Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Rupiah Hari Ini: Terlemah di Asia, Terlemah Sepanjang Masa
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2026). Kembali naiknya harga minyak dunia memicu kekhawatiran investor terkait kondisi fiskal Indonesia.

Rupiah menutup perdagangan pasar spot hari ini dengan depresiasi 0,44% ke Rp17.085/US$. Rupiah menempati posisi terlemah di antara mata uang kawasan Asia lainnya.

Posisi Rp17,085/US$ juga menjadi titik penutupan (closing) terlemah rupiah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Rupiah Hari Ini: Terlemah di Asia, Terlemah Sepanjang Masa

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tiga hari terakhir, hingga Kamis sore (9/4/2026). (Bloomberg)


Indeks dolar AS masih stagnan hanya berubah sedikit 0,04% dan masih berada di level 99,09. Meski begitu, mayoritas mata uang Asia hari ini bergerak melemah lantaran harga minyak mentah kembali rebound.

Setelah rupiah, rupee India dan yen Jepang menyusul dengan pelemahan 0,31%, lalu ringgit Malaysia 0,27%, won Korea Selatan 0,26%.


Rupiah Hari Ini: Terlemah di Asia, Terlemah Sepanjang Masa

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)


Harga minyak mentah jenis Brent tercatat naik 3,36% ke US$97,93 per barel, sementara WTI naik 3,18% ke US$97,41 per barel.

Beban Fiskal

Langkah populis yang diambil pemerintah di tengah lonjakan harga minyak mentah sepertinya membuat investor semakin khawatir.

Pemerintah mengumumkan tak menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Selain itu tak banyak upaya efisiensi yang diupayakan, sebaliknya pemerintah masih menggelontorkan belanja secara ekspansif khususnya pada program-program prioritas.

Di sisi lain, cadangan devisa yang jadi bantalan stabilitas tercatat menurun selama tiga bulan beruntun sejak Januari 2026.

Pada Desember 2025, cadangan devisa tercatat US$156,47 miliar, lalu turun pada Januari US$1,89 miliar menjadi US$154,58 miliar.

Kemudian pada Februari cadangan devisa juga tergerus US$2,68 miliar menjadi US$151,9 miliar. Pada Maret cadangan devisa berlanjut menyusut US$3,7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$148,2 miliar.

Penurunan cadangan devisa pada Maret terlihat semakin dalam dan semakin terakselerasi karena tekanan eksternal yang cenderung persisten. Pada Maret, setelah perang pecah di Timur Tengah rupiah terus bergejolak hingga Rp16.995/US$ hampir menembus batas psikologisnya di level Rp17.000/US$.

Di sisi lain, pasar juga tengah bersiap menghadapi potensi volatilitas tambahan. Bulan depan, MSCI dijadwalkan akan meninjau ulang status klasifikasi pasar saham Indonesia.

Hal ini akan menjadi faktor tambahan yang berpotensi memicu sensitivitas arus modal asing dalam jangka pendek.


https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/105565/rupiah-hari-ini-terlemah-di-asia-terlemah-sepanjang-masa/


Begini kok bisa bilang fondasi ekonomi kuat..

emoticon-Leh Uga


bestiekuAvatar border
bestieku memberi reputasi
1
117
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan