- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Kasus KS FH UI: Saat Mahasiswa Puber Disidang Live TikTok!
TS
jabalnursaja
Kasus KS FH UI: Saat Mahasiswa Puber Disidang Live TikTok!

Halo Gan/Sist, balik lagi sama ane yang selalu mantau berita-berita panas di jagat maya. Kali ini ada kabar yang bikin dahi mengernyit, telinga panas, dan rasa-rasanya pengen nimpuk pake kamus hukum. TKP-nya ada di salah satu kampus hukum paling bergengsi di Indonesia: FH UI.
Bukannya fokus belajar pasal-pasal atau ngurusin skripsi, eh, ada sekumpulan oknum mahasiswa yang malah sibuk "berkreasi" di grup chat. Kreatifnya salah tempat, Gan!
Apa yang Terjadi?

Jadi gini kronologinya, ada 16 oknum mahasiswa FH UI yang sekarang lagi jadi buah bibir. Mereka diduga bikin grup chat yang isinya bukan buat bahas kuliah, tapi buat nyinyirin dan melakukan kekerasan seksual secara verbal, bahkan kepada dosen mereka sendiri.
Parahnya lagi, targetnya nggak main-main. Bukan cuma sesama rekan mahasiswa, tapi dosen sendiri pun kena jadi bahan "bulan-bulanan" mereka di grup itu. Duh, cari penyakit banget, ya?
Drama "Sidang Rakyat" via TikTok

Yang paling bikin geleng-geleng kepala, aksi mereka ini ketahuan dan langsung kena "sidang rakyat". Jadi, alih-alih disidang di ruang tertutup, mereka disidang sama forum mahasiswa dan live langsung di TikTok!
Bayangin deh, Gan. Yang tadinya merasa jagoan di balik layar grup chat, eh, pas disidang beneran malah jadi tontonan satu Indonesia. Rasanya pasti kayak jadi tumbal di depan netizen yang maha benar.
Respon Dekan: "Nggak Ada Ampun!"
Pihak kampus, dalam hal ini Dekan FH UI, udah angkat bicara dan gayanya tegas banget, nggak pake basa-basi. Beliau bilang:
“Saya memastikan mereka akan diproses, kita semua akan kawal, dan saya tidak ragu untuk merekomendasikan sanksi DO (Drop Out) ke Rektor.”
Waduh, gawat! Udah kuliah mahal-mahal, belajar hukum biar jadi orang bener, eh, malah mau di-DO gara-gara nggak bisa jaga jempol.
Jujur nih ya, kadang kita mikir kalau apa yang kita tulis di grup chat itu "cuma bercanda" atau "nggak ada yang tahu". Padahal, jejak digital itu kejam, Gan. Apalagi kalau isinya udah masuk ranah pelecehan, apalagi sasarannya dosen sendiri. Itu sih namanya nyari masalah di kandang singa!
Gimana menurut agan-agan sekalian? Apakah sanksi DO ini udah setimpal, atau ada sanksi sosial lain yang lebih "mendidik"? Ditunggu komentarnya di bawah, ya! Jangan lupa jaga jempol, jangan sampai jempolmu adalah harimaumu.
Disclaimer: Thread ini dibuat berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Mari kita kawal terus kasusnya biar keadilan tegak, walau langit akan runtuh!
******************


jpnnberita dan MemoryExpress memberi reputasi
2
388
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan