Kaskus

Hobby

gtrapumaAvatar border
TS
gtrapuma
Realitas Evolusioner
Realitas Evolusioner


Seorang filsuf Yunani Kuno, Heraclitus pernah berkata bahwa semua hal di dunia ini berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Aku yang ada saat ini berbeda dari aku yang kemarin. Hari ini, aku telah mengalami hal-hal yang belum pernah dialami oleh aku yang kemarin.

Plotinus menggagas suatu ide tentang emanasi. Semua realitas pada hakikatnya satu. Realitas ini terpancar dari Sang Sumber yang murni, sempurna, dan tidak terjangkau oleh akal pikiran manusia. Sang Sumber melimpahkan diri-Nya menjadi realitas-realitas yang lebih rendah. Semakin jauh dari-Nya, semakin jauh realitas tersebut dari keilahian yang murni dan sempurna. Realitas yang berada jauh dari keilahian bergerak kembali menuju yang ilahi, termasuk di dalamnya manusia.

Whitehead membawa kedua ide tersebut ke dalam ide baru yang umum dikenal sebagai teologi proses. Tuhan itu transenden sekaligus imanen. Alam semesta merupakan bagian dari Tuhan itu sendiri. Tuhan meliputi segalanya. Tuhan tidak berubah dalam transendensinya, tetapi berubah dalam imanensinya. Tuhan sempurna secara potensial dalam transendensinya, tetapi tidak sempurna secara aktual. Potensi-potensi ini terwujud dalam alam semesta ruang-waktu.

Alam semesta yang terlihat tampak tidak sempurna, tetapi Whitehead yakin bahwa alam semesta bergerak menuju kesempurnaan. Tuhan sudah, sedang, akan terus bekerja di alam semesta sampai semua potensinya terwujud secara sempurna. Manusia, sebagai rekan kerja Tuhan, ikut serta dalam membuat alam semesta menjadi semakin sempurna melalui pilihan-pilihan yang mereka pilih sesuai dengan kehendak bebas mereka masing-masing.

Buku Urantia mengelaborasi gagasan-gagasan tersebut ke dalam suatu filsafat ketuhanan yang kompleks. Deitas Trinitas Firdaus yang esa, yaitu Bapa Semesta, Putra Kekal, dan Roh Tanpa Batas adalah sempurna dalam kekekalan. Mereka tidak berubah. Namun, Tuhan Sang Mahatinggi, manifestasi Bapa Semesta dalam alam semesta ruang-waktu berevolusi menjadi semakin sempurna. Dia mendapatkan kepribadian dari Bapa Semesta. Hanya Trinitas Firdaus yang mengenali kepribadian-Nya. Kepribadian ini akan mewujud di alam semesta ruang-waktu ketika alam semesta ini sempurna, ketika semua makhluk menjalankan kehendak Bapa Semesta, ketika dunia mencapai kondisi terang dan hidup.

Tuhan Sang Mahatinggi sedang menjadi nyata dalam diri Tujuh Roh Master, Yang Purba Harinya, dan Putra Pencipta Alam Semesta Lokal, tingkatan terbawah dari Tuhan Lipat Tujuh untuk makhluk-makhluk penaik seperti manusia. Para Tuhan Alam Semesta Ruang-Waktu dan makhluk evolusioner berevolusi bersama-sama dengan Tuhan Sang Mahatinggi. Evolusi ini akan semakin sempurna dalam penganugerahan Putra Pencipta, seperti yang terjadi pada Yesus dari Nazaret dan aksi yang dilakukan oleh makhluk evolusioner yang berjalan dalam Kehendak Bapa Semesta. Efek penganugerahan Putra Pencipta dalam dunia evolusioner bernilai besar dalam menjadikan Sang Mahatinggi menjadi nyata dalam alam semesta Ruang-Waktu jika dibandingkan dengan seorang manusia yang melakukan kehendak-Nya. Nilai ini akan semakin besar jika semua manusia dalam suatu planet melakukan kehendak Bapa Semesta dan mencapai tahap terang dan hidup.

Penjelasan Whitehead dan Buku Urantia menunjukkan bahwa manusia adalah rekan kerja Tuhan. Manusia diberikan kehendak bebas untuk ikut serta menciptakan dunia menjadi semakin sempurna. Cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan kehendak Bapa Semesta.

Buku tersebut juga mengungkapkan takdir abadi manusia dalam mengelola dan mengembangkan alam semesta ruang-waktu. Apabila manusia terus menerus melakukan kehendak Bapa, dia akan dilebur dengan Pelaras Pikiran, Pecahan Bapa Semesta yang mendiami diri setiap manusia. Manusia yang dilebur akan menjalani takdir yang abadi ini.

Saya sendiri yakin tentang keberadaan Tuhan Ruang-Waktu yang berevolusi. Saya percaya bahwa dunia sedang berevolusi menjadi semakin sempurna, semakin mendekati keilahian. Keilahian sendiri dapat dipahami oleh manusia sebagai kebenaran, kebaikan dan keindahan.

Alam semesta akan semakin sempurna jika makhluk evolusioner semakin banyak mengetahui fakta tentang segala yang ada secara akurat sebagai parameter kebenaran. Alam semesta akan semakin sempurna jika makhluk evolusioner semakin mengasihi sesama secara bijaksana dengan penuh kekuatan sebagai parameter kebaikan. Alam semesta akan semakin sempurna jika makhluk evolusioner semakin membuat dunia tempat mereka tinggal menjadi indah sebagai parameter keindahan. Kemajuan peradaban adalah suatu keniscayaan jika manusia di planet bumi dapat memperjuangkan ketiga hal tersebut, yaitu pengetahuan, moralitas, dan estetika.

Hamemayu hayuning bawana 🌲
0
10
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan