Kaskus

News

doradick913Avatar border
TS
doradick913
KOWANI di Ujung Tanduk: 5 Kali Mediasi Gagal, Desakan KLB Tak Terbendung
KOWANI di Ujung Tanduk: 5 Kali Mediasi Gagal, Desakan KLB Tak Terbendung

Jakarta Kaskus – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), sang pionir gerakan perempuan di tanah air, kini tengah menghadapi ujian terberatnya. Bukan karena tantangan eksternal, melainkan karena badai internal yang menempatkan organisasi ini di "persimpangan jalan" yang berbahaya: berbenah atau kehilangan legitimasi selamanya.
​Puncaknya, sejumlah Dewan Pimpinan hasil Kongres 2024 akhirnya habis kesabaran. Mereka secara terbuka mendesak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai satu-satunya cara menyelamatkan marwah organisasi.

​Kenapa KOWANI "Panas"?

​Konflik ini bukan sekadar beda pendapat biasa. Ada beberapa isu krusial yang dianggap sudah melampaui batas konstitusi organisasi:

​Pemecatan Massal Sepihak: Ketua Umum periode 2024–2028, Nannie Hadi T, dituding memberhentikan 19 Dewan Pimpinan secara sepihak. Padahal, KOWANI menganut asas kolektif kolegial—artinya, pimpinan yang dipilih kongres tidak bisa didepak begitu saja oleh satu orang.

​Masalah Transparansi: Muncul aroma tidak sedap terkait maladministrasi dan pengelolaan keuangan serta aset yang dianggap jauh dari prinsip akuntabilitas.

​Absennya Itikad Baik: Upaya mediasi yang difasilitasi oleh Kementerian PPPA sudah dilakukan sebanyak lima kali. Hasilnya? Nihil. Ketua Umum dilaporkan berkali-kali mangkir tanpa alasan jelas, sebuah langkah yang dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap institusi negara.

KOWANI di Ujung Tanduk: 5 Kali Mediasi Gagal, Desakan KLB Tak Terbendung

​Menjelang Hari Kartini yang "Ironis"
​"Ini bukan cuma soal konflik internal, tapi krisis integritas," ujar salah satu perwakilan Dewan Pimpinan. Di saat Indonesia bersiap merayakan Hari Kartini sebagai simbol kemajuan perempuan, KOWANI justru terjebak dalam pola kepemimpinan yang dinilai tidak inklusif dan mencederai nilai keadilan.

​Poin Penting: Mayoritas organisasi anggota KOWANI kini sudah satu suara mendukung KLB demi mengembalikan arah perjuangan organisasi ke rel yang benar.
​Apa Langkah Selanjutnya?
​Dewan Pimpinan dan organisasi anggota kini mendesak pemerintah, khususnya Kementerian PPPA, untuk bersikap lebih tegas. Tanpa intervensi dan pelaksanaan KLB yang sah, KOWANI terancam lumpuh dan kehilangan peran strategisnya sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan di Indonesia.
0
9
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan