Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Dua Pejuang Tangguh Berpulang, TPNPB Umumkan Duka Nasional

Dua Pejuang Tangguh Berpulang, TPNPB Umumkan Duka Nasional
Penulis Suara Papua -16 Apr 2026, 5:28 WP019

Dua prajurit tangguh TPNPB, Kapten Yerman Telenggen dan Brigjen Yohanis Werare, meninggal dunia dan resmi diumumkan duka nasional. (Dok. Komnas TPNPB)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Manajemen markas pusat komando nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengumumkan duka nasional atas wafatnya dua prajurit tangguh: Kapten Yerman Telenggen dan Brigadir Jenderal Yohanis Werare.

Dalam siaran persnya, Rabu (15/4/2026) malam, juru bicara TPNPB Sebby Sambom menjelaskan, Kapten Yerman Telenggen meninggal dunia pada Senin (13/4/2026) di wilayah Nduga. Kapten Yerman diduga digigit ular saat ada di lokasi tugas, hal itu berdasarkan laporan dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.

“Manajemen markas pusat komandi nasional TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan di Ndugama Derakma terkait wafatnya Kapten Yerman Telenggen,” tulisnya.

Almarhum Yerman Telenggen adalah bagian dari TPNPB sejak periode kepemimpinan sebelumnya dan tahun 2018 aktif dalam berbagai aktivitas organisasi, termasuk dalam dinamika konflik bersenjata di wilayah Nduga.

Dikutip dari data diri, Yerman Telenggen lahir di Tobonggom pada 28 Mei 1987 dan wafat di usia 39 tahun. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Berita duka berikutnya, Brigjend Yohanis Werare, kepala staf intelijen pusat markas Victoria, juga dilaporkan meninggal dunua pada Senin (13/4/2026) sekitar Pukul 18.00 di kediamannya di distrik Skanto, kabupaten Keerom.

Kata Sebby, berpulangnya dua prajurit terbaik itu, seluruh pasukan TPNPB diminta mengibarkan bendera Bintang Kejora setengah tiang selama tiga hari untuk menghargai dan menghormati jasa dan perjuangannya selama di medan perang melawan aparat militer Indonesia demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.

Sebagai bentuk penghormatan, TPNPB menyatakan duka nasional bagi seluruh pasukan TPNPB di berbagai wilayah.

“Atas pengorbanan dan pengabdiannya demi bangsa dan tanah air West Papua, almarhum Yerman Telenggen dan Brigjen Yohanis Werare rela memberikan nyawa dan seluruh hidupnya untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dengan banyak memimpin pasukan TPNPB dalam menyukseskan agenda perjuangan bangsa Papua.”

Pernyataan tersebut juga menyerukan kepada seluruh anggota untuk tetap menjaga soliditas organisasi perjuangan kemerdekaan West Papua. []

https://suarapapua.com/2026/04/16/du...duka-nasional/





TPNPB dan aparat keamanan saling tuduh serang permukiman warga sipil di Puncak
Dua Pejuang Tangguh Berpulang, TPNPB Umumkan Duka Nasional
April 16, 2026 in Rilis Pers Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Kabupaten Puncak
Ilustrasi Kota Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua Tengah - Diskominfo Kabupaten Puncak

0

Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat keamanan saling tuduh, melakukan penyerangan terhadap permukiman warga di Kabupaten Puncak, Papua Tengah sejak 13 April 2026.
Manajemen markas pusat Komnas TPNPB menyatakan, telah menerima laporan pasukan TPNPB dari markas Ilaga, Kabupaten Puncak bahwa militer Indonesia menggunakan empat unit helikopter melakukan operasi udara dan serangan bom dari udara di Kampung Guamo, Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak sejak Senin (13/42026).

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengatakan operasi itu menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan sipil dan warga mengungsi. Namun jumlah dan identitas korban belum diketahui.

Sementara itu, Papua Intelijen Service atau PIS TPNPB dari Kabupaten Puncak menurut Sambom, juga melaporkan bahwa pada 13-15 April 2026 dini hari, militer Indonesia juga melakukan operasi darat dan udara di kamp-kamp pengungsian di Distrik Kembru.


Katanya, operasi ini menyebabkan jatuhnya korban dari warga sipil. Mereka adalah Para Walia (5 tahun), Wundili Kogoya (36), Ekimira Kogoya (47 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Deremet Telenggen (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tiagen Walia (76 tahun), dan Amer Walia (77 tahun).

“Sejumlah masyarakat sipil lainnya yang belum terdata keseluruhannya akibat operasi militer dari Distrik Sinak, Distrik Kembru dan Distrik Pogoma,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya, Kamis (16/4/2026).

Sambom mengatakan sebelum 2026, telah ada kesepakatan antara masyarakat sipil, aparat militer Indonesia, pihak Gereja, pemerintah dan pasukan TPNPB, agar seluruh wilayah Distrik Kembru ditetapkan sebagai wilayah pengungsi bagi anak-anak, ibu hamil hingga lansia, korban konflik bersenjata antara pasukan TPNPB dengan aparat militer Indonesia.


Distrik Pogoma di sebelah Kali Sinak yang diperkirakan jaraknya 500 kilometer (km) dari Distrik Distrik Kembru ditetapkan sebagai wilayah perang.

“Namun, militer Indonesia telah melanggar kesepakatan tersebut. Melakukan operasi darat dan udara, mengakibatkan warga sipil menjadi korban penembakan, dan serangan bom yang sudah memasuki empat hari, masih berlangsung hingga sekarang,” ucapnya.

Manajemen markas pusat Komnas TPNPB menyatakan mengutuk serangan militer Indonesia ke kamp-kamp pengungsian di Distrik Kembru, Sinak dan Pogoma, yang mengakibatkan sembian warga sipil menjadi korban.

Manajemen markas pusat Komnas TPNPB menyatakan aksi tersebut termasuk adalah kejahatan kemanusiaan dalam perang, dan harus dilakukan investigasi oleh lembaga-lembaga HAM Internasional.

Sementara itu, awal pekan ini pihak aparat keamanan menyatakan TPNPB Komando Daerah Operasi atau Kodap III Puncak pimpinan Lekagak Talenggen telah membakar rumah warga di Kampung Muara, Distik Pogoma, Senin (13/4/2026) pagi.

Dikutip dari berbagai sumber, Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, peristiwa itu menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.

Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi gangguan lanjutan oleh kelompok TPNPB.

Katanya, dari hasil pantauan drone Satgas Koops TNI Habema, terlihat beberapa kelompok orang tidak di kenal (OTK) membawa pucuk senjata api di sekitar lokasi kejadian.

“TNI akan terus meningkatkan patroli keamanan guna mencegah aksi serupa serta memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga di wilayah Distrik Pogoma dan sekitarnya,” kata Letkol Inf Wirya Arthadiguna.

Selain mengamankan lokasi, personel Satgas juga membantu masyarakat yang terdampak serta melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat aksi pembakaran tersebut. (*)
https://jubi.id/rilis-pers/2026/tpnp...pil-di-puncak/

KKB berduka. dan soal jatuh korban sipil


teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 memberi reputasi
1
91
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan