnya di era sekitar 2010–2011
. Mohon maaf nggak ada videonya, karena memang videonya sangaaaat sulit buat dicari di y*ut*be
.Waktu itu Miss Rora masih umur 10 tahun, masih SD, dan jujur aja, momen nonton TV itu masih jadi rutinitas harian. Nah, di antara tayangan kartun, sinetron, dan acara keluarga, tiba-tiba muncul sebuah iklan yang suasananya beda banget. Bukan iklan ceria, bukan iklan edukatif yang ringan, melainkan iklan yang langsung menyerang secara visual dan psikologis.
Iklan ini adalah hasil kerja sama antara sebuah perusahaan jamu di Indonesia (tidak perlu disebutkan namanya) dan IDI, dengan tujuan utama yaitu mengedukasi masyarakat supaya tidak menunda pengobatan.
Secara konsep, niatnya jelas bagus, tetapi secara eksekusi, menurut Miss Rora sendiri ini gore banget.
Narasi dan Visualisasi Iklannya
Kalimatnya simpel, tetapi disampaikan dengan nada serius dan agak dingin.
Quote:
Kalimatnya mungkin terdengar biasa, tetapi masalahnya bukan di teks. Masalahnya ada di visualisasinya.
1) Kanker Mata
Di adegan pertama, ada seorang pria paruh baya. Awalnya terlihat normal. Namun, di dekat mata kanannya ada semacam kutil kecil.
Terus, kamera zoom in dan di sinilah mulai terasa nggak nyaman.
Kutil itu divisualisasikan berkembang jadi sesuatu yang lebih serius, yaitu daging putih pucat yang tumbuh di area bola mata. Bukan sekadar efek make-up biasa, melainkan benjolan yang dibuat dengan cukup detail sampai kelihatan teksturnya.
Buat anak kecil? Ini jelas bukan tontonan yang “ramah”.
2) TBC
Adegan ini dimulai dari sesuatu yang super sederhana, yaitu gelas air minum jatuh dan pecah, terus cut ke seorang penderita TBC yang lagi duduk di kamar.
Pria muda itu batuk, awalnya batuk biasa.
Namun, kemudian, intensitas batuknya naik dan tiba-tiba dia muntah darah ke telapak tangannya.
Yang bikin banyak orang nggak nyaman adalah visualnya cukup eksplisit. Warna dan tekstur darah dibuat terlalu realistis.
Gue sendiri waktu itu masih kecil, tetapi entah kenapa gue tenang-tenang saja. Mungkin, karena waktu itu gue belum terlalu paham detail medisnya. Namun, gue sangat bisa ngerti kenapa banyak orang (terutama yang takut darah) langsung mual bahkan sampai muntah setelah nonton bagian ini.
3) Hidrosefalus
Bagian terakhir ini menampilkan beberapa bayi dengan kondisi kepala membesar (hidrosefalus).
Visualnya nggak termasuk jumpscare atau semacamnya, tetapi tetap bikin tidak nyaman karena jumlah bayinya banyak dan semuanya dalam kondisi yang sama.
Pesan yang ingin disampaikan memang jelas, yaitu pentingnya pemeriksaan kehamilan sejak dini.
Mengapa Iklan Ini Kontroversial?
Menurut Miss Rora sendiri, ada beberapa alasan mengapa iklan ini jadi “terseram”:
1) Tayang di jam bebas (bahkan di siang hari)
Ini yang paling krusial. Anak-anak bisa dengan mudah melihatnya.
2) Visualnya terlalu realistis untuk konsumsi umum
Dalam dunia kesehatan, visual seperti ini biasanya digunakan untuk edukasi tenaga medis, bukan publik luas.
3) Tidak ada peringatan sebelumnya
Tiba-tiba muncul, tanpa peringatan “konten sensitif” atau semacamnya.
Sedikit Sudut Pandang Ilmiah
Secara ilmiah, sebenarnya pesan dari iklan ini valid.
1) Lesi di sekitar mata memang bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti tumor (meskipun tidak semua kutil berbahaya).
2) TBC yang tidak diobati memang bisa menyebabkan komplikasi berat, termasuk hemoptisis (batuk darah).
3) Hidrosefalus pada bayi memang bisa dicegah atau diminimalkan risikonya dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin.
Namun, cara penyampaian yang benar itu penting.
Menurut penelitian dari WHO, komunikasi kesehatan ke masyarakat harus mempertimbangkan risiko psikologis, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Selain itu, penelitian dalam jurnal Health Education Research menunjukkan bahwa pendekatan berbasis menakut-nakuti memang bisa meningkatkan kesadaran, tetapi kalau terlalu ekstrem, justru bisa menyebabkan avoidance behavior (orang malah menghindari pesan tersebut karena terlalu tidak nyaman (Witte & Allen, 2000).
Pengalaman Miss Rora Pribadi
Jujur, Miss Rora sendiri waktu itu biasa-biasa saja. Miss Rora tetap makan biasa, tidur normal, dan nggak sampai muntah-muntah atau mimpi buruk.
Namun, gue ingat banget reaksi orang-orang sekitar, ada teman sekelas gue di SD yang langsung nutup mata, ada teman gue yang bilang nggak bisa makan setelah lihat adegan TBC itu, bahkan ada adik kelas gue di SD yang cerita ke orang tuanya karena takut sakit.
Dari situ, gue mulai sadar, ternyata respon orang terhadap visual medis itu beda-beda, terutama orang yang punya fobia darah (hematofobia) atau fobia terhadap penyakit.
Refleksi Versi Miss Rora Dewasa
Kalau dilihat sekarang, sebagai orang yang sudah lebih dewasa, Miss Rora bisa bilang kalau niat iklan ini bagus dan data medisnya nggak salah, tetapi penerapannya kurang mempertimbangkan aspek psikologis publik.
Edukasi kesehatan itu penting, tetapi harus tetap proporsional, karena kalau terlalu ekstrem, yang terjadi bukan kesadaran, melainkan justru trauma.
PENUTUP
Buat GanSist yang hidup di era itu, kemungkinan besar pernah lihat iklan ini minimal sekali di TV.
Pertanyaannya sekarang, GanSist termasuk yang biasa aja, atau yang sampai takut banget setelah nonton iklan ini?
Diskusinya santai saja, tetapi harus tetap beretika ya
. Quote:
@aldo12 @kakekane.cell @itkgid
Diubah oleh aurora.. 24-04-2026 16:42
exmiyon007 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
332
12
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan