- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Mobil Dinas Dikandangkan, Wabup Karawang ke Kantor Naik Kereta Lokal
TS
rizkync108
Mobil Dinas Dikandangkan, Wabup Karawang ke Kantor Naik Kereta Lokal
Tayang: Senin, 6 April 2026 13:52 WIB
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki

Istimewa
NAIK KERETA LOKAL - Wakil Bupati Karawang, Maslani naik kereta lokal untuk berangkat menuju kantor pada Senin (6/4/2026). Maslani mengaku merasakan langsung efisiensi biaya dan waktu dibanding menggunakan kendaraan pribadi maupun mobil dinas.
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, Maslani memilih naik kereta lokal untuk berangkat menuju kantor pada Senin (6/4/2026).
Ia berangkat dari kediamannya di Kotabaru menuju Stasiun Cikampek untuk menuju ke Stasiun Karawang dengan kereta Walahar Ekspress relasi Purwakarta-Cikarang.
Dari Stasiun Karawang, Maslani naik ojek untuk menuju ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan efisiensi energi yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah mengumpulkan kendaraan dinas para pejabat di Komplek Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (2/4/2026).
Maslani mengaku merasakan langsung efisiensi biaya dan waktu dibanding menggunakan kendaraan pribadi maupun mobil dinas.
“Saya rasakan perbedaannya jauh lebih irit naik kereta. Tiketnya hanya Rp4.000 dan naik ojek Rp 15 ribu, jelas lebih hemat dibanding mobil dinas,” ujarnya.
Selain hemat, ia juga menilai perjalanan dengan kereta lebih pasti dan bebas hambatan.
Ia berangkat dari Stasiun Cikampek pukul 05.45 WIB dan sampai di Stasiun Karawang sekitar 06.15. Dan dari stasiun Karawang ke kantor Pemkab Karawang waktu tempuhnya hanya 15 menit.
"Jadi saya bisa sarapan dulu, dan bisa lebih santai naik transportasi umum," jelasnya.
Ia pun mengajak warga maupun ASN yang rumahnya di Cikampek, dan sekitarnya, khususnya yang bekerja di area dekat stasiun, untuk mulai beralih ke transportasi kereta api.
“Untuk ASN yang tinggal di sekitar stasiun Cikampek, ayo kita beralih ke kereta. Lebih irit, cepat, dan tidak akan terlambat,” ajaknya.
Maslani mengungkapkan, terakhir kali ia menggunakan kereta sekitar 10 tahun lalu saat masih berdinas sebagai polisi di Jakarta. Saat itu, kondisi kereta dinilai kurang nyaman.
“Dulu desak-desakan, banyak asongan. Sekarang alhamdulillah jauh lebih baik, dapat tempat duduk, tidak berdesakan, pelayanan dan stasiunnya juga lebih nyaman,” ungkapnya.
Ia bahkan berencana menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas setiap hari Senin. Selain lebih hemat, penggunaan kereta juga dinilai memberi waktu lebih teratur sebelum berangkat kerja.
“Bisa bangun lebih pagi, olahraga dulu, salat, jadi lebih siap. Perjalanan juga lancar tanpa macet,” katanya.
Sementara itu, kebijakan efisiensi BBM juga diperkuat oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang menginstruksikan pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Salah satunya dengan mengandangkan kendaraan dinas di pool terpusat yang berlokasi di Galeri Nyi Indung Pager Asih.
Kendaraan dinas tersebut hanya akan digunakan untuk kegiatan kedinasan tertentu, seperti agenda besar pemerintahan atau perjalanan luar daerah.
Bahkan, dalam penggunaannya, satu kendaraan direncanakan dapat digunakan bersama oleh beberapa pejabat untuk menekan konsumsi BBM.
Selain itu, ASN juga didorong menggunakan alternatif transportasi yang lebih hemat energi, seperti sepeda, sepeda motor, hingga transportasi publik.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Karawang dalam menekan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, sekaligus mendorong perubahan budaya kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan
Bupati Karawang Kumpulkan Mobil Dinas Sekda hingga Pejabat Eselon II
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mulai mengumpulkan kendaraan dinas para pejabat di Komplek Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (2/4/2026).
Mobil dinas yang dikumpulkan di lokasi tersebut milik pejabat esselon II atau kepala dinas maupun kepala organisasi perangkat daerah (OPD)
Tak hanya itu, mobil dinas Sekretaris Daerah, bupati dan wakil bupati juga turut diparkir di lokasi tersebut.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan, langkah penghematan anggaran di lingkungan pemerintah daerah dengan menerapkan sejumlah kebijakan efisiensi operasional.
Aep menyampaikan, salah satu langkah yang diambil adalah mengumpulkan kendaraan dinas milik seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di satu lokasi terpusat.
“Semua mobil dikumpulkan di galeri. Ini bagian dari penghematan yang kita lakukan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis (2/4/2026) dan mencakup seluruh jajaran, tidak hanya di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga hingga staf di bawahnya.
Selain itu, Aep juga mulai menerapkan efisiensi dalam kegiatan pemerintahan, seperti acara seremonial yang digelar tanpa menggunakan tenda.
Selain itu, penerapan Surat Keputusan (SK) elektronik untuk mengurangi biaya penggunaan kertas.
“Sekarang SK tidak perlu lagi dicetak berulang-ulang, cukup elektronik saja,” katanya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sekaligus efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Aep juga mengapresiasi peran Sekretaris Daerah (Sekda) yang dinilai berkontribusi besar dalam mendorong implementasi kebijakan tersebut.
Ia menyebut kinerja Sekda sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan program efisiensi.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, Jajang Jaenudin, mengatakan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong perubahan budaya kerja yang lebih modern dan hemat sumber daya.
“Selain penerapan WFH, kami juga mendorong efisiensi penggunaan sumber daya perkantoran dan pembatasan kendaraan dinas sebagai bagian dari penghematan energi, termasuk BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Karawang juga mulai mengumpulkan kendaraan dinas milik seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lokasi tertentu secara terpusat sebagai bagian dari langkah efisiensi.
“Kebijakan ini berdampak pada perubahan pola mobilitas ASN, di mana pegawai didorong menggunakan transportasi alternatif saat berangkat ke kantor,” katanya.[b]
Menurutnya, penggunaan moda transportasi seperti angkutan umum, kendaraan listrik, kendaraan roda dua, maupun sepeda menjadi solusi dalam menekan konsumsi BBM.
[b]“Pemkab Karawang sudah mengambil langkah tegas. Kendaraan dinas mulai dikumpulkan di satu lokasi, sehingga ASN diharapkan beralih ke transportasi alternatif. Ini tentu dapat menghemat BBM,” tuturnya
Meski demikian, ia menegaskan kendaraan dinas tetap dapat digunakan secara terbatas dan sesuai kebutuhan kedinasan.
“Kendaraan dinas pejabat pimpinan tinggi pratama disimpan di Galeri Nyi Indung Pager Asih dan digunakan secara selektif serta bersama-sama sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan dinas roda empat lainnya disimpan di kantor masing-masing dan penggunaannya juga diatur secara selektif.
“Penggunaan kendaraan dinas tetap diperbolehkan, namun harus lebih bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan,” tambahnya.
Selain itu, pelaksanaan perjalanan dinas juga dikendalikan dengan mengurangi frekuensi maupun jumlah peserta.
“Perjalanan dinas dilakukan secara selektif untuk menekan biaya dan konsumsi energi,” ungkapnya.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Karawang menargetkan pengurangan konsumsi BBM kendaraan dinas minimal sebesar 20 persen, kecuali untuk kendaraan operasional layanan publik.
“Dengan sinergi kebijakan ini, kami optimistis efisiensi energi dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Sumber
Video nya
https://www.facebook.com/share/r/18MpcfAx7U/
Ngakak gw lihat drama beginian
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki

Istimewa
NAIK KERETA LOKAL - Wakil Bupati Karawang, Maslani naik kereta lokal untuk berangkat menuju kantor pada Senin (6/4/2026). Maslani mengaku merasakan langsung efisiensi biaya dan waktu dibanding menggunakan kendaraan pribadi maupun mobil dinas.
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, Maslani memilih naik kereta lokal untuk berangkat menuju kantor pada Senin (6/4/2026).
Ia berangkat dari kediamannya di Kotabaru menuju Stasiun Cikampek untuk menuju ke Stasiun Karawang dengan kereta Walahar Ekspress relasi Purwakarta-Cikarang.
Dari Stasiun Karawang, Maslani naik ojek untuk menuju ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan efisiensi energi yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah mengumpulkan kendaraan dinas para pejabat di Komplek Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (2/4/2026).
Maslani mengaku merasakan langsung efisiensi biaya dan waktu dibanding menggunakan kendaraan pribadi maupun mobil dinas.
“Saya rasakan perbedaannya jauh lebih irit naik kereta. Tiketnya hanya Rp4.000 dan naik ojek Rp 15 ribu, jelas lebih hemat dibanding mobil dinas,” ujarnya.
Selain hemat, ia juga menilai perjalanan dengan kereta lebih pasti dan bebas hambatan.
Ia berangkat dari Stasiun Cikampek pukul 05.45 WIB dan sampai di Stasiun Karawang sekitar 06.15. Dan dari stasiun Karawang ke kantor Pemkab Karawang waktu tempuhnya hanya 15 menit.
"Jadi saya bisa sarapan dulu, dan bisa lebih santai naik transportasi umum," jelasnya.
Ia pun mengajak warga maupun ASN yang rumahnya di Cikampek, dan sekitarnya, khususnya yang bekerja di area dekat stasiun, untuk mulai beralih ke transportasi kereta api.
“Untuk ASN yang tinggal di sekitar stasiun Cikampek, ayo kita beralih ke kereta. Lebih irit, cepat, dan tidak akan terlambat,” ajaknya.
Maslani mengungkapkan, terakhir kali ia menggunakan kereta sekitar 10 tahun lalu saat masih berdinas sebagai polisi di Jakarta. Saat itu, kondisi kereta dinilai kurang nyaman.
“Dulu desak-desakan, banyak asongan. Sekarang alhamdulillah jauh lebih baik, dapat tempat duduk, tidak berdesakan, pelayanan dan stasiunnya juga lebih nyaman,” ungkapnya.
Ia bahkan berencana menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas setiap hari Senin. Selain lebih hemat, penggunaan kereta juga dinilai memberi waktu lebih teratur sebelum berangkat kerja.
“Bisa bangun lebih pagi, olahraga dulu, salat, jadi lebih siap. Perjalanan juga lancar tanpa macet,” katanya.
Sementara itu, kebijakan efisiensi BBM juga diperkuat oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang menginstruksikan pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Salah satunya dengan mengandangkan kendaraan dinas di pool terpusat yang berlokasi di Galeri Nyi Indung Pager Asih.
Kendaraan dinas tersebut hanya akan digunakan untuk kegiatan kedinasan tertentu, seperti agenda besar pemerintahan atau perjalanan luar daerah.
Bahkan, dalam penggunaannya, satu kendaraan direncanakan dapat digunakan bersama oleh beberapa pejabat untuk menekan konsumsi BBM.
Selain itu, ASN juga didorong menggunakan alternatif transportasi yang lebih hemat energi, seperti sepeda, sepeda motor, hingga transportasi publik.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Karawang dalam menekan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, sekaligus mendorong perubahan budaya kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan
Bupati Karawang Kumpulkan Mobil Dinas Sekda hingga Pejabat Eselon II
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mulai mengumpulkan kendaraan dinas para pejabat di Komplek Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (2/4/2026).
Mobil dinas yang dikumpulkan di lokasi tersebut milik pejabat esselon II atau kepala dinas maupun kepala organisasi perangkat daerah (OPD)
Tak hanya itu, mobil dinas Sekretaris Daerah, bupati dan wakil bupati juga turut diparkir di lokasi tersebut.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan, langkah penghematan anggaran di lingkungan pemerintah daerah dengan menerapkan sejumlah kebijakan efisiensi operasional.
Aep menyampaikan, salah satu langkah yang diambil adalah mengumpulkan kendaraan dinas milik seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di satu lokasi terpusat.
“Semua mobil dikumpulkan di galeri. Ini bagian dari penghematan yang kita lakukan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis (2/4/2026) dan mencakup seluruh jajaran, tidak hanya di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga hingga staf di bawahnya.
Selain itu, Aep juga mulai menerapkan efisiensi dalam kegiatan pemerintahan, seperti acara seremonial yang digelar tanpa menggunakan tenda.
Selain itu, penerapan Surat Keputusan (SK) elektronik untuk mengurangi biaya penggunaan kertas.
“Sekarang SK tidak perlu lagi dicetak berulang-ulang, cukup elektronik saja,” katanya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sekaligus efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Aep juga mengapresiasi peran Sekretaris Daerah (Sekda) yang dinilai berkontribusi besar dalam mendorong implementasi kebijakan tersebut.
Ia menyebut kinerja Sekda sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan program efisiensi.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, Jajang Jaenudin, mengatakan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong perubahan budaya kerja yang lebih modern dan hemat sumber daya.
“Selain penerapan WFH, kami juga mendorong efisiensi penggunaan sumber daya perkantoran dan pembatasan kendaraan dinas sebagai bagian dari penghematan energi, termasuk BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Karawang juga mulai mengumpulkan kendaraan dinas milik seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lokasi tertentu secara terpusat sebagai bagian dari langkah efisiensi.
“Kebijakan ini berdampak pada perubahan pola mobilitas ASN, di mana pegawai didorong menggunakan transportasi alternatif saat berangkat ke kantor,” katanya.[b]
Menurutnya, penggunaan moda transportasi seperti angkutan umum, kendaraan listrik, kendaraan roda dua, maupun sepeda menjadi solusi dalam menekan konsumsi BBM.
[b]“Pemkab Karawang sudah mengambil langkah tegas. Kendaraan dinas mulai dikumpulkan di satu lokasi, sehingga ASN diharapkan beralih ke transportasi alternatif. Ini tentu dapat menghemat BBM,” tuturnya
Meski demikian, ia menegaskan kendaraan dinas tetap dapat digunakan secara terbatas dan sesuai kebutuhan kedinasan.
“Kendaraan dinas pejabat pimpinan tinggi pratama disimpan di Galeri Nyi Indung Pager Asih dan digunakan secara selektif serta bersama-sama sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan dinas roda empat lainnya disimpan di kantor masing-masing dan penggunaannya juga diatur secara selektif.
“Penggunaan kendaraan dinas tetap diperbolehkan, namun harus lebih bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan,” tambahnya.
Selain itu, pelaksanaan perjalanan dinas juga dikendalikan dengan mengurangi frekuensi maupun jumlah peserta.
“Perjalanan dinas dilakukan secara selektif untuk menekan biaya dan konsumsi energi,” ungkapnya.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Karawang menargetkan pengurangan konsumsi BBM kendaraan dinas minimal sebesar 20 persen, kecuali untuk kendaraan operasional layanan publik.
“Dengan sinergi kebijakan ini, kami optimistis efisiensi energi dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Sumber
Video nya
https://www.facebook.com/share/r/18MpcfAx7U/
Ngakak gw lihat drama beginian
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
3
303
16
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan