- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Hilirisasi Tambang RI Dipuji Bank Dunia, Pelopor Larangan Ekspor Bahan Mentah
TS
aleksandronesta
Hilirisasi Tambang RI Dipuji Bank Dunia, Pelopor Larangan Ekspor Bahan Mentah
Quote:
Hilirisasi Tambang RI Dipuji Bank Dunia, Pelopor Larangan Ekspor Bahan Mentah
Bank Dunia memuji kebijakan hilirisasi tambang Indonesia. Indonesia menjadi pelopor larangan ekspor bahan mentah untuk dorong hilirisasi.
Arthur Gideon
Diterbitkan:09 April 2026, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batal

Ilustrasi Pertambangan Mineral di Indonesia. Credit: nikitos1977/depositphotos.con
Advertisement
Ba
Cari
Paling sering ditanyakan
Bagaimana Bank Dunia menilai potensi hilirisasi tambang Indonesia?
Produk tambang apa saja yang memiliki keunggulan komparatif di Indonesia?
Apa dampak kebijakan larangan ekspor bahan mentah terhadap investasi dan ekspor?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bank Dunia menilai kebijakan hilirisasi tambang Indonesia memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Bahkan, Indonesia disebut sebagai salah satu pelopor dalam memanfaatkan larangan ekspor bahan mentah untuk mendorong industrialisasi.
Dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026, disebutkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk tambang setengah jadi, seperti besi, baja paduan, tembaga setengah murni, hingga bubuk seng.
Namun, Bank Dunia menilai potensi Indonesia tidak berhenti di situ. Produk hilir seperti pegas berbahan besi dan baja, produk baja tahan karat, hingga berbagai turunan nikel masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Artinya, kapasitas produksi produk hilir tersebut masih berada di bawah potensi maksimalnya.
Dengan kondisi tersebut, program hilirisasi dinilai masih memiliki ruang besar untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi Indonesia.
Bank Dunia juga menekankan pentingnya kebijakan yang tepat untuk mendorong hilirisasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
"Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan terukur, Indonesia dapat menggantikan pembatasan ekspor yang bersifat distorsif guna mendorong pengembangan aktivitas pertambangan yang lebih hijau dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," tulis Bank Dunia.
Lembaga tersebut menilai Indonesia telah konsisten menjalankan kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah sejak 2014, meskipun menghadapi tantangan dari komunitas internasional, termasuk World Trade Organization (WTO).
Tingkatkan Penanaman Modal Asing
Hilirisasi melalui pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. (Dok. MIND ID)
×
Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai berhasil menarik investasi besar, terutama di sektor pengolahan mineral.
Bank Dunia mencatat bahwa larangan ekspor bahan mentah telah mendorong pertumbuhan pesat pada produksi dan ekspor produk nikel Indonesia, serta meningkatkan penanaman modal asing di sektor ekstraksi dan pengolahan.
"Data menunjukkan bahwa pelarangan ekspor berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi dan ekspor Indonesia di produk-produk nikel serta penanaman modal asing di ekstraksi dan pengolahan nikel," jelas Bank Dunia.
Saat ini, kapasitas smelter di Indonesia dinilai telah berkembang signifikan. Namun, untuk memaksimalkan dampaknya terhadap ekonomi, diperlukan langkah lanjutan.
Salah satunya melalui reinvestasi pajak ekspor untuk mendukung industri hilir, serta penerapan subsidi berbasis kinerja yang transparan.
Selain itu, Bank Dunia juga mendorong reformasi kebijakan di bidang fiskal, perdagangan, infrastruktur, hingga perizinan usaha guna memperkuat ekosistem hilirisasi di Indonesia.
Terima kasih pak Jokowi
Ngeri sih asli efeknya
Coba pilpres yang menang bukan Pragib
Hilirisasi entah kemana
0
79
Kutip
1
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan