- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Prosesi Syahadat di KUA Rimba Melintang Berlangsung Khidmat, Mualaf Pendampingan
TS
aleksandronesta
Prosesi Syahadat di KUA Rimba Melintang Berlangsung Khidmat, Mualaf Pendampingan
Quote:
Prosesi Syahadat di KUA Rimba Melintang Berlangsung Khidmat, Mualaf Dapat Pendampingan
02 Apr 2026 | 12 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Rokan Hilir (Humas) Suasana haru dan khidmat menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rimba Melintang saat seorang warga resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, Rabu (1/4/2026). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA dan disaksikan oleh jajaran staf.
Sebelum menuntun ikrar syahadat, Kepala KUA Rimba Melintang terlebih dahulu memastikan bahwa keputusan yang diambil merupakan pilihan pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Ia juga menegaskan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Keputusan ini harus benar-benar lahir dari hati yang tulus, tanpa paksaan. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang mengajarkan kedamaian dan kasih sayang,” ujarnya.
Usai prosesi pengucapan syahadat, Kepala KUA memberikan pesan kepada mualaf agar terus memperdalam pemahaman agama serta konsisten dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan komitmen KUA untuk mendampingi dan membimbing mualaf dalam proses pembelajaran ibadah.
“Kami siap memberikan bimbingan lanjutan agar saudara kita ini dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, KUA Kecamatan Rimba Melintang turut menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah berupa alat salat, Al-Qur’an, serta buku panduan praktis bagi mualaf baru tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat membantu dalam proses pembelajaran dan pengamalan ibadah sehari-hari. (Uus/Humas)
Alhamdulillah
Quote:
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 14:45 WIB
Foto Raja Charles III Tinggalkan RS Usai Jalani Operasi Prostat (REUTERS/Hollie Adams)

Jakarta - Mantan Wali Kota New York City sekaligus mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rudy Giuliani, melontarkan pernyataan kontroversial terkait Raja Charles III Inggris. Ia menyebut bahwa sang raja merupakan "seorang Muslim".
Melansir CNBC Indonesia, pernyataan tersebut disampaikan Giuliani dalam wawancara di kanal YouTube jurnalis Inggris Piers Morgan pada Senin waktu setempat. Dalam perbincangan itu, ia tengah membahas dukungannya terhadap perang AS-Israel melawan Iran.
Giuliani mengaku mendapatkan informasi dari sejumlah pihak di Inggris bahwa negara tersebut akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun ke depan. Ia juga menyinggung kondisi keagamaan di Inggris, termasuk perbandingan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Anglikan.
"Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris," ujarnya, seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, anggapan bahwa Charles III diam-diam seorang Muslim sebenarnya merupakan teori konspirasi yang cukup populer di internet. Hal ini muncul karena ketertarikan sang raja terhadap Islam, termasuk mempelajari bahasa Arab agar dapat membaca Al-Qur'an.
Charles III sendiri pernah menyampaikan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan, lebih dari yang sering dipahami publik.
Dalam wawancara tersebut, Giuliani juga mengklaim bahwa umat Islam di Inggris sedang berupaya mengambil alih kekuasaan, dan menurutnya Iran menjadi pihak yang mendorong hal tersebut. Ia berpendapat bahwa jika Republik Islam Iran disingkirkan, situasi akan berubah ke arah sebaliknya.
Padahal, jumlah Muslim di Inggris hanya sekitar 5% dari total populasi. Namun Giuliani menilai kelompok tersebut memiliki pengaruh yang besar, termasuk dalam jabatan publik seperti wali kota. Ia menyinggung beberapa pemimpin daerah Muslim, termasuk Wali Kota London, Sadiq Khan.
Tak hanya itu, Giuliani juga mengomentari isu penggunaan cadar di Inggris serta perdebatan mengenai penerapan hukum syariah. Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap syariah dan Al-Qur'an.
Selain itu, ia turut menyinggung Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menurutnya dipengaruhi secara politik oleh komunitas Muslim.
Di sisi lain, Raja Charles III diketahui merupakan penganut Anglikan yang taat. Ketertarikannya terhadap Islam lebih berkaitan dengan minatnya pada tradisionalisme, sebuah aliran pemikiran yang menekankan nilai-nilai spiritual dan kesamaan universal antaragama sebagai solusi atas persoalan modern.
Dalam pidatonya pada 2006, Charles menyebut bahwa peradaban pra-modern memiliki kedekatan yang kuat dengan hal-hal sakral, yang menurutnya penting untuk dipahami kembali.
Sementara itu, sikap Charles III terkait konflik AS-Israel dengan Iran tidak diketahui secara pasti. Namun, ia pernah dilaporkan secara pribadi menentang invasi Irak pada tahun 2003.
Masyaallah
teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
229
Kutip
4
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan