Pangan Aman Jadi Kunci Dukung Visi Indonesia Emas 2045

: Istimewa
Oleh MC PROV RIAU, Kamis, 16 April 2026 | 20:37 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 61
Pekanbaru, InfoPublik – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Alex Sander, menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan memiliki peran strategis dalam perlindungan masyarakat serta peningkatan kualitas hidup dan daya saing.
Menurutnya, pengawasan tersebut merupakan kebutuhan dasar yang berisiko tinggi apabila tidak dikelola secara baik.
“Pengawasan obat dan makanan merupakan kebutuhan dasar yang penting serta memiliki risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik,” ujar Alex di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, cakupan pengawasan obat dan makanan sangat luas sehingga memerlukan sistem pengawasan yang kuat dan terintegrasi.
Pemerintah, lanjutnya, telah memberikan mandat kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2017 untuk menyelenggarakan tugas pengawasan sesuai peraturan perundang-undangan.
Dalam upaya membangun sistem yang kuat dan berintegritas, Badan POM juga perlu memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Keterlibatan aktif pemerintah daerah sangat penting karena menjadi bagian dari sistem pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” katanya.
Alex menambahkan, keamanan pangan merupakan aspek fundamental bagi kesehatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut Program Kabupaten/Kota Pangan Aman sebagai salah satu inisiatif Badan POM untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan.
“Program ini mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui masyarakat yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui program tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan.
Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan penyuluhan keamanan pangan di daerah serta memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dalam pengawasan.
Alex berharap seluruh kabupaten/kota di wilayah kerja BBPOM Pekanbaru dapat mengikuti penilaian mandiri Program Kabupaten/Kota Pangan Aman sesuai ketentuan, serta mampu mengatasi berbagai kendala dalam pengawasan obat dan makanan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik untuk pengawasan obat dan makanan secara optimal.
“Kami berharap pengelolaan DAK nonfisik dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.
(Mediacenter Riau/mcy)