Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Bukan Konflik Agama, Wakapolda Malut: Bentrok di Halmahera Tengah Murni Tindak Pidana
Bukan Konflik Agama atau SARA, Wakapolda Malut: Bentrok di Halmahera Tengah Murni Tindak Pidana
Bukan Konflik Agama, Wakapolda Malut: Bentrok di Halmahera Tengah Murni Tindak Pidana
Cuplikan video bentrokan di Halmahera. (x.com) - Image
Cuplikan video bentrokan di Halmahera. (x.com)

JawaPos.com - Insiden di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut) pada Jumat pekan lalu (3/4) menyebabkan seorang Ali Daud meninggal dunia. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisis sudah mengambil langkah. Polda Malut menyatakan bahwa insiden tersebut murni tindak pidana, bukan konflik agama atau persoalan SARA.

Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M. Napiun menyampaikan hal itu saat mengawal proses pemakaman korban. Dia memastikan bahwa Polda Malut akan akan mengungkap pelaku yang menyebabkan Ali Daud meninggal dunia. Dia meminta masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berita bohong atau hoax yang beredar.

”Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antar kampung, bukan konflik agama atau SARA,” kata dia dikutip Selasa (7/4).

Untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban dan masyarakat, TNI-Polri melakukan pengawalan ketat. Sebelumnya Kabid Humas Polda Malut Kombes Wahyu Istanto Bram menyampaikan bahwa instansinya tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, melainkan juga memastikan pendekatan humanis berjalan.

”Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Kami memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” terang dia.

Kepada masyarakat setempat, Kombes Wahyu mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Melalui pendekatan yang humanis, Polri ingin menunjukkan bahwa kehadiran petugas bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.


Polda Malut juga memastikan warga Desa Sibenpopo yang sempat mengungsi akibat bentrokan antar kampung sudah kembali ke rumah masing-masing. Proses kepulangan warga berlangsung dengan tertib, menunjukkan bahwa negara hadir dalam memastikan rasa aman bagi masyarakat.

Dalam proses evakuasi tersebut, berbagai kendaraan dikerahkan. Mulai bus dan truk milik Satuan Brimob, kendaraan TNI, hingga armada dari Polres Halmahera Tengah. Tidak hanya itu, masyarakat juga terlibat melalui penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu mempercepat proses evakuasi.

”Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Polri bersama TNI dan pemerintah daerah berupaya memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, serta kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” kata kabid humas.

https://jawapos.com/berita-daerah/26...-tindak-pidana

Heboh Video Bentrok di Maluku Utara Diduga SARA, Polisi Pastikan Hanya Konflik Antarwarga
Bukan Konflik Agama, Wakapolda Malut: Bentrok di Halmahera Tengah Murni Tindak Pidana
Muhammad Nursam - Peristiwa
Selasa, 7 April 2026 14:28 PM
Komentar Bagikan

Konflik di Halmahera terekam video amatir.
FAJAR.CO.ID, HALMAHERA TENGAH -- Narasi yang menyebut terjadi perang antaragama antara kelompok Muslim dan Kristen di Halmahera Tengah, Maluku Utara, ramai beredar di media sosial.

Video dengan klaim tersebut memicu kekhawatiran publik karena menggambarkan konflik bernuansa SARA.

Menanggapi hal itu, kepolisian bersama pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi.

Aparat menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukan konflik agama, melainkan persoalan antarwarga yang dipicu informasi yang belum terverifikasi.

Kapolda Tegaskan Bukan Konflik SARA
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menyampaikan bahwa insiden di lapangan tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Ia menyebut narasi konflik agama yang beredar merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.

"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," terang Irjen Pol Waris Agono di Ternate, Senin, seperti dikutip fajar.co.id dari Antara.

Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti keterlibatan kelompok agama tertentu dalam peristiwa tersebut.

"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," tandasnya.

Dipicu Penemuan Jasad Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari ditemukannya jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun wilayah Desa Sibenpopo pada Jumat (3/4/2026) pagi.

Penemuan itu kemudian memicu ketegangan hingga berujung aksi saling serang antarwarga.

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun menyebut peristiwa tersebut merupakan konflik antarwarga yang masuk ranah pidana.

"Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA," ucap Stephen.

Polisi kini fokus mengungkap pelaku pembunuhan yang menjadi pemicu bentrokan tersebut.

Pemerintah Dorong Dialog dan Mediasi
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyatakan pemerintah daerah telah turun langsung untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia memastikan semua pihak akan difasilitasi untuk berdialog.

"Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya," ujar Gubernur Sherly.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangaji dijadwalkan menggelar pertemuan mediasi antara perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo guna meredakan ketegangan.

Polisi Imbau Warga Tidak Terprovokasi
Di tengah beredarnya video dengan narasi menyesatkan, Kapolda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya.

"Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tegasnya.

Ia juga memperingatkan penyebar hoaks akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Irjen Pol Waris Agono.

Untuk menjaga keamanan, sebanyak 250 personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah potensi konflik susulan.

https://fajar.co.id/2026/04/07/heboh...arga/?page=all

di Twitter disebarkan dan membuat tanggapan bermacam-macam....


0
125
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan