- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer
TS
mabdulkarim
Kronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer
Kronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Freezer-mayat.jpg)
Tayang: Minggu, 29 Maret 2026 20:59 WIB
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Desy Selviany
zoom-inlihat fotoKronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
PENEMUAN JENAZAH - Tim Identifikasi Polda Metro Jaya saat menunjukan sarung tangan dan freezer usai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkara penemuan jenazah seorang laki-laki di Freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/3/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
A-
A+
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU - Perkara seorang pria yang ditemukan tewas di freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, masih berlanjut.
Kali ini, pemilik usaha, AL, memaparkan kronologi kejadian kepada media terkait peristiwa yang menggemparkan tersebut.
AL, mengaku tidak mengetahui secara persis peristiwa yang mengenaskan tersebut.
Sebab ia sempat pulang ke kampung halaman atau mudik ketika momen lebaran.
Selama mudik, ia memberikan tugas menjaga kios kepada seorang pria bernama Abdul Hamid, yang jenazahnya kemudian ditemukan dalam freezer.
"Jadi saya punya dua karyawan laki-laki, mereka mudik juga saat lebaran, dan saya ada satu petugas keamanan kios, yakni Abdul ini, dia pekerja lepas (Freelance), dia sendirian jadinya," kata AL di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026).
AL menjelaskan, pada Jumat (27/3/2026), dirinya mencoba menghubungi dan berkomunikasi melalui pesan singkat Whatsapp kepada dua karyawan nya yang pulang kampung tersebut.
Komunikasi dilakukan guna menanyakan persiapan jualan ayam yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali di kios pada Sabtu (28/3/2026) usai sebelumnya libur.
Ketika mencoba berkomunikasi, AL sempat mendapat jawaban dari kedua karyawanmya kalau mereka tengah perjalanan dari kampung menuju kios dan hampir sampai ke lokasi.
Setelah mendapat jawaban tersebut, AL mengaku selanjutnya justru tidak mendapatkan jawaban lain dari kedua karyawannya itu.
Cemas dan curiga terkait respons tersebut, AL memutuskan kembali ke kios dari kampung halaman.
"Saya sampai di kios dari kampung itu Sabtu (28/3/2026) dinihari, langsung saya ke kios karena cemas dan khawatir tidak ada respons jawaban," jelasnya.
Sesampainya di kios, AL menyampaikan kalau ia melihat kondisi rolling door dalam kondisi sedikit terbuka.
Lalu ia mengintip dari celah rolling door ke arah dalam kios.
Pasca mengintip, ia melihat kondisi di dalam nampak sepi.
“Pas saya ke lokasi saya melihat rolling door itu kebuka dikit gitu, setelah itu saya panggil tukang yang pegang kunci kios untuk buka kios," ucapnya.
Usai berhasil masuk kios, AL mengaku tidak melihat dua karyawannya, dan satu petugas freelance.
Saat itu, ia tidak ingin berfikir panjang untuk mengetahui secara pasti keberadaan dua karyawannya dan petugas freelance tersebut.
Bahkan ia juga tidak ingin berfikir panjang perihal keberadaan dua unit sepeda motor operasional kios yang saat itu juga tidak ada di lokasi.
Sebab ia memutuskan ingin mengolah daging ayam untuk dijual.
Ketika membuka freezer untuk mengambil daging ayam guna diolah, ia sontak bingung karena melihat ada gulungan selimut menggumpal di dalam.
Guna memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau.
"Waktu saya iris buat lihat isinya itu selimut, isinya kayak kulit manusia, langsung saya laporan ke Polsek sekitar, pas polisi datang ke lokasi dan buka selimutnya, ternyata benar itu jenazahnya Abdul," ujarnya.
AL mengungkapkan tidak sanggup melihat kondisi jenazah secara detail.
Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum akhirnya menutup kembali freezer tersebut.
Selanjutnya jenazah dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna autopsi.
"Jenazah itu diperkirakan telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian," pungkasnya.
Minggu (29/3/2026) sekira pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pantauan di lokasi, terdapat empat personel dari Tim Identifikasi yang mendatangi lokasi.
Ketika melakukan olah TKP, para personel nampak kompak mengenakan sarung tangan berwarna biru.
Selama proses olah TKP berlangsung, Tim Identifikasi juga didampingi jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Diketahui sebelumnya, penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga sekitar.
Warga setempat, Ali, mengatakan, jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026) diketahui merupakan pegawai di kios tersebut.
“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali, dikutip Minggu (29/3/2026).
Ali menjelaskan, semasa hidupnya, yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul.
Hanya saja identitas lengkapnya belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekira 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.
“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” jelasnya.
Sementara warga lainnya, Elin, menuturkan, terakhir kali, ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri.
Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” singkat Elin (M3
https://bekasi.tribunnews.com/news/6...ezer?page=all.
Dua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Olah-TKP-ayam-geprek.jpg)
Tayang: Minggu, 29 Maret 2026 16:40 WIB
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Desy Selviany
zoom-inlihat fotoDua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
PENEMUAN JENAZAH - Tim Identifikasi Polda Metro Jaya saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkara penemuan jenazah seorang laki-laki di Freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/3/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
A-
A+
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU - Fakta terbaru datang dari perkara seorang pria yang ditemukan tewas di freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Pemilik usaha, AL, mengatakan, fakta itu terkait sejumlah barang operasional kios yang raib usai dirinya menemukan jenazah di freezer.
"Motor operasional hilang, jumlahnya ada dua," kata AL di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026)
Namun AL menjelaskan belum mengetahui secara pasti apakah dua sepeda motor itu raib dicuri atau dibawa sejumlah karyawannya.
Sebab, para karyawannya yang berjumlah dua orang tidak dapat dihubungi serta belum diketahui keberadaanya sejak Jumat (27/3/2026) hingga kini.
"Karyawan saya dua, laki-laki usia 28 tahun dan 24 tahun, tapi motor tidak di kios itu saya tidak tahu dimana, karyawan juga tidak bisa ditelfon, dichat whatsapp ceklis satu juga," jelasnya.
AL menuturkan kalau ia juga tidak dapat memastikan apakah ada kaitannya antara hilang sepeda motor dengan perkara ditemukannya jenazah yang merupakan petugas keamanan sekaligus pegawai lepas di ruko tersebut.
"Saya tidak bisa menduga atau menyimpulkan juga ada kaitan atau tidak antara sepeda motor hilang dan penemuan jenazah, saya serahkan ke polisi aja," tuturnya.
Minggu (29/3/2026), Tim Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pantauan di lokasi, usai mendatangi TKP, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya membawa sejumlah sarung tangan silikon dan freezer.
Sebelumnya, Tim Identifikasi tiba di lokasi sekira pukul 13.30 WIB.
Terdapat empat personel dari Tim Identifikasi yang mendatangi lokasi.
Ketika melakukan olah TKP, para personel nampak kompak mengenakan sarung tangan berwarna biru.
Selama proses olah TKP berlangsung, Tim Identifikasi juga didampingi jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Diketahui sebelumnya, penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga sekitar.
Warga setempat, Ali, mengatakan, jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026).
“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali, dikutip Minggu (29/3/2026).
Ali menjelaskan, semasa hidupnya, yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul.
Hanya saja identitas lengkapnya belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekira 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.
“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” jelasnya.
Sementara warga lainnya, Elin, menuturkan, terakhir kali, ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri.
Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” singkat Elin.
Sabtu malam sekira pukul 22.30 WIB, petugas kepolisian sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serra mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Selanjutnya jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
Sementara hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberirkan konfirmasi. (M37)
https://bekasi.tribunnews.com/news/6...prek?page=all.
jenazah perampokan
itu jualan ayam geprek nggak bisa pakai kios yang sama apalagi freezer-nya tempat mayat manusia...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Freezer-mayat.jpg)
Tayang: Minggu, 29 Maret 2026 20:59 WIB
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Desy Selviany
zoom-inlihat fotoKronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
PENEMUAN JENAZAH - Tim Identifikasi Polda Metro Jaya saat menunjukan sarung tangan dan freezer usai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkara penemuan jenazah seorang laki-laki di Freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/3/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
A-
A+
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU - Perkara seorang pria yang ditemukan tewas di freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, masih berlanjut.
Kali ini, pemilik usaha, AL, memaparkan kronologi kejadian kepada media terkait peristiwa yang menggemparkan tersebut.
AL, mengaku tidak mengetahui secara persis peristiwa yang mengenaskan tersebut.
Sebab ia sempat pulang ke kampung halaman atau mudik ketika momen lebaran.
Selama mudik, ia memberikan tugas menjaga kios kepada seorang pria bernama Abdul Hamid, yang jenazahnya kemudian ditemukan dalam freezer.
"Jadi saya punya dua karyawan laki-laki, mereka mudik juga saat lebaran, dan saya ada satu petugas keamanan kios, yakni Abdul ini, dia pekerja lepas (Freelance), dia sendirian jadinya," kata AL di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026).
AL menjelaskan, pada Jumat (27/3/2026), dirinya mencoba menghubungi dan berkomunikasi melalui pesan singkat Whatsapp kepada dua karyawan nya yang pulang kampung tersebut.
Komunikasi dilakukan guna menanyakan persiapan jualan ayam yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali di kios pada Sabtu (28/3/2026) usai sebelumnya libur.
Ketika mencoba berkomunikasi, AL sempat mendapat jawaban dari kedua karyawanmya kalau mereka tengah perjalanan dari kampung menuju kios dan hampir sampai ke lokasi.
Setelah mendapat jawaban tersebut, AL mengaku selanjutnya justru tidak mendapatkan jawaban lain dari kedua karyawannya itu.
Cemas dan curiga terkait respons tersebut, AL memutuskan kembali ke kios dari kampung halaman.
"Saya sampai di kios dari kampung itu Sabtu (28/3/2026) dinihari, langsung saya ke kios karena cemas dan khawatir tidak ada respons jawaban," jelasnya.
Sesampainya di kios, AL menyampaikan kalau ia melihat kondisi rolling door dalam kondisi sedikit terbuka.
Lalu ia mengintip dari celah rolling door ke arah dalam kios.
Pasca mengintip, ia melihat kondisi di dalam nampak sepi.
“Pas saya ke lokasi saya melihat rolling door itu kebuka dikit gitu, setelah itu saya panggil tukang yang pegang kunci kios untuk buka kios," ucapnya.
Usai berhasil masuk kios, AL mengaku tidak melihat dua karyawannya, dan satu petugas freelance.
Saat itu, ia tidak ingin berfikir panjang untuk mengetahui secara pasti keberadaan dua karyawannya dan petugas freelance tersebut.
Bahkan ia juga tidak ingin berfikir panjang perihal keberadaan dua unit sepeda motor operasional kios yang saat itu juga tidak ada di lokasi.
Sebab ia memutuskan ingin mengolah daging ayam untuk dijual.
Ketika membuka freezer untuk mengambil daging ayam guna diolah, ia sontak bingung karena melihat ada gulungan selimut menggumpal di dalam.
Guna memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau.
"Waktu saya iris buat lihat isinya itu selimut, isinya kayak kulit manusia, langsung saya laporan ke Polsek sekitar, pas polisi datang ke lokasi dan buka selimutnya, ternyata benar itu jenazahnya Abdul," ujarnya.
AL mengungkapkan tidak sanggup melihat kondisi jenazah secara detail.
Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum akhirnya menutup kembali freezer tersebut.
Selanjutnya jenazah dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna autopsi.
"Jenazah itu diperkirakan telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian," pungkasnya.
Minggu (29/3/2026) sekira pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pantauan di lokasi, terdapat empat personel dari Tim Identifikasi yang mendatangi lokasi.
Ketika melakukan olah TKP, para personel nampak kompak mengenakan sarung tangan berwarna biru.
Selama proses olah TKP berlangsung, Tim Identifikasi juga didampingi jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Diketahui sebelumnya, penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga sekitar.
Warga setempat, Ali, mengatakan, jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026) diketahui merupakan pegawai di kios tersebut.
“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali, dikutip Minggu (29/3/2026).
Ali menjelaskan, semasa hidupnya, yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul.
Hanya saja identitas lengkapnya belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekira 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.
“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” jelasnya.
Sementara warga lainnya, Elin, menuturkan, terakhir kali, ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri.
Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” singkat Elin (M3
https://bekasi.tribunnews.com/news/6...ezer?page=all.
Dua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Olah-TKP-ayam-geprek.jpg)
Tayang: Minggu, 29 Maret 2026 16:40 WIB
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Desy Selviany
zoom-inlihat fotoDua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
PENEMUAN JENAZAH - Tim Identifikasi Polda Metro Jaya saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkara penemuan jenazah seorang laki-laki di Freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/3/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
A-
A+
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU - Fakta terbaru datang dari perkara seorang pria yang ditemukan tewas di freezer sebuah kios ayam geprek Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Pemilik usaha, AL, mengatakan, fakta itu terkait sejumlah barang operasional kios yang raib usai dirinya menemukan jenazah di freezer.
"Motor operasional hilang, jumlahnya ada dua," kata AL di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026)
Namun AL menjelaskan belum mengetahui secara pasti apakah dua sepeda motor itu raib dicuri atau dibawa sejumlah karyawannya.
Sebab, para karyawannya yang berjumlah dua orang tidak dapat dihubungi serta belum diketahui keberadaanya sejak Jumat (27/3/2026) hingga kini.
"Karyawan saya dua, laki-laki usia 28 tahun dan 24 tahun, tapi motor tidak di kios itu saya tidak tahu dimana, karyawan juga tidak bisa ditelfon, dichat whatsapp ceklis satu juga," jelasnya.
AL menuturkan kalau ia juga tidak dapat memastikan apakah ada kaitannya antara hilang sepeda motor dengan perkara ditemukannya jenazah yang merupakan petugas keamanan sekaligus pegawai lepas di ruko tersebut.
"Saya tidak bisa menduga atau menyimpulkan juga ada kaitan atau tidak antara sepeda motor hilang dan penemuan jenazah, saya serahkan ke polisi aja," tuturnya.
Minggu (29/3/2026), Tim Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pantauan di lokasi, usai mendatangi TKP, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya membawa sejumlah sarung tangan silikon dan freezer.
Sebelumnya, Tim Identifikasi tiba di lokasi sekira pukul 13.30 WIB.
Terdapat empat personel dari Tim Identifikasi yang mendatangi lokasi.
Ketika melakukan olah TKP, para personel nampak kompak mengenakan sarung tangan berwarna biru.
Selama proses olah TKP berlangsung, Tim Identifikasi juga didampingi jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Diketahui sebelumnya, penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga sekitar.
Warga setempat, Ali, mengatakan, jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026).
“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali, dikutip Minggu (29/3/2026).
Ali menjelaskan, semasa hidupnya, yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul.
Hanya saja identitas lengkapnya belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekira 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.
“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” jelasnya.
Sementara warga lainnya, Elin, menuturkan, terakhir kali, ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri.
Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” singkat Elin.
Sabtu malam sekira pukul 22.30 WIB, petugas kepolisian sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serra mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Selanjutnya jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
Sementara hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberirkan konfirmasi. (M37)
https://bekasi.tribunnews.com/news/6...prek?page=all.
jenazah perampokan
itu jualan ayam geprek nggak bisa pakai kios yang sama apalagi freezer-nya tempat mayat manusia...
tepsuzot dan MemoryExpress memberi reputasi
2
219
10
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan