- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen, Dampak Terasa hingga Pelaku Usaha Kecil
TS
aleksandronesta
Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen, Dampak Terasa hingga Pelaku Usaha Kecil
Quote:
Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen, Dampak Terasa hingga Pelaku Usaha Kecil

Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen, Dampak Terasa hingga Pelaku Usaha Kecil
: BPS Lumajang
Oleh MC KAB LUMAJANG, Senin, 13 April 2026 | 12:09 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 4K
Lumajang, InfoPublik — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang menunjukkan tren positif dan stabil dalam beberapa tahun terakhir, dengan capaian 5,35 persen pada 2025.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari data statistik, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
“Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, tetapi benar-benar terasa di masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil,” ujar Indah di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya, pada 2024 pertumbuhan ekonomi Lumajang tercatat sebesar 4,52 persen. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp43,06 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp25,93 triliun.
Dalam lima tahun terakhir, perekonomian Lumajang sempat mengalami kontraksi sebesar -2,79 persen pada 2020. Namun, kondisi tersebut berangsur pulih dengan pertumbuhan 3,14 persen pada 2021, meningkat menjadi 4,61 persen pada 2022, 4,43 persen pada 2023, dan kembali naik pada 2024.
Tren tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi yang konsisten dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 4,93 persen pada 2024.
Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengadaan air sebesar 12,95 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 7,66 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 7,22 persen. Sektor lain seperti industri pengolahan, konstruksi, dan energi juga mencatatkan pertumbuhan positif.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 5,75 persen dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto sebesar 5,27 persen.
Bupati Lumajang menegaskan, peningkatan ekonomi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas pasar, bergeraknya usaha kecil, serta meningkatnya permintaan terhadap produk lokal.
Salah satu faktor pendorong adalah program makan bergizi gratis yang memberikan dampak berantai terhadap ekonomi daerah. “Kebutuhan bahan pangan seperti tempe, telur, ayam, dan hasil pertanian meningkat karena disuplai dari produksi lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, perputaran ekonomi terjadi mulai dari petani hingga pedagang kecil, sehingga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. “Dari petani sampai pedagang kecil ikut bergerak. Ekonomi tumbuh dari bawah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan memberikan dampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi capaian angka, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (MC Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id
hanya di zaman Prabowo
Tapi 5,35 persen masih standar ya
Minimal 35,85 persen lah
0
30
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan