Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji
Jumat, 17 April 2026 | 19:03 WIB
EM
H
Penulis: Erfan Maruf | Editor: HE

Indonesia melakukan ekspor beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp 38 miliar ke Arab Saudi (Istimewa)
Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia melakukan ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp 38 miliar ke Arab Saudi. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
Ekspor beras ke Arab Saudi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215.000 jemaah haji Indonesia. Ke depan, potensi pasar dinilai masih sangat besar, mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia (mukimin) yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, ekspor ini menjadi bukti kuatnya produksi dan stok beras nasional.
“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini momentum yang baik karena produksi kita meningkat. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Amran, Jumat (17/4/2026).
Selain ekspor, pemerintah juga menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan beras ke Palestina. Bantuan sebanyak 10.000 ton tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Dari sisi produksi, kinerja sektor pertanian nasional menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 meningkat 4,07 juta ton atau 13,29%, didukung oleh perluasan lahan panen dan kebijakan penguatan sektor pertanian.
Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Ketersediaan beras nasional juga diperkuat oleh stok di masyarakat dan sektor HoReCa (hotel, restoran, dan katering) yang mencapai sekitar 12 juta ton. Selain itu, potensi produksi dari standing crop diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Dengan kondisi tersebut, pasokan beras nasional dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.