Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Malaysia Kepincut Sistem Pengelolaan Sampah Banyumas
Malaysia Kepincut Sistem Pengelolaan Sampah Banyumas
Malaysia Kepincut Sistem Pengelolaan Sampah Banyumas
Rabu, 15 April 2026 | 21:37 WIB
TS
MK
Penulis: Totong Setiyadi | Editor: MBK
Pertemuan Bupati banyumas Sadewo Tri Lastiono dan coe KDEB Selangor Malaysia Dato Ramli.
Pertemuan Bupati banyumas Sadewo Tri Lastiono dan coe KDEB Selangor Malaysia Dato Ramli. (Beritasatu.com/Totong)
Jakarta, Beritasatu.com – Malaysia membuka peluang kerja sama di bidang teknologi hingga investasi dalam pengelolaan sampah dengan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Chief Executive Officer (CEO) KDEB Waste Management Selangor, Malaysia, Dato Ramli mengungkapkan ketertarikan pihaknya untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah diterapkan di Banyumas. Model tersebut dinilai efektif dan berpotensi untuk diimplementasikan di Selangor.

Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung terhadap sistem pengolahan sampah di Banyumas yang dijalankan secara desentralisasi hingga tingkat desa atau kampung. Penggunaan mesin pengolah sampah di level lokal menjadi salah satu aspek yang ingin dipelajari lebih lanjut.

“Di Selangor, kami memiliki hampir 275 kampung tradisi. Kami melihat upaya di Banyumas ini sebagai model yang sangat baik untuk dipelajari guna meningkatkan pengelolaan sampah di kampung-kampung kami,” ujar Dato Ramli.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama teknologi antara Selangor dan Banyumas. Ia menekankan pentingnya keterbukaan terhadap inovasi dari berbagai daerah guna mendorong kemajuan bersama.

Sejumlah rencana kolaborasi yang tengah dijajaki meliputi transfer teknologi mesin pengolahan sampah dari Banyumas ke Selangor, pembelajaran sistem manajemen pengelolaan sampah berbasis kampung, serta penyusunan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) sebagai dasar kerja sama formal.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah di daerahnya tidak dicapai secara instan. Ia mengingatkan Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018.

“Saat itu sampah ada di mana-mana. Tempat pembuangan akhir banyak ditutup karena penolakan masyarakat,” jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran cukup besar. Pada periode tersebut, biaya pengelolaan sampah mencapai sekitar Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar per tahun.

Terkait kerja sama, Sadewo menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya terbatas pada hubungan antar pemerintah (government to government), tetapi juga membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha (business to business).

Ia menambahkan, pendekatan pengelolaan sampah di Banyumas berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi, bukan sekadar pembuangan limbah. Berbeda dengan konsep zero waste to energy yang membutuhkan investasi besar, Banyumas mengembangkan konsep zero waste to money.

“Saya menginginkan konsep zero waste to money, sehingga sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat digunakan kembali untuk mendukung biaya pengelolaan,” ujar Sadewo.

Dalam rencana kerja sama tersebut, terdapat peluang investasi sektor business to business untuk pengadaan mesin pengolah sampah di Banyumas. Fokus pengembangan meliputi produksi palet limbah sebagai material lantai, pengolahan biji plastik kualitas dua menjadi produk seperti ember, serta ekspor hasil olahan limbah ke Malaysia.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi dan kunjungan sebelumnya antara kedua pihak. Delegasi dari Selangor tercatat telah beberapa kali mengunjungi Banyumas, sementara Pemerintah Kabupaten Banyumas juga pernah diundang ke Kuala Lumpur untuk mempresentasikan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.

Delegasi Selangor yang dipimpin Dato Ramli bersama PT Gibrig Indonesia Bersih diterima langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Junaedi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri.



https://www.beritasatu.com/nusantara...pah-banyumas/2


Selangor pun mau belajar dari Wong Banyumas


jpnnberitaAvatar border
teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 dan jpnnberita memberi reputasi
2
69
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan