- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Dubes UEA Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
TS
aleksandronesta
Dubes UEA Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
Quote:
Dubes UEA Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
Kompas.com, 9 April 2026, 06:10 WIB
Baca di App
Shela Octavia,
Jessi Carina
Tim Redaksi

Lihat Foto
JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri mengingatkan, Indonesia tidak kebal dari dampak perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
“Dan, saya perlu mengatakan, Indonesia tidak kebal pada kondisi ini,” ujar Abdulla saat konferensi pers di kediaman Dubes UEA, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Abdulla mengatakan, apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah, bukan sebatas persoalan di regional.
Dampaknya akan dirasakan dunia.
“Sekitar 20 persen dari suplai minyak dunia dan 20 persen dari perdagangan LNG global masuk melalui Selat Hormuz dan 80-90 persen dari ekspor ini menuju ke Asia. Artinya, gangguan di kawasan kami akan berdampak pada pasar global,” imbuhnya.
Abdulla mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) telah melihat kenaikan harga di banyak sektor.
Mulai dari sektor energi, biaya perkapalan dan transportasi, hingga menguatnya tekanan pada rantai pasok global.
Dia menegaskan, banyak negara Asia, termasuk Indonesia, bakal terdampak perang antara AS-Israel dengan Iran.
“Seperti banyak ekonomi negara Asia, Indonesia juga terdampak langsung dengan kenaikan harga bahan bakar, kenaikan harga barang, dan gangguan rantai pasok,” katanya.
Abdulla menegaskan, negara-negara di teluk Arab terus mendorong upaya damai melalui diplomasi.
Pihaknya menentang keras perang yang kini terjadi karena banyak aturan internasional yang dilarang, termasuk perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional kami, termasuk Indonesia, untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” imbuhnya.
Gencatan senjata Iran-AS
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), dewan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.
"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Orang kerja di kantor nggak pernah lihat realitas di lapangan kyk gini
Meremehkan
Indonesia udah ada Bobibos nggak tergantung minyak lu

Cek dilapangan

Maksudnya di Timor Leste
0
202
Kutip
10
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan