Kaskus

Story

aurora..Avatar border
TS
aurora..
[CERPEN HOROR] Kutukan Iklan Provider
[CERPEN HOROR] Kutukan Iklan Provider
Sumber Gambar:Koleksi pribadi gue


Tahun 2009 adalah tahun yang tidak akan pernah dilupakan oleh Doni dan Bella. Bukan karena prestasi kuliah mereka, bukan pula karena kisah cinta remaja yang biasanya mewarnai usia 19 tahun. Tahun itu, sesuatu yang jauh lebih gelap, lebih dingin, dan tidak kasat mata menyusup ke dalam hidup mereka, sesuatu yang bermula dari sebuah iklan.

Doni dan Bella adalah sahabat sejak kecil. Mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama, bersekolah di tempat yang sama, hingga akhirnya diterima di universitas yang sama di Jakarta. Banyak orang mengira mereka pasangan, tetapi keduanya selalu tertawa setiap kali hal itu disinggung.

“Kalau kita jadian, dunia bisa kiamat,” canda Bella pada suatu sore

Doni hanya mengangkat bahunya.

“Atau malah jadi lebih damai.”

***

Namun, semuanya berubah ketika sebuah tawaran tidak terduga datang.

Suatu siang, saat mereka sedang duduk di kantin kampus, seorang pria berjas rapi mendatangi mereka. Namanya Ekky, seorang perwakilan dari sebuah agensi periklanan.

“Kami sedang mencari wajah baru untuk sebuah iklan provider internet,” ucapnya sambil tersenyum

“Merknya Krasnaya. Kami butuh dua model, satu pria dan satu wanita. Kalian berdua cocok.”

Bella mengangkat alisnya.

“Kami? Kenapa harus kami?”

“Kalian punya chemistry yang kuat, dan jujur saja, kami ingin wajah yang terlihat ‘biasa’ tapi keren.”

Doni tertawa kecil.

“Itu pujian atau sindiran?”

Ekky tersenyum tipis.

“Tergantung bagaimana kalian melihatnya.”

Namun, yang membuat mereka benar-benar tertarik adalah jumlah uang bayaran yang ditawarkan, jumlah yang bahkan sulit mereka bayangkan sebelumnya.

Tanpa banyak pikir panjang, mereka menerima tawaran itu.

***

Syuting iklan Krasnaya dibagi menjadi dua versi, versi laki-laki dan versi perempuan.

Doni menjalani syuting di sebuah warung tenda yang ramai di pinggir jalan. Suasana malam itu penuh dengan suara kendaraan, obrolan pelanggan, dan dentingan sendok di piring.

Adegan Doni cukup sederhana, ia duduk, memesan makanan, lalu menggunakan Krasnaya untuk mengirim SMS ke temannya.

Namun, saat kamera mulai merekam, sesuatu terasa aneh.

Di tengah keramaian itu, Doni melihat seorang wanita. Wanita itu berdiri tidak jauh dari warung, mengenakan gaun putih panjang yang tampak kotor di bagian bawah. Rambutnya panjang, hitam, dan menutup rapat-rapat seluruh wajahnya.

Doni mengerjapkan mata.

Wanita itu tidak bergerak.

“Cut!” teriak sutradara

Doni menoleh ke arah kru.

“Eh, cewek itu siapa ya?”

“Cewek siapa?” tanya salah satu kru

“Itu, cewek di sana.”

Semua orang menoleh ke arah yang ditunjuk Doni.

Tidak ada siapa-siapa.

Doni terdiam.

“Ah, mungkin cuma orang lewat,” gumam Doni, mencoba menenangkan diri.

Namun, selama syuting berlangsung, Doni terus merasa diawasi.

***

Sementara itu, Bella menjalani syuting di sebuah terminal yang sibuk. Orang-orang berlalu-lalang, suara klakson bersahutan, dan pengumuman keberangkatan terdengar dari pengeras suara.

Adegan Bella juga sederhana, ia berdiri, menunggu bus, lalu menggunakan Krasnaya untuk menelpon keluarganya.

Namun, sama seperti Doni, Bella juga melihat sesuatu.

Di antara kerumunan, Bella melihat seorang wanita. Gaun putih. Rambut panjangnya menutupi rapat-rapat wajahnya.

Wanita itu berdiri diam, tidak bergerak, seolah tidak terpengaruh oleh keramaian di sekitarnya.

Bella merasakan bulu kuduknya meremang.

Saat kamera berhenti, Bella langsung mendekati salah satu kru.

“Mas, itu siapa ya?” tanya Bella pelan

“Yang mana?”

Bella menunjuk.

Kru itu menyipitkan matanya.

“Nggak ada siapa-siapa, Mbak.”

Bella terdiam.

Saat Bella menoleh kembali, wanita itu sudah tidak ada.

***

Iklan Krasnaya akhirnya tayang di televisi nasional.

Awalnya, semuanya terlihat normal. Bahkan, iklan itu cukup populer karena konsepnya yang sederhana dan relatable.

Namun, tiga minggu setelah penayangan, sesuatu mulai terjadi.

Di Jayapura, seorang wanita melaporkan kehilangan cincin emas dan gelangnya secara misterius. Wanita itu bersumpah bahwa barang-barang itu ada di tangannya sebelum ia menonton iklan Krasnaya.

Di Semarang, seorang wanita berusia 21 tahun mengalami mimisan berulang tanpa sebab. Dokter tidak menemukan kelainan apa pun.

Di Surabaya, seorang pekerja bangunan mengaku hampir tertimpa reruntuhan beton berkali-kali. Setiap kali peristiwa itu terjadi, pekerja itu selalu melihat sosok wanita bergaun putih dengan rambut panjang menutupi wajahnya.

Berita-berita itu mulai menyebar.

Awalnya, hanya dianggap kebetulan.

Namun, jumlah kejadian semakin meningkat.

Dan satu hal yang sama, bahwa semua korban pernah menonton iklan Krasnaya.

***

Doni dan Bella mulai merasa tidak tenang.

Suatu malam, mereka duduk di kamar kos Bella, menonton ulang iklan itu di laptop.

“Coba perhatikan baik-baik,” ucap Bella

Doni memfokuskan pandangan.

Pada detik ke-17, di latar belakang adegannya, ada sesuatu yang aneh, yaitu sebuah bayangan.

Ketika mereka memperlambat video, jantung mereka hampir berhenti.

Di antara kerumunan, terlihat jelas sosok wanita itu.

Gaun putih.

Rambut panjangnya menutupi wajah.

Dia berdiri tepat di belakang Doni.

Doni menelan ludah.

“Ini nggak mungkin masuk tanpa sengaja,” ucap Doni dengan suara bergetar

Bella mengangguk pelan.

“Di iklanku juga ada.”

Mereka memeriksa versi Bella, dan benar saja, wanita itu juga muncul.

Rasa takut berubah menjadi obsesi.

Mereka mulai menyelidiki Krasnaya.

Namun, informasi tentang perusahaan itu sangat minim.

Hingga suatu malam, mereka menerima pesan anonim melalui email.

“Jika kalian ingin tahu kebenaran, datanglah ke menara Krasnaya.”

Alamatnya tertera.

***

Tanpa banyak berpikir, mereka pergi.

Menara Krasnaya berdiri menjulang di pinggiran kota. Bangunannya tampak modern, tetapi suasananya terasa dingin dan sunyi.

Mereka masuk secara diam-diam melalui pintu belakang.

Di dalam, mereka menemukan ruangan bawah tanah.

Dan di sanalah semuanya terungkap.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah lingkaran besar di lantai, dipenuhi simbol-simbol aneh.

Dan di tengah lingkaran itu, ada noda hitam yang sudah mengering, seperti darah.

“Ini...”

Bella menutup mulutnya.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki.

Seorang pria tua muncul dari kegelapan.

“Kalian tidak seharusnya berada di sini,” ucapnya

Doni memberanikan diri.

“Apa yang kalian lakukan di sini?”

Pria itu tersenyum tipis.

“Kalian ingin tahu? Baiklah.”

Pria itu menjelaskan bahwa untuk mempercepat pembangunan menara dan memperkuat sinyal, mereka melakukan ritual kuno.

Sebuah pengorbanan.

Seorang wanita dibunuh dan darahnya dicampurkan ke dalam pondasi menara.

“Dan jiwanya?” tanya Bella dengan suara gemetar

“Terikat di sini,” jawab pria itu dengan tenang

“Dan sekarang menyebar.”

Doni mengepalkan tangannya.

“Kalian semua bejat!” bentak Doni

“Tidak,” bantah pria itu

“Kami visioner.”

Tiba-tiba, lampu berkedip.

Suhu ruangan menurun drastis.

Dan di sudut ruangan, wanita itu muncul.

Gaun putih.

Rambut panjang.

Kali ini, wanita itu perlahan mengangkat kepalanya.

Untuk pertama kalinya, mereka melihat wajahnya.

Pucat.

Matanya hitam pekat.

Mulutnya tersenyum lebar, terlalu lebar.

Bella menjerit.

Wanita itu bergerak cepat, bahkan terlalu cepat, menuju pria tua itu.

Dalam sekejap, pria itu terlempar ke dinding.

Jeritannya menggema.

Doni menarik Bella.

“Lari!”

Mereka berlari keluar dari gedung itu tanpa menoleh.

***

Beberapa hari kemudian, berita besar mengguncang Indonesia.

Provider Krasnaya ditarik secara massal.

Polisi menemukan bukti ritual ilegal dan pembunuhan dalam pembangunan menara.

Para pendirinya ditangkap.

Namun, banyak yang bertanya-tanya, mengapa semua itu baru terungkap sekarang?

Doni dan Bella tahu jawabannya, bahwa itu semua karena dia, karena wanita bergaun putih itu.

***

Waktu berlalu.

Luka perlahan sembuh.

Rasa terluka tetap ada, tetapi mereka belajar hidup dengan luka itu.

Hubungan mereka juga berubah, tidak lagi sekadar sahabat.

Mereka saling menyadari bahwa di tengah kegelapan itu, mereka hanya memiliki satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian, mereka menikah.

Namun, pada malam pertama mereka di rumah baru, saat Bella sedang merapikan barang, Bella menemukan sesuatu di dalam kotak lama. Sebuah DVD, yang labelnya tertulis “Krasnaya – Final Cut.”

Dengan tangan gemetar, Bella memasangnya.

Layar menyala.

Iklan itu kembali diputar.

Namun, kali ini, di akhir video, wanita itu tidak hanya berdiri diam. Wanita itu menatap langsung ke kamera dan tersenyum.

Bella menjerit.

Doni berlari masuk.

Layar tiba-tiba mati.

Dan di balik kaca televisi yang gelap, mereka melihat refleksi, bukan hanya mereka berdua, melainkan juga seorang wanita bergaun putih, berdiri diam dan menunggu tepat di belakang mereka.

Kutukan itu belum berakhir.

TAMAT

@aldo12 @itkgid @kakekane.cell
Double HAvatar border
MemoryExpressAvatar border
kakekane.cellAvatar border
kakekane.cell dan 2 lainnya memberi reputasi
3
128
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan