Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Aktivis di Bangka Belitung Diduga Disiram Air Keras

Aktivis di Bangka Belitung Diduga Disiram Air Keras
Muhammad Rosidi, aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras
1 April 2026 | 16.42 WIB



Bagikan

Muhammad Rosidi, aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, yang diduga menjadi korban penyiraman air keras. Foto: Dokumen Pribadi
Perbesar
Muhammad Rosidi, aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, yang diduga menjadi korban penyiraman air keras. Foto: Dokumen Pribadi
MUHAMMAD Rosidi, aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Akibat peristiwa itu, ia mengalami luka bakar pada kaki, tangan, dan selangkangan.

“Saya disiram air keras oleh OTK tanggal 17 Februari 2026 di wilayah Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung,” katanya kepada Tempo, Rabu, 1 April 2026.


Ia menduga teror itu berkaitan dengan sikap kritisnya soal penambangan ilegal dan penyelundupan. “Karena saya kritisi negeri kami kaya raya, rakyatnya biasa saja, yang kaya mafia dan oknum,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi di depan Apotek K24 Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Teladan,
Kecamatan Toboali sekitar pukul 22.30 WIB, ketika Rosidi hendak menyusul temannya. Dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic melempar air yang diduga cairan kimia ke dalam mobil yang dikendarai Rosidi.

Jendela mobil Rosidi ketika itu dalam posisi terbuka, karena sedang rusak. “Mobil saya jendelanya rusak, jadi gak bisa nutup,” katanya.


Insiden itu telah dilaporkan ke Polres Bangka Selatan keesokan harinya, 18 Februari 2026. Pada Senin, 30 Maret 2026, Rosidi dipanggil oleh kepolisian untuk klarifikasi.

Rosidi aktif menyuarakan isu pertambangan. Ia menjadi salah satu koordinator dalam demonstrasi penambang timah di salah satu kantor perusahaan tambang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang, pada Senin, 6 Oktober 2025.

Dalam demonstrasi itu, massa menerobos barikade pengamanan polisi dan langsung merusak fasilitas kantor. Massa juga merobohkan pagar pembatas dan memecahkan kaca jendela.

Demo tersebut menimbulkan korban dari massa, warga sipil, polisi, hingga jurnalis akibat terkena tembakan gas air mata. Bahkan pedagang dan anak-anak turut menjadi korban setelah tembakan gas air mata masuk ke area permukiman.

Demo tersebut dipicu oleh keresahan penambang, karena harga timah murah dan tidak ada yang mau membeli timah masyarakat. Pasalnya, mereka takut dengan aktivitas Satuan Tugas (Satgas) Nanggala yang dibentuk Timah dan Satgas Halilintar yang dibentuk pemerintah.

https://www.tempo.co/hukum/aktivis-d...-keras-2125959

teror ke aktivis


tabraklari81223Avatar border
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress dan tabraklari81223 memberi reputasi
2
145
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan