- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bobibos jadi Perbincangan. BRIN Dukung Pengembangan dan Pengujian BBM Alternatif
TS
aleksandronesta
Bobibos jadi Perbincangan. BRIN Dukung Pengembangan dan Pengujian BBM Alternatif
Quote:
Bobibos jadi Perbincangan. BRIN Dukung Pengembangan dan Pengujian BBM Alternatif
Acep Tomi Rianto• 2025-11-16 19:40:42

bahan bakar bobibos yang disebut ramah lingkungan.
RadarBuleleng.id - Inovasi bahan bakar nabati (BBN) Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!) yang diklaim memiliki nilai oktan tinggi (RON 98) dan lebih ramah lingkungan, menarik perhatian publik dan lembaga riset nasional.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. BRIN pun menganjurkan pengujian ilmiah lebih lanjut sebelum produk dilepas ke pasaran.
Bobibos dikembangkan oleh Muhammad Ikhlas Thamrin dan timnya, menggunakan limbah jerami padi yang melimpah sebagai bahan baku utama. Tujuannya memberikan nilai tambah ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.
Bobibos diklaim memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya alternatif menjanjikan.
Bobibos memanfaatkan jerami padi yang selama ini sering dibakar pascapanen, sehingga membantu mengurangi pencemaran udara dan menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan.
Berdasarkan hasil uji di Lemigas, Bobibos diklaim memiliki Research Octane Number (RON) 98,1, setara dengan BBM premium kelas atas seperti Pertamax Turbo.
Teknologi pengolahannya diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, menjadikannya sangat ramah lingkungan dibandingkan BBM fosil.
"Poinnya kenapa jerami? Dari riset kami, jerami yang membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) bisa bersaing. Kami datang ke Lemigas, kasih sampel keluar uji labnya dinyatakan bensinnya (RON) 98,1. Dari situ kami terkejut," ucap Muhammad Ikhlas Thamrin, Founder Bobibos.
BRIN menyambut baik inovasi Bobibos sebagai upaya mewujudkan kemandirian energi nasional berbasis sumber daya lokal. Namun, lembaga riset ini menekankan pentingnya validasi ilmiah komprehensif.
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Prof. Cuk Supriyadi Ali Nandar menjelaskan, pemanfaatan biomassa dari limbah seperti jerami adalah langkah yang didukung.
Jerami mengandung selulosa, hemiselulosa, glukosa, dan lignin yang memang berpotensi diolah menjadi energi.
"Dengan bahan mentah berasal dari biomassa, maka emisi yang dihasilkan tentu akan lebih kecil atau ramah lingkungan dibanding dengan bahan bakar fosil, atau memiliki efek gas rumah kaca yang lebih minim," ungkapnya.
Meskipun mendukung ide dasar pemanfaatan jerami, BRIN menegaskan kesiapan untuk menguji validitas ilmiah proses dan produk Bobibos secara menyeluruh.
BRIN menduga produk perantara Bobibos adalah etanol, yang kemudian diolah lebih lanjut.
"Kami memang pernah melaksanakan kajian bahan bakar dari Jerami dengan produk akhir berupa bioetanol. Kami pun menduga bahwa produk Bobibos ini produk perantaranya adalah etanol yang mungkin diolah lebih lanjut menjadi biogasoline atau biohidrokarbon diesel, hal ini yang harus kami pastikan," jelasnya.
Peneliti Bidang Sistem Penggerak Berkelanjutan BRIN, Hari Setiapraja menambahkan, inovasi bahan bakar baru harus melalui kajian mendalam dan menyeluruh sebelum dapat diedarkan secara luas.
"Kalau itu kan harus dilihat, dikaji secara scientific seperti apa sebetulnya prosesnya. Dan ketika dapat prosesnya seperti apa, kemudian kita juga harus paham bagaimana hasil produknya. Karena ini produk bahan bakar, apalagi jika targetnya untuk transportasi. Itu akan melibatkan konsumen di banyak tempat, sehingga harus ada jaminan terhadap kualitasnya," kata Hari.
BRIN menyatakan siap berkoordinasi dengan tim Bobibos untuk menelaah proses riset, komposisi, dan memastikan hasil inovasi ini memenuhi standar mutu nasional dan kelayakan ekonomi. (*)
mantap Bobibos BOatan Asli Indonesia nih BOS
tabraklari81223 memberi reputasi
1
157
Kutip
3
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan