Kaskus

Sports

ONEchampionshipidAvatar border
TS
ONEchampionshipid
Juara ONE Championship Regian Eersel Bangun Naluri Kompetitif dari Bermain Game
BOLASPORT.COM - Regian Eersel akan menghadapi Rungrawee Sitsongpeenong untuk memperebutkan sabuk kosong kelas ringan kickboxing ONE Championship dalam ajang The Inner Circle pada Jumat (10/4/2026) di Lumpinee Stadium, Bangkok.



Kemenangan atas Rungrawee akan menjadikan Eersel juara dunia ganda untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pernah memegang sabuk kelas ringan kickboxing dan Muay Thai secara bersamaan sebelum gelar kickboxing dicopot karena gagal di timbangan.
Di luar ring, Eersel adalah ayah dua putri kecil yang sering mengurus rumah tangga saat sang istri bertugas sebagai pramugari.
Kehidupannya diisi latihan dua sesi sehari, tanggung jawab keluarga, dan pemulihan fisik yang tidak ada habisnya.
Tetapi di sela semua kegiatan itu, ada satu kebiasaan yang tidak diduga oleh banyak orang.
Eersel adalah penggemar setia PlayStation 5 khususnya gim tembak-menembak seperti Battlefield dan Call of Duty.
Bagi sebagian orang, hal itu terdengar seperti pelarian biasa seorang atlet dari rutinitas latihan yang melelahkan.
Namun bagi Eersel, bermain gim adalah cara untuk menjaga ketajaman naluri kompetitifnya tetap menyala di luar sasana.
"Dari gim-gim itu, Anda tetap tajam, reaksi Anda tetap terlatih. Tetapi, sekaligus itu juga relaksasinya," ujar petarung kelahiran Suriname itu.
Baca Juga: ONE Championship - Wakili Malaysia kontra Jepang, Johan Ghazali Hadapi Lawan Tangguh di ONE Samurai 1
"Cukup pikirkan soal menembak orang. Terdengar gila tetapi begitulah cara kerjanya.
Rutinitas itu sudah tertanam dalam jadwal hariannya dengan sangat terstruktur.
Setelah sesi pagi di sasana Sityodtong Amsterdam, Regian Eersel pulang, mencuci pakaian, dan duduk di sofa selama satu jam bermain gim sebelum bersiap untuk sesi latihan berikutnya.
"Kadang setelah latihan pagi, saya pulang, memasukkan baju ke mesin cuci, turun ke bawah, duduk di sofa, dan mungkin main setengah jam atau sejam, buat relaksasi, membersihkan pikiran, dan tidak memikirkan apa-apa," katanya.
Hubungan Eersel dengan dunia gim sebenarnya sudah berjalan panjang, jauh sebelum dia menjadi juara dunia.
Di awal kariernya, kebiasaan ini sempat tidak terkontrol.
Dia kerap bermain gim hingga dini hari dan mengganggu jadwal tidurnya.
"Dulu saat pertama punya PlayStation, saya mulai dari PS3. Lebih parah waktu itu. Saya main hingga larut malam, mengacaukan jadwal tidur dan segalanya," akunya.
"Tetapi sekarang saya melakukannya hanya untuk bersenang-senang."
Baca Juga: ONE Championship - Dewa Muay Thai Jepang Turun Gunung, ONE Samurai 1 Dipuncaki 4 Laga Perebutan Sabuk Juara
Seiring bertambahnya tanggung jawab sebagai petarung juara dan kepala keluarga, Eersel belajar untuk mengatur kebiasaan itu menjadi sesuatu yang justru mendukung performanya.
Yang menarik bukan sekadar kebiasaan bermain melainkan apa yang terjadi saat dia kalah di dalam gim.
Naluri kompetitif Eersel selalu menyala.
"Kadang saya sedikit kesal kalau terus-terusan ditembak oleh pemain yang sama. Lalu sisi petarung dalam diri saya keluar."
"Saya harus cari pemain itu dan menembak dia juga, untuk membalas dendam," ungkapnya.
Penolakan untuk menerima kekalahan dan obsesi untuk selalu membalas adalah karakter sama yang membawanya meraih hampir 70 kemenangan profesional di dua cabang olahraga tarung.
Bagi Eersel, koneksi antara bermain game dan bertarung bukan sekadar analogi melainkan sesuatu yang dia rasakan dan yakini secara langsung.
"Hampir sama seperti bertarung. Anda menembak seseorang, Anda menang. Anda merasakan sedikit sakit tetapi saat menang, Anda bahagia."
"Hal yang sama dalam bermain gim. Anda harus fokus. Kalau berhasil, kebahagiaan yang sama akan terasa," tuturnya.
Regian Eersel bahkan percaya kebiasaan ini ikut membentuk dirinya menjadi salah satu petarung paling dominan dalam sejarah ONE Championship.
"Saya rasa hal itu ikut berperan menjadikan saya salah satu petarung terbaik di dunia. Karena aspek-aspek ini, seperti menjadi kompetitif, mencari cara untuk menang, fokus, berpikir di bawah tekanan tinggi, sangat membantu," pungkasnya.
Laga Eersel kontra Rungrawee kini dipindahkan ke ajang The Inner Circle yang tayang pada Jumat (10/4/2026) mulai pukul 18.30 WIB melalui live.onefc.com.


0
9
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan