- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Korut Kembali Unjuk Kekuatan usai Isu Drone Korsel!
1/1
TS
taritali
Korut Kembali Unjuk Kekuatan usai Isu Drone Korsel!
Baru juga muncul sedikit harapan hubungan Korea Utara dan Korea Selatan bisa agak adem, eh Pyongyang malah kembali bikin panas suasana.
Korut dilaporkan meluncurkan beberapa rudal balistik pada Rabu pagi, cuma selang beberapa hari setelah Presiden Korsel Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan soal insiden drone yang sempat masuk ke wilayah udara Utara.
Yang bikin situasi makin menarik, sebelumnya Korut sempat memberi respons yang terkesan lebih lunak. Bahkan ada pujian langka ke Lee, seolah-olah hubungan dua Korea mau masuk fase yang lebih tenang. Tapi ternyata, itu belum tentu tanda damai beneran.
Beberapa jam setelah peluncuran pertama, Korut dilaporkan menembakkan rudal lagi, bikin narasi “hubungan membaik” langsung goyah.
Dari sini keliatan banget kalau Korut gak mau Seoul terlalu cepat jual cerita soal keberhasilan diplomasi. Pesan yang mau ditunjukkan jelas: siapa yang pegang kendali situasi di Semenanjung Korea, menurut mereka, tetap Pyongyang. Jadi walaupun Korsel sudah coba nurunin tensi, Korut tetap memilih unjuk kekuatan.
Buat pemerintahan Lee, ini jelas jadi ujian berat. Mau meredakan situasi, tapi lawannya justru kasih sinyal bahwa kata-kata manis aja gak cukup.
Sekarang pertanyaannya, ini cuma gertakan biasa dari Korut, atau memang tanda bahwa jalan damai masih jauh banget?
Sumber: Bloomberg
Korut dilaporkan meluncurkan beberapa rudal balistik pada Rabu pagi, cuma selang beberapa hari setelah Presiden Korsel Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan soal insiden drone yang sempat masuk ke wilayah udara Utara.
Yang bikin situasi makin menarik, sebelumnya Korut sempat memberi respons yang terkesan lebih lunak. Bahkan ada pujian langka ke Lee, seolah-olah hubungan dua Korea mau masuk fase yang lebih tenang. Tapi ternyata, itu belum tentu tanda damai beneran.
Beberapa jam setelah peluncuran pertama, Korut dilaporkan menembakkan rudal lagi, bikin narasi “hubungan membaik” langsung goyah.
Dari sini keliatan banget kalau Korut gak mau Seoul terlalu cepat jual cerita soal keberhasilan diplomasi. Pesan yang mau ditunjukkan jelas: siapa yang pegang kendali situasi di Semenanjung Korea, menurut mereka, tetap Pyongyang. Jadi walaupun Korsel sudah coba nurunin tensi, Korut tetap memilih unjuk kekuatan.
Buat pemerintahan Lee, ini jelas jadi ujian berat. Mau meredakan situasi, tapi lawannya justru kasih sinyal bahwa kata-kata manis aja gak cukup.
Sekarang pertanyaannya, ini cuma gertakan biasa dari Korut, atau memang tanda bahwa jalan damai masih jauh banget?
Sumber: Bloomberg
MemoryExpress memberi reputasi
1
119
5
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
