Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI
April 18, 2026 in Rilis Pers Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak
Kepala Komas HAM perwakilan Papua saat menemui Anite Telenggen (17 tahun), salah satu korban luka tembak dari Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Jayapura, Papua - Dok. Komas HAM perwakilan Papua

0
Jayapura, Jubi – Kepala kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Komnas HAM RI perwakilan Papua, Frits Ramandey menyatakan salah satu korban luka tembak di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Anite Telenggen (17 tahun) mengaku terluka karena ditembak TNI.
Ramandey mengatakan, pengakuan itu disampaikan Anite Telenggen yang sedang hamil enam bulan, saat tim Komnas HAM perwakilan Papua menemuinya.

Anite Telenggen mengalami luka di bagian leher, dan kini sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Jayapura, Papua.

“Korban luka di leher seorang perempuan yang sedang mengandung enam bulan, yang ditemui tim Komnas HAM mengaku bahwa dirinya ditembak di Kampung Kembru [Distrik Kembru, Kabupaten Puncak] di depan honai, dan melihat aparat TNI memegang senjata, menggunakan sergam loreng,” kata Frits Ramandey melalui siaran pers tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Ramandey, korban juga mengaku mendegar suata pesawat dan bunyi rentetan tembakan. Setelahnya itu dia temui oleh seorang anggota TNI di dalam honai dan meminta untuk foto sebagai laporan. Anite Telenggen kemudian dijemput oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dari Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada 15 April 2026.

Korban kemudian dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia di ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, bersama korban lainnya untuk menjalani perawatan medis.

Sebelumnya, sembilan warga sipil dilaporkan tewas tertembak dan beberapa lainnya mengalami luka tembak, saat aparat keamanan melakukan operasi militer pada beberapa kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak pada 14 April 2026.

Frits Ramandey mengatakan Komnas HAM juga menerima pengaduan tentang rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi di Distrik Pogama dan Distrik Kembru Kabupaten Puncak, pada 14-15 April 2026, yang menyebabkan jatuhkan korban jiwa dan korban luka.

Katanya, Komnas HAM RI perwakilan Papua pun berkordinasi dengan Komnas HAM RI di Jakarta, untuk merespons pengaduan adanya dugaan kekerasan itu.

“Untuk tahap awal di lakukan kordinasi penaganan kasus dengan korban serta berbagai pihak di Kabupaten Puncak dan pemerintah Provinsi Papua Tengah,” ucapnya.

Temuan awal Komnas HAM lanjut Ramandey, adanya dugaan kontak tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dengan Satgas TNI di Pogama pada 13 April 2026. Satgas TNI kemudian melakukan operasi lanjutan di Pogama dan Kampung Kembru, Distrik Kembru pada 14 April 2026, dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Namun tim kordinasi penanganan kasus penembakan di Pogama dan Kembru, belum bisa mendapat informasi apakah ada korban dari jiwa dari kalangan warga sipil, TPNPB atau pihak TNI saat kontak tembak pada 13 April 2026.

“Tim hanya bisa mengkonfirmasi korban luka-luka sementara yang ada di Rumah Sakit Mulia,” ujar Ramandey.

Frits Ramandey meminta Panglima TNI memberikan penjelasan tentang keberadaan Satgas Rajawai dan Satgas Pamtas 600 TNI yang bertugas di wilayah Puncak, tentang pengunaan senjata dari helikopter, dron yang di arahkan ke wilayah pemukiman warga sipil di Pogama dan Kembru.

Selain itu, Komnas HAM perwakilan Papua meminta Panglima TNI segerah menata dan memberikan pembekalan yang cukup, bagi setiap satgas TNI yang akan bertugas di wilayah Tanah Papua.

“Komnas HAM RI perwakilan Papua juga berterima kasih kepada forkopimda Papua Tengah yang dipimpin Gubernur cumi Nawipa, karena telah melihat korban luka yan dirawat di RSUD Mulia dan membentuk tim gabungan mencari korban lain di Pogama dan Kembru,” kata Ramandey. (*)

https://jubi.id/rilis-pers/2026/sala...-ditembak-tni/




Bocah Tewas Ditembak di Papua, TNI: Tidak Ada Keterlibatan Prajurit!

Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 18 April 2026 |16:02 WIB
Bocah Tewas Ditembak di Papua, TNI: Tidak Ada Keterlibatan Prajurit!
Bocah Tewas Ditembak di Papua, TNI: Tidak Ada Keterlibatan Prajurit!
A
A
A
Share
Share on mail

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menanggapi laporan bocah tewas tertembak di Kampung Jigiunggi, Puncak, Papua Tengah. TNI memastikan tidak ada aktivitas prajurit di kampung itu saat peristiwa anak itu ditemukan tewas.



Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna menjelaskan laporan tewasnya seorang anak di Kampung Jigiunggi diterima dari Kepala Kampung, Venius Walia. TNI kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

"TNI menegaskan bahwa tidak ada aktivitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut," ujar Wirya Sabtu (18/4/2026).

Sementara itu, pada hari yang sama, TNI melakukan operasi di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua. Operasi dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melakukan patroli dan pengecekan hingga terjadi kontak tembak dengan OPM. Dalam peristiwa itu, empat orang dari kelompok bersenjata tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Wirya menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan karena terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda. "Peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan," tegasnya.

Oleh karena itu, klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar. TNI, kata dia, berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan transparan.
"TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkasnya.

https://news.okezone.com/read/2026/0...jurit?page=all


kejadian kemungkinan Satgas Habema kontak senjata dengan KKB tapi banyak warga sipil termasuk ibu hamil dan anak kena tembakan.


waloniAvatar border
captain.morgannAvatar border
captain.morgann dan waloni memberi reputasi
2
67
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan