Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Respons Purbaya Soal Rupiah Menguat Tipis Dipicu Geopolitik
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,5% ke level Rp17.010/US$ pada perdagangan spot hari ini, Rabu (8/4/2026), menyusul lesunya mata uang Greenback, di tengah meredanya tensi geopolitik seiring kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.

Menanggapi kondisi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global berkurang, tercermin dari langkah Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memutuskan untuk melakukan gencatan senjata. Hal ini membuat nilai tukar rupiah membaik.

"Malah takut lu? Ketidakpastian global berkurang kan, itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3% tadi," ujar Purbaya di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia memiliki kondisi yang baik. Maka itu, jika sentimen negatif kondisi geopolitik lenyap, maka fondasi yang sesungguhnya bisa menopang ekonomi nasional.

"Kalau global, dan bagus kondisinya, jadi kalau sentimen hilang ya sudah kelihatan lagi fondasi fundamental ekonominya," lanjut Purbaya.

Meredanya tekanan harga minyak mentah membuat semua mata uang kawasan Asia kembali menguat. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 1,03% ke posisi 98,83.

Peso Filipina menguat signifikan 1,52%, disusul won Korea Selatan 1,46%, baht Thailand 1,4%, ringgit Malaysia 1,31%, yen Jepang 0,85%, dolar Taiwan 0,65%, yuan China 0,53%, rupiah 0,5%, yuan offshore 0,43%, rupee India 0,41%, dan dolar Hong Kong 0,05%.

Namun, bagi rupiah penguatan ini tak sampai membawanya kembali ke level Rp16.000-an/US$. Jika ditarik ke awal tahun ini, maka rupiah telah terdepresiasi 1,88%, dan menjadi yang terlemah ketiga di kawasan setelah rupee India (2,96%) dan won Korea Selatan (2,74%).

Penguatan rupiah di hari ini lebih ditopang oleh euforia imbas dari meredanya tekanan eksternal. Namun, dari sisi domestik tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Agaknya penguatan rupiah hari ini belum bisa disebut sebagai sinyal pembalikan tren.

Hari ini, otoritas moneter merilis bahwa cadangan devisa tergerus selama tiga bulan berturut-turut sejak Januari 2026. Pada Desember 2025, cadangan devisa tercatat US$156,47 miliar, lalu turun pada Januari menjadi US$154,58 miliar.

Kemudian pada Februari cadangan devisa juga menyusut US$2,68 miliar menjadi US$151,9 miliar. Pada Maret cadangan devisa juga menyusut US$3,7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$148,2 miliar.

Penurunan cadangan devisa pada Maret terlihat semakin dalam dan semakin terakselerasi karena tekanan eksternal yang cenderung persisten. Pada Maret, setelah perang pecah di Timur Tengah rupiah terus bergejolak hingga Rp16.995/US$ hampir menembus batas psikologisnya di level Rp17.000/US$.

Terlepas dari meredanya tensi perang, saat ini rupiah masih berada di bawah bayang-bayang kondisi ketatnya fiskal dan sejumlah sentimen terkait defisit APBN. Di sisi lain, kabar belanja yang masih ekspansif dan dianggap jauh dari kata efisiensi masih jadi perhatian pelaku pasar, salah satunya terkait pembelian ribuan unit sepeda motor bagi SPPG di daerah.

Belanja negara yang sudah terlihat melonjak signifikan di awal tahun semakin memperlebar kebutuhan pembiayaan, di tengah biaya utang yang masih relatif tinggi. Sebagai catatan, pemerintah memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp144,42 triliun yang harus terbayar pada bulan ini.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...cu-geopolitik/

Lebih percaya mana, Purbaya, atau analyst?

Jadi teringat kata2 rekan analyst Forex sebulan lalu saat perang baru mulai.

Kira2 begini: "Sekalinya kurs ditutup di atas 17ribu, akan susah sekali dan nyaris tak mungkin kembali ke bawah 17ribu"

Makanya terlihat BI bulan Maret lalu mati2an menjaga kurs jangan tembus 17ribu sampe memghabiskan Milyaran dolar.

Mumpung turun, besok beli USD dulu deh.. emoticon-Malu (S)

0
748
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan