- Beranda
- Komunitas
- Story
- Heart to Heart
Mengapa Selingkuhan Terasa "Lebih Baik"?
TS
dhian.rechar300
Mengapa Selingkuhan Terasa "Lebih Baik"?
(Memahami Jebakan 80/20)Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa seseorang bisa meninggalkan pasangan yang sudah paket lengkap demi orang baru yang terlihat biasa saja? Jawabannya ada pada psikologi "The 80/20 Rule."
1. Ilusi Si "20 Persen"
Bayangkan pasangan sah adalah sosok yang memiliki nilai 80. Mereka stabil, bertanggung jawab, penyayang, dan ada di masa sulit. Namun, namanya manusia, tidak ada yang sempurna. Ada 20% kekosongan—mungkin mereka kurang ekspresif, kurang jago di ranjang, atau terlalu mandiri sehingga jarang memuji, terasa tidak patuh dan tidak selalu ada saat dibutuhkan. Pada faktanya banyak pasangan sah yang sedang mati-matian diajak berjuang bersama, sehingga waktu adalah hal yang sulit tersedia.
Di sinilah selingkuhan masuk. Ia membawa 20% yang tidak dimiliki pasangan sah. Karena fokus si peselingkuh hanya pada "kekurangan" tadi, si selingkuhan pun terlihat seperti pahlawan yang melengkapi hidupnya, padahal ia hanya memenuhi 20% kebutuhan saja.
2. Buta Karena Euphoria
Saat sedang asyik menikmati 20% hal baru tersebut (seperti sanjungan berlebih, royalnya finansial, waktu yang selalu tersedia saat dibutuhkan), si peselingkuh mendadak "buta" terhadap nilai 80 yang sudah ia miliki. Rasa tanggung jawab dan ketulusan pasangan sah dianggap sebagai hal biasa atau "kewajiban yang membosankan."
Seperti biasa " segala hal baru akan terasa berharga saat sudah hilang ".
3. Topeng vs Realita
Kenapa selingkuhan selalu terlihat lebih manis? Karena hubungan mereka belum diuji oleh realita.
* Selingkuhan: Hanya melihat sisi terbaik dan menampakkan sisi terbaik (panggung depan).
* Pasangan Sah: Sudah melihat semua sisi buruk, mulai dari bangun tidur sampai masalah tagihan (seluruh isi dapur dan finansial pasangan).
Belum tentu si selingkuhan tetap bertahan jika harus menghadapi sisi buruk si pelaku setiap hari.
4. Kenapa Masih Bertahan dengan Pasangan Sah?
Secara bawah sadar, logika dan tubuh si pelaku sebenarnya tahu di mana letak stabilitas. Mereka tetap memilih pasangan sah karena butuh keamanan, status, dan ketulusan yang tidak bisa diberikan oleh hubungan gelap yang rapuh. Namun, untuk menutupi rasa bersalahnya, mereka sering melakukan gaslighting—membuat pasangan sah merasa kurang agar kesalahan mereka terlihat "wajar."
Pesan untuk Kamu yang Dikhianati:
Kamu tidak kurang, dan kamu tidak buruk.
Jangan percaya saat mereka bilang selingkuhannya lebih baik. Mereka hanya sedang menutupi kebodohan diri dengan mencoba membuatmu merasa kecil. Kamu adalah sosok bernilai 80 yang utuh, sedangkan mereka hanya sedang mengejar 20% ilusi yang nantinya akan hilang saat adrenalinnya habis.
UNTUK KALIAN PARA PELAKU: ⚠️
Ingatlah satu hal: Selingkuhanmu saat ini hanya melihat versi "Panggung Depan"-mu. Dia belum pernah menemuimu dalam versi terburuk.
Saat kamu sakit dan tak berdaya.
Saat finansialmu hancur.
Saat sifat aslimu yang menyebalkan keluar.
Jangan terlalu percaya diri bahwa dia akan lebih tahan, lebih sabar, atau tetap melihatmu indah saat badai itu datang—seperti yang selama ini dilakukan pasangan sahmu. Bisa jadi, saat topengmu terbuka, dia adalah orang pertama yang akan lari meninggalkanmu.
" Kesetiaan adalah tentang menjaga yang 80, bukan mengkhianatinya demi yang 20. "
belerickbelatia dan bobibotaktak memberi reputasi
2
63
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan