- Beranda
- Komunitas
- News
- Media Indonesia
Kenapa Syarifudin Yunus Menulis Buku?
TS
syarif.yunus392
Kenapa Syarifudin Yunus Menulis Buku?
Menulis buku itu penting karena menjadi cara paling kuat untuk mengabadikan gagasan dan pengalaman. Pikiran manusia bisa berubah dan lupa, tetapi tulisan membuat ide tetap hidup, bahkan bisa dibaca lintas generasi. Sulit dibantah, buku adalah jejak intelektual seseorang, tentang apa yang kita ketahui, alami, dan rasakan lalu dituliskan. Agar apa yang kita pikirkan dan pelajari tidak hilang begitu saja, melainkan tersimpan dan dapat memberi manfaat bagi orang lain. Untuk dibaca, atau minimal dikenang.
Selain itu, menulis buku membantu menjernihkan cara berpikir. Saat menulis, seseorang dipaksa untuk menyusun ide dan gagasanya sendiri. Dibalut kreativitas untuk “meramu” ke dalam judul yang menarik wlaau tidak harus mendalam. Proses ini bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk kualitas berpikir yang lebih kritis dan reflektif. Banyak orang baru benar-benar memahami sesuatu justru ketika mereka mencoba menuliskannya.
Begitulah yang dilakukan Syarifudin Yunus, seoarang dosen PBSI FBS universitas Indraprasta PGRI (unindra) dan pegiat literasi TBM Lentera Pustaka. Setiap hari menulis, tentang apa saja asal dapat dibaca orang. Dia menulis buku pertama kali di tahun 2010, buku “Jurnalistik Terapan” terbitan Ghalia Indonesia. Lalu di tahun 2014, dia memberi “hadiah” ulang tahun ke-44 dengan menerbitkan buku kumpulan cerpen pertama kalinya berjudul “Surti Bukan Perempuan Metropolis” dan menulis bersama kedua anaknya dalam buku reflektif “Surti Tak Mau Gelap Mata” (2015) dan buku kuliah “Kompetensi Menulis Kreatif” terbitan Ghalia Indonesia (2015). Dalam periode 2010-2025, Syarifudin Yunus sudah menulis 57 buku (baik karya sendiri maupun kolaborasi). Menariknya, bila dihitung rata-rata, maka dia menulis 3,8 buku per tahun. Sebuah produktivitas menulis yang sulit diabaikan. Selalu menulis, menulis dan terpublikasi sebagai karya.
Berikut buku-buku yang ditulis Syarifudin Yunus sebagai dokumentasi sekaligus “rekam jejak” atas gagasan dan pengalaman yang ditorehkannya.
1
Anatomi Belanja Online; Dari Klik Ke Keranjang (Liputan Jurnalistik)
Jan 2026
Uangku Hilang Entah Ke Mana? (Liputan Jurnalistik)
ISBN 978-602-359-007-0
Jan 2026
Paradoks Aritficial Intelligence (Liputan Jurnalistik)
ISBN 978-623-459-560-4
Jan 2026
Pilkada Bikin Pusing (Liputan Jurnalistik)
Des 2024
31 Relawan TBM Menulis untuk Literasi
Nov 2024
Pilkada Makin Dekat Pujaan Hati Makin Jauh (Liputan Jurnalistik)
2024
Buku Receh Pemilih Pilkada (Liputan Jurnalistik)
2024
Efektivitas Tata Kelola Taman Bacaan: Membangun Ruang Membaca untuk semua
2024
Terjebak Cinta (Antologi Cerpen)
2024
Gelisah (Antologi Cerpen)
2024
Republik Anak Muda (Antologi Cerpen)
Des 2023
Mario Si Anak Pejabat (Antologi Cerpen)
2023
Membangun Budaya Literasi dan Taman Bacaan
ISBN: 978-623-99780-5-1
Nov 2022
100 Kisah di Langit Taman Bacaan
Nov 2022
Literasi Finansial: Biaya Hidup Itu Murah, yang Mahal Itu Biaya Pamer
ISBN : 978-602-56811-3-5
Des 2022
Literasi Budaya “Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Des 2022
Literasi Digital “Is It Bad or Good Habits?
Des 2022
Literasi untuk Semua
Des 2022
Jejak Cinta (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-623-5897-03-5
Mei 2022
Anak-anak Pinggiran (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-623-5897-02-8
Mei 2022
Dipaksa Bertahan
ISBN: 978-623-92147-9-1
Des 2021
Menguak Tabir Pandemi Covid-19
ISBN: 978-623-92147-3-9
Des 2021
Akankah Pandemi Covid-19 Berakhir?
ISBN: 978-623-92147-8-4
Des 2021
Aku Pilih Kamu (2 jilid) (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-623-92147-6-0
Jun 2021
Perempuan Terakhir (Antologi Puisi)
ISBN: 978-623-92147-4-6
Mei 2021
Milenial Menguak Tabir Covid-19
ISBN: 978-623-5897-00-
Feb 2021
50% Anak Muda Pilih: Jelek tapi Kaya daripada Cakap tapi Miskin
ISBN: 978-623-92147-2-2
Feb 2020
Negeri hancur akibat korupsi
ISBN: 978-623-90958-7-1
Nov 2019
Apa Enaknya Sih jadi Koruptor?
ISBN: 978-623-90958-8-8
Nov 2019
Politik dalam Persfektif Anak Kampus
ISBN: 978-602-52737-6-6
Jun 2019
Cinta Sang Politikus (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-53428-6-8
Jun 2019
Aku Salah Mencintaimu (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-53428-5-1
Mei 2019
Jakarta di Atas Kertas (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-53428-1-3
Feb 2019
Politik Orang Susah
ISBN: 978-602-52737-6-6
Nov 2018
Sentimen Bahasa Politik
ISBN:978-602-52737-8-0
Nov 2018
Noda di Ruang Kelas (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-52737-2-8
Nov 2018
Jangan Mencintai Perempuan Biasa (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-52737-1-1
Mei 2018
Cerita Bibir di Atas Tangan (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-52737-0-4
Jan 2018
Oasis dari Kampus
ISBN: 978-602-52737-3-5
Mar 2018
Resonansi Cinta yang Terbelah
ISBN: 978-602-1169-27-8
Jun 2016
Bedah Teks Ujaran kebencian
ISBN: 978-602-52737-4-2
Des 2017
Kenapa Kau Membenciku (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-6588-21-0
Jun 2017
Cinta Perempuan Senja (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-6588-18-0
Jun 2017
Bukan Senyuman Terakhir (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-1169-24-7
Jun 2016
Bahasa di Panggung Politik: Antara Kasta dan Nista
ISBN: 978-602-6777-34-8
2016
Surti Tak Mau Gelap Mata (Antologi Cerpen)
Jul 2015
Hati yang Mencari Ibu (Antologi Cerpen)
Mei 2015
Komptensi Menulis Kreatif
Apr 2015
Tiada Kata Dusta untuk Presiden
ISBN: 978-602-1169-15-5
Des 2014
Di Balik Jendela Kampus (Antologi Cerpen)
Jul 2014
Kecupan di Pintu Langit (Antologi Cerpen)
ISBN: 978-602-1169-01-8
Mei 2014
Surti Bukan Perempuan Metropolis (Antologi Cerpen)
Mar 2014
Bunga Rampai Problematika Bahasa Indonesia
Okt 2013
Potret Orang-orang Metropolitan (Antologi Puisi)
ISBN: 978-602-14142-2-4
2013
Perempuan: Dimana Mereka (Antologi Puisi)
ISBN: 978-602-19030-2-5
2012
Kata Anak Muda (Antologi Puisi)
2011
Jurnalistik terapan
ISBN: 978-979-450-576-2
Feb 2010
Ada banyak hal yang menunggu untuk ditulis, begitulah prinsip Syarifudin Yunus dalam menulis buku. Menurutnya, menulis buku memiliki nilai dalam pengembangan diri dan kredibilita. Bahkan menulis buku juga menjadi alat introspeksi diri sekaligus untuk memperpanjang “usia” dengan berbagi bacaan kepada orang lain. Dan pada akhirnya, menulis buku adalah bukti bahwa sesorang masih hidup, baik dalam dunia akademik, profesional, maupun sosial. Sebagai bukti kesungguhan untuk menulis.
Terakhir, Syarifudin Yunus menulis buku sebagai bentuk kontribusi dan warisan. Tidak semua orang meninggalkan sesuatu yang nyata bagi dunia. Tapi buku bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memberi dampak dan menebar manfaat. Entah itu berupa ilmu, inspirasi, atau pengalaman hidup, sebab tulisan dapat menyentuh orang lain yang mungkin tidak pernah kita temui, namun merasakan manfaat dari apa yang kita bagikan.
Menulis buku adalah wujud “scripta manent verba volant”, apa yang ditulis akan abadi; apa yang diucap akan hilang. Salam literasi #MenulisBuku #Syarifidin Yunus #AyoMenulis

buku-buku syarifudin yunus
0
14
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan