Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Kedubes Iran Datangi Keluarga
Kompas.com, 8 April 2026, 13:41 WIB
Idon Tanjung, Ihsanuddin
Tim Redaksi 7

Lihat Foto
PEKANBARU, KOMPAS.com — AP (51) tak menyangka pilihan nama untuk buah hatinya akan menghadirkan tamu istimewa. Bayi yang ia beri nama Ali Khamenei itu kini menjadi perbincangan, bukan hanya di media sosial, tetapi juga sampai menarik perhatian perwakilan Kedutaan Besar Iran.
Beberapa hari setelah nama itu viral, perwakilan Kedubes Iran datang langsung ke rumah AP di Kabupaten Kampar, Riau, "Kemarin perwakilan Kedubes Iran datang bertamu ke rumah kami. Mereka menyampaikan apresiasi pemberian nama bayi kami Ali Khamenei," kata AP saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momen yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh keluarga ini. "Kedubes Iran memberikan apresiasi dan merasa bangga. Bahkan dimuat di media Iran. Rupanya, tanpa disangka perwakilan Kedubes datang ke rumah kami. Ini suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami," ujar AP.
Bukan Sekadar Nama Di balik nama itu, tersimpan harapan besar. AP mengaku tidak memberi nama tersebut secara sembarangan. Ia bahkan telah meminta izin kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
"Kami sudah diberi izin penggunaan nama tersebut. Tujuan kami buat nama itu, agar anak kami menjadi ulama dan pemimpin yang besar seperti Ali Khamenei," ucapnya.
Sosok Ali Khamenei
Ali Khamenei adalah sosok yang selama lebih dari tiga dekade memegang kekuasaan tertinggi di Iran dan berpengaruh besar dalam arah politik serta kebijakan negara itu.
Namanya menjadi sorotan dunia setelah ia dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026—peristiwa yang kemudian memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sejak itu, serangan balasan, ketegangan militer, hingga kekhawatiran akan meluasnya perang terus membayangi kawasan tersebut.