- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ekonom Bilang Harga BBM Tak Perlu Naik, Begini Penjelasannya!
TS
aleksandronesta
Ekonom Bilang Harga BBM Tak Perlu Naik, Begini Penjelasannya!
Quote:
Ekonom Bilang Harga BBM Tak Perlu Naik, Begini Penjelasannya!
Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 26/03/2026 09:40 WIB
Foto: SPBU di Madura, Rabu (24/12/2025). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom melihat ada potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jika perang di Timur Tengah berlangsung lama dan menyebabkan harga minyak mentah dunia bertahan di level tinggi.
Global Markets Economist at Maybank Indonesia Myrdal Gunarto ketahanan fiskal Indonesia menghadapi efek harga minyak tinggi dalam tiga bulan ke depan masih baik. Namun, jika lebih dari itu perang masih terus berlangsung, perlu adanya rasionalisasi subsidi BBM untuk energi.
"Jadi kalau menurut saya dari hitungan saya, ini sampai periode 3 bulan dari Maret, April, Mei, kalaupun harga minyak masih di atas asumsi BBM US$ 70 per barel, saya rasa masih aman," ucapnya kepada CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).
"Tapi begitu nanti bulan Juni, itu harus dilihat lagi. Sisa fiskalnya sudah seberapa besar? Kalau memang defisit fiskalnya sudah mulai break, mendekati 3%, walaupun baru periode misalkan bulan Juni, ya mau gak mau, mereka harus ambil langkah untuk melakukan rasionalisasi subsidi BBM untuk energi. Jadi itu yang harus dilakukan oleh pemerintah," lanjutnya.
Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengandalkan windfall profit dari harga komoditas yang turut meningkat seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara dan dialihkan ke subsidi BBM.
"Kita harapkan sih khususnya untuk harga BBM subsidi daya tahannya itu kita lihat sih maksimalnya itu kalau untuk BBM subsidi itu sampai akhir Mei. Jadi kalau bulan Juni harus dilihat lagi tuh ditinggal ulang, apakah ada dampak dari win for profit dari kenaikan harga komunitas yang lain seperti CPO ataupun Batubara, kalau misalkan ada ya harus di-exercise itu, berapa kelebihannya, apakah bisa memberikan penopang untuk dialihkan ke kompensasi maupun subsidi untuk BBM ataupun energi," pungkasnya.
Sementara Kepala Ekonom David Sumual mengatakan bahwa jika harga minyak bertahan tinggi, rasionalisasai hara BBM perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan fiskal. Menurutnya APBN nantinya perlu ada penyesuaian dengan harga minyak mentah yang tinggi.
"Rasionalisasi APBN, revisi APBN ya perlu dilakukan dalam sebulan ini harus sudah lakukan perhitungan-perhitungan berdasarkan skenario tadi. Termasuk tadi ya kenaikan harga BBM kalau memang perangnya langsung lama ya dan harga minyaknya masih tinggi terus, ujar David kepada CNBC Indonesia saat dihubungi pada Rabu (25/3/2026).
Namun, dirinya menegaskan bahwa kenaikan harga BBM jika perang terjadi lama. Meskipun menurutnya saat ini ketegangan perang tidak berlangsung lama, maksimal tiga bulan. Sehingga ada skenario harga minyak mentah dunia kembali normal.
"Tapi sih pengalaman biasanya ini akan terjadi negosiasi mungkin perangnya nggak berakhir tapi gencatan senjata gitu lah. Sehingga kapal-kapal bisa lewat dulu gitu. Biasanya sih begitu. Karena ini kan kepentingan global ya. Jadi semua pasti ada tekanan ke kedua negara ini ke Amerika maupun ke Iran gitu ya untuk membuka selat gitu," ujarnya.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa pemerintah bisa mengambil langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional tanpa mengorbankan kenaikan harga BBM.
"Solusi yang lebih tepat tanpa menaikkan harga BBM adalah menggabungkan penghematan yang cermat dengan penambahan penerimaan dan perlindungan daya beli," ujarnya kepada CNBC Indonesia pad Rabu (25/3/2026).
Josua mengatakan bahwa pemerintah masih punya ruang untuk menahan harga BBM sementara sambil memperkuat bantuan pangan, diskon transportasi, penyaluran THR, dan belanja yang langsung menyentuh rumah tangga, karena konsumsi masyarakat sedang menjadi penopang utama pertumbuhan.
"Ini penting, sebab keyakinan konsumen Februari 2026 masih optimistis di level 125,2, penjualan eceran Februari diperkirakan tumbuh 6,9% year on year atau yoy, tetapi inflasi Februari juga sudah naik ke 4,76% tahunan dan Bank Indonesia tetap menahan suku bunga di 4,75% untuk menjaga kestabilan rupiah," ucapnya
Menurutnya dalam kondisi seperti ini, menaikkan harga BBM justru berisiko menambah tekanan harga dan menahan konsumsi.
Josua pun melihat pemerintah untuk sektor energi bisa melakukan percepatan perubahan pembangkit diesel ke tenaga surya, penghematan energi di kantor pemerintah, pembatasan belanja perjalanan, perbaikan logistik, dan penertiban.
Hal ini dianggap lebih baik ketimbang langsung memindahkan beban ke masyarakat jika menaikkan harga BBM.
Indonesia masih yang terbaik soal energi daripada negara lain
Quote:
Harga Melonjak, Ini Perbandingan Harga BBM Negara Tetangga & RI
Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 27/03/2026 19:20 WIB

Foto: Para pengemudi mengantre dalam kemacetan lalu lintas sambil menunggu untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka di luar sebuah SPBU, sebelum pembekuan harga solar di Thailand berakhir pada hari Senin, di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang terkait dengan konflik AS-Israel dengan Iran, di provinsi Nakhon Pathom, di pinggiran Bangkok, Thailand, 16 Maret 2026. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk periode 26 Maret hingga 1 April 2026. Adapun, kenaikan terjadi pada BBM non subsidi jenis RON 97, RON 95 serta solar di wilayah Semenanjung.
Dalam pernyataan Kementerian Keuangan pada Rabu (25/3/2026) yang dikutip dari thestar.com, harga solar di Semenanjung Malaysia melonjak sebesar 80 sen menjadi RM5,52 per liter atau Rp23.607 per liter (kurs Rp4.276,33/RM).
Sementara, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan tidak mengalami perubahan dan tetap berada di level RM2,15 per liter atau Rp9.194 per liter.
Untuk jenis bensin, harga RON 97 melonjak 60 sen menjadi RM5,15 per liter atau Rp22.023 per liter. Adapun RON 95 juga mengalami kenaikan sebesar 60 sen menjadi RM3,87 per liter atau Rp16.549 per liter dalam periode yang sama.
Meski begitu, pemerintah Malaysia memastikan harga BBM bersubsidi yakni RON 95 dalam program Budi95 tetap dipertahankan di level RM1,99 per liter atau Rp8.509 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.
Kementerian Keuangan menegaskan pemerintah akan terus meninjau dan menyesuaikan harga eceran RON 97, RON 95, dan diesel sesuai dengan perkembangan terkini di pasar minyak global, sambil tetap menjadikan stabilitas harga sebagai prioritas utama.
"Pemerintah juga akan terus memantau tren harga minyak mentah global secara cermat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," demikian pernyataan tersebut.
Seperti diketahui, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mulai mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut tak terlepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran-Irsrael dan Amerika Serikat sejak akhir Februari 2026 lalu.
Sebagai contoh, harga BBM di Vietnam melonjak tajam sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, dengan kenaikan signifikan terutama pada BBM jenis solar.
Mengutip AFP, Rabu (25/3/2026), berdasarkan data Kementerian Perdagangan Vietnam, harga solar tercatat telah naik lebih dari dua kali lipat atau sekitar 105% sejak 26 Februari 2026, hanya dua hari sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Pemerintah Vietnam menetapkan harga solar terbaru sebesar 39.660 dong per liter atau US$ 1,50 per liter sekitar Rp25.351 per liter (kurs Rp16.901/US$) pada hari Rabu, naik dari 19.270 dong bulan lalu. Kemudian untuk harga bensin RON 95 juga melonjak hampir 68%, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter dalam periode yang sama.
Sementara di Singapura, harga BBM per 20 Maret 2026 bahkan ada yang nyaris Rp 55.000 per liter. Harga BBM di SPBU Caltex misalnya, per 20 Maret 2026 dengan RON 98 atau merek Platinum 98 tercatat sebesar SGD 4,160 per liter atau sekitar Rp 54.986 per liter (sebelum diskon) atau SGD 3,952 atau sekitar Rp 52.237 per liter (setelah diskon).
Sedangkan, untuk jenis diesel dibanderol SGD 3,730 atau Rp 49.303 per liter (sebelum diskon) dan SGD 3,544 atau Rp 46.844 per liter. Adapun untuk jenis bensin RON 92 atau merek Regular 92 sebesar SGD 3,430 per liter atau Rp 45.337 per liter. Sementara bensin RON 95 atau merek Premium 95 SGD 3,470 atau Rp 45.866 per liter.
Harga BBM di RI
Di sisi lain, semua Badan Usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kompak menaikkan harga produk BBM-nya di SPBU per Maret 2026. Diantara yang menaikkan harga dalah SPBU PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR dan juga PT Vivo Energy Indonesia.
Ambil contoh produk BBM di SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya di Februari yang hanya Rp11.800 per liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.450 per liter.
Tak terkecuali juga dengan Pertamax Turbo menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter. Lalu Dexlite menjadi Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250 per liter. Dan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500 per liter.
Adapun untuk BBM subsidi Pertamina seperti RON 90 atau Pertalite tidak mengalami kenaikan atau tetap Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan Solar Subsidi masih sama yakni Rp6.800 per liter.
Lantas jika dibandingkan dengan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara, kira-kira mana yang lebih murah? berikut data harga BBM di Asia Tenggara yang dikutip dari laman Global Petrol Prices per 23 Maret 2026:
1. Singapura
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,580 per liter atau Rp43.627 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,847 per liter atau Rp48.142 per liter.
2. Filipina
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Filipina mencapai US$1,438 per liter atau Rp24.316 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,712 atau Rp28.949 per liter.
3. Thailand
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Thailand mencapai US$1,382 per liter atau Rp23.369 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,010 atau Rp17.079 per liter.
4. Laos
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,767 per liter atau Rp29.879 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,523 per liter atau Rp25.753 per liter.
5. Kamboja
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,658 per liter atau Rp28.036 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,633 per liter atau Rp27.614 per liter.
6. Myanmar
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$0,950 per liter atau Rp16.064 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,051 per liter atau Rp17.772 per liter.
Pemerintah sudah melakukan yang terbaik
Bahkan bisa menjadikan negara krisis BBM bikin warganya panik no 1 dari 180 negara
Sekelas Jepang Filipina India Pakistan Bangladesh n kemarin Australia aja ketar-ketir lho
Tapi RI nggak
Kalau ada yang tetap nyinyir ya = Kebodohannya sudah diatas normal
teguhjepang9932 dan SunDaimond memberi reputasi
2
274
Kutip
17
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan