- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Raja Sawit Dunia
TS
aleksandronesta
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Raja Sawit Dunia
Quote:
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Raja Sawit Dunia
Jumat, 17 April 2026 | 19:34 WIB
EM
H
Penulis: Erfan Maruf | Editor: HE

Nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$ 4,69 miliar. (Istimewa)
Jakarta, Beritasatu.com – Kinerja ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya kembali menunjukkan tren positif pada awal 2026, memperkuat posisi Indonesia sebagai raja sawit dunia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$ 4,69 miliar. Angka ini meningkat 26,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3,71 miliar.
Tidak hanya dari sisi nilai, volume ekspor juga mengalami kenaikan signifikan. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.
Kinerja ekspor ini didukung oleh peningkatan produksi nasional. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), produksi CPO sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton atau naik 7,26% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, total produksi CPO dan palm kernel oil (PKO) mencapai 56,55 juta ton atau tumbuh 7,18%.
Dari sisi perdagangan, ekspor produk sawit sepanjang 2025 juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Volume ekspor mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51%, dengan nilai mencapai US$ 35,87 miliar atau melonjak 29,23% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan ekspor sawit tidak terlepas dari strategi hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Menurutnya, potensi terbesar ada pada pengembangan produk turunan bernilai tambah.
“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60% pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ujar Mentan Amran, Jumat (17/4/2026).
Saat ini, Indonesia merupakan produsen dan eksportir sawit terbesar di dunia. Selain CPO mentah, berbagai produk turunan seperti minyak goreng, biodiesel, serta bahan baku industri makanan dan kosmetik semakin mendominasi pasar ekspor.
Tren ini menunjukkan pergeseran dari ekspor bahan mentah menuju produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Nyawit adalah kunci
0
121
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan