- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bos Bulog Ungkap Malaysia Mau Impor 200 Ribu Ton Beras RI
TS
mabdulkarim
Bos Bulog Ungkap Malaysia Mau Impor 200 Ribu Ton Beras RI

14 Apr 2026, 17:49 WIB
Vadhia Lidyana
Bos Bulog Ungkap Malaysia Mau Impor 200 Ribu Ton Beras RI
Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (IDN Times/Ruhaili)
Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani membeberkan Malaysia berencana mengimpor beras dari Indonesia sebanyak 200 ribu ton.
“Karena di Malaysia ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton. Ini cukup besar jumlahnya,” kata Rizal di kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).
1. Masih proses penjajakan

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Pitoko)
Rizal mengatakan, proses ekspor beras ke Malaysia masih dalam tahap penjajakan. Bulog akan mengirim salah satu direksinya untuk penjajakan itu.
“Kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia,” ucap Rizal.
2. Bulog serap 1,9 juta ton beras

Distribusi beras dari gudang bulog. Dok. Bulog
Pada tahun ini, Bulog mendapat penugasan menyerap 4 juta ton beras. Hingga 13 April 2026, Bulog sudah menyerap 1,9 juta ton beras atau 48,7 persen dari target.
“48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini,” tutur Rizal.
3. Bulog amankan 4,7 juta ton beras

Stok beras di gudang Bulog Gulun Maospati Magetan saat ini
Rizal mengatakan, saat ini posisi stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4.727.000 ton.
“Prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog,” kata dia.
https://www.idntimes.com/business/ec...8tp-g3791d/amp
Stok Beras RI 4,8 Juta Ton Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ini Jurus Mentan Amran

Salah satu langkah paling signifikan adalah pemangkasan 145 aturan pupuk.
Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (5/4/2026). Foto: Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (5/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah kekhawatiran global soal krisis pangan dan ketergantungan impor, Indonesia justru mencatatkan capaian yang tak biasa. Cadangan beras pemerintah menembus 4,8 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah, sebuah lonjakan yang bukan sekadar statistik, tetapi sinyal bahwa arah kebijakan pangan nasional sedang mengalami pergeseran besar.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari serangkaian langkah strategis yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Ia bahkan menegaskan target swasembada pangan nasional yang sebelumnya diproyeksikan dalam waktu empat tahun kini berhasil dipercepat menjadi hanya satu tahun.
Menurut Amran, fondasi dari percepatan tersebut terletak pada reformasi kebijakan dan regulasi. Pemerintah memangkas ratusan aturan yang selama ini dinilai menghambat produksi dan distribusi pangan. Sedikitnya 16 regulasi strategis dalam bentuk Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden diterbitkan untuk mempercepat koordinasi lintas sektor.]
Salah satu langkah paling signifikan adalah pemangkasan 145 aturan pupuk. Jika sebelumnya distribusi pupuk harus melalui proses panjang dengan melibatkan banyak pihak, kini mekanismenya disederhanakan sehingga penyaluran dapat dilakukan langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia, lalu ke petani secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Di saat yang sama, pemerintah juga melakukan reformasi tata kelola pupuk dengan meningkatkan alokasi hingga 9,55 juta ton dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Kebijakan ini dinilai mampu meringankan beban petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas.
Langkah berikutnya adalah realokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun dari belanja non-prioritas ke sektor produktif. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung irigasi, benih unggul, pompanisasi, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.
Di sektor produksi, intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul dan pemupukan tepat waktu. Program pompanisasi juga menjangkau sekitar 500 ribu hektare lahan tadah hujan, yang memungkinkan peningkatan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Selain itu, optimalisasi lahan rawa dilakukan pada sekitar 800 ribu hektare. Jika digabungkan dengan program intensifikasi lainnya, total peningkatan luas tanam mencapai sekitar 1,3 juta hektare, memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan produksi nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026. - (Kementan)

Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan akan menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino pada Juli 2026. - (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Pemerintah juga memperluas lahan melalui program cetak sawah baru seluas sekitar 200 ribu hektare. Upaya ini menjadi bagian dari strategi ekstensifikasi untuk memperkuat kapasitas produksi jangka panjang.
Dari sisi infrastruktur, penguatan sumber daya air dilakukan melalui pembangunan dan revitalisasi 61 bendungan dengan potensi layanan irigasi mencapai 400 ribu hektare. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier juga dilakukan untuk memastikan distribusi air lebih merata.
Modernisasi pertanian turut menjadi fokus dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian, drone, serta teknologi pertanian presisi. Penggunaan teknologi ini terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil hingga 100 persen.
Di sisi kelembagaan, Kementerian Pertanian melakukan evaluasi dan rotasi terhadap ratusan pejabat serta menertibkan distribusi pupuk agar lebih tepat sasaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif di lapangan.
https://ekonomi.republika.co.id/beri...s-mentan-amran
sebelumnya banyak warganet ragu Indonesia apakah benar-benar swasembada beras Ketika impor beras dari Amerika. Nyatanya memang benar karena Malaysia mau beli beras dari Indonesia...
teguhjepang9932 dan itkgid memberi reputasi
2
153
17
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan